Ada yang percaya bahwa bayi keluar malam hari benar-benar tidak diperbolehkan. Terutama selepas waktu Maghrib. Hal ini diyakini oleh orang tua terdahulu yang sering mewanti-wanti anaknya yang baru saja punya bayi, untuk tidak membawa bayi keluar malam hari.
Ada pasangan yang mengikuti atau patuh dengan aturan ini, namun tidak sedikit pula yang mulai melanggarnya. Terutama pasangan muda masa kini yang baru pertamakalinya punya anak.
Anak dibawa ke luar rumah di malam hari mungkin karena alasan mendesak, misalnya tidak ada pengasuh sementara Mums dan Dads ada urusan penting. Meksipun ini bisa jadi tidak bisa dihindari, perlu dipertimbangkan risiko membawa bayi keluar di malam hari, di antaranya suhu udara yang dingin, mengganggu ritme sirkadian bayi, dan juga overstimulasi.
Apalagi risiko membawa bayi keluar di malam hari? Simak artikel berikut!
Bolehkah bayi keluar rumah malam hari?
Memang secara medis tidak ada aturan spesifik yang melarag bayi keluar rumah malam hari namun harus diakui, dari sudut pandang ilmu kesehatan anak, alasan larangan bayi keluar rumah malam hari lebih tepatnya dikaitkan dengan kondisi biologis si Kecil.
Sementara itu, sistem imum bayi masih berkembang sehingga belum terlalu kuat menghadapi kondisi di luar tubuhnya. Jadi, bolehkah bayi keluar pada malam hari? Begini menurut beberapa literatur :
1. Bayi boleh keluar malam hari, tapi dengan syarat
American Academy of Pediatrics (AAP) dalam penelitian AAP Publication (2022) menekankan aspek keamanan tidur dan lingkungan yang nyaman bagi bayi, termasuk menghindari kepanasan atau kedinginan saat malam hari. Dan memastikan pakaian bayi sesuai dengan suhu lingkungan setempat.
Jadi walaupun tidak ada larangan resmi, bayi keluar rumah malam hari, pada ahli umumnya membolehkan selama kondisi lingungannya aman dan tidak mengganggu kebutuhaan dasar si Kecil.
2. Ritme sirkadian bayi
Inilah salah satu alasan ilmiah kenapa ada larangan bayi keluar malam hari, karena berkaitan dengan ritme sirkadian bayi. Yaitu sistem alami tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, produksi hormon melatonin, metabolisme tubuh dan perkembangan otak. Itu sebabnya aktivitas malam si Kecil perlu dibatasi agar tidak mengganggu ritme sirkadian tubuh bayi itu sendiri. Contoh, cahaya terang di malam hari bisa mengganggu pemberntukan ritme tidur si Kecil.
Akibatnya bayi sering terbangun, pola tidur tidak stabil, fase tidur malam sulit terbentuk. Kualitas tidur yang buruk mengganggu tumbuh kembangnya. Padahal saat tidur itulah proses tumbuh kembang terjadi.
3. Paparan cahaya malam hari
Pengaruh paparan cahaya lampu pada malam hari bisa berdampak serius pada bayi. Cahaya terang bisa memengaruhi produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu untuk cepat tidur. Jika produksi hormon ini berkurang karena paparan cahaya terang, maka semakin mengganggu sistem ritme tidur bayi yang memang masih berkembang. Selain itu bayi sangat sensitive terhadap perubahan cahaya.
Padahal lingkungan dengan siklus terang-gelap yang konsisten membantu perkembangan ritme tidur yang sehat. Ini berarti ketika bayi sering diajak ke tempat yang lampunya sangat terang di malam hari seperti mall, area konser, bisa mengganggu pola tidurnya.
Faktor risiko lainnya
Segala sesuatu yang dilarang terhadap bayi biasanya ada alasan logis dan medis di baliknya. Termasuk larangan yang diberikan dokter untuk bayi yang keluar malam hari lebih kepada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Berikut ini beberapa faktor risiko dari sering mengajak bayi keluar malam hari :
1. Suhu lingkungan
Tidak seperti orang dewasa yang mampu mengatur suhu tubuhnya, bayi tidak. Sehingga jika terlalu dingin, akan mengalami hipotermia. Sebaliknya, jika terlalu panas berkaitan dengan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi.
Jika harus membawa si Kecil keluar rumah malam hari untuk kebutuhan mendesak, pastikan gunakan pakaian 1 layer lebih banyak dari orang dewasa, dan cek dada bayi untuk memastikan suhu tubuhnya.
2. Risiko infeksi
Sistem imun bayi belum tumbuh sempurna, karena itu bayi termasuk kelompok rentan yang mudah mengalami infeksi. Sementara tempat ramai di malam hari seperi mall, pesta, ruang tertutup yang ramai berpontensi penularan infeksi yang tinggi.
Sebaiknya, batasi pada bayi usia sangat muda (0-2 bulan) dan hindari kontak Lang sung dengan banyak orang.
3. Stimulasi berlebihan
Faktor risiko berikutnya overstimulation atau stimulasi berlebihan yang terjadi ketika sistem saraf bayi terlalu aktif di saat seharusnya mulai rileks sebelum tidur. Biasanya terjadi di lingkungan yang ramai dan bising.
Itu sebabnya sangat tidak dianjurkan membawa bayi keluar rumah saat malam hari karena bisa mengalami overstimulation. Yang ditandai dengan kondisi bayi rewel tanpa sebab yang jelas, sulit tidur, menangis berlebihan.
4. Usia bayi
Satu hal yang mesti dipahami orang tua dalam hal ini adalah tidak semua bayi punya toleransi yang sama terhadap aktivitas malam hari. Bayi usia 0-2 bulan ritme siang-malam belum terbentuk, karena itu sebaiknya tetap menjaga lingkungan malam yang tenang dan minim cahaya.
Sementara bayi usia 3-6 bulan mulai mengenali perbedaan siang dan malam, maka rutinitas mulai penting baginya. Nah, usia lebih dari 6 bulan biasanya sudah memiliki jadwal tidur lebih stabil, sesekali keluar malam masih boleh dilakukan.
Bagaimana cara aman bawa bayi keluar rumah malam hari?
Untuk para Mums yang tidak bisa menghindari membawa bayi keluar rumah malam hari, berikut ini tips aman yang bisa dilakukan :
Pilih aktivitas yang lebih tenang seperti jalan santai, makan sebentar lalu pulang.
Hindari tempat yang terlalu ramai, bising, penuh hiruk pikuk.
Gunakan stroller atau baby carrier yang nyaman untuk si Kecil.
Kurangi paparan lampu terang langsung ke wajah bayi.
Jaga rutinitas tidur sebisa mungkin.
Perhatikan tanda bayi mulai lelah.
Saat pulang gunakan pencahayaan redup agar bayi tetap memahami bahwa ini waktu malam.
Mums, secara medis memang tidak ada larangan mutlak bayi keluar rumah malam hari. Namun, ingat malam hari adalah periode penting dalam perkembangan biologis bayi terutama pembentukan sistem sirkadian tubuh dan ritme tidur.
Jika harus membawa bayi keluar rumah malam hari, pastikan kondisi dan lingkungannya senyaman mungkin yang tidak berdampak buruk pada ritme tidur dan irama sirkadian bayi. Agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
Referensi :
AAP Publications. 2022. Evidence Base for 2022 Updated Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment to Reduce the Risk of Sleep-Related Infant Deaths.


