Nikita Willy jadi salah satu artis yang sangat peduli dengan dunia parenting. Setelah dikarunia anak, buah pernikahannya dengan Indra Priawan, ia lebih sering menghabiskan waktu bersama kedua anaknya yang masih kecil, yaitu Issa Xander Djokosoetono dan Nael Idrissa Djokosoetono.
Walaupun sudah relatif jarang muncul di layar kaca dengan aktingnya baik dalam film maupun sinetron, nama Nikita Willy tetap bersinar dengan peran yang berbeda. Kini ia tampil sebagai ibu muda yang piawai membahas tema seputar dunia parenting melalui sosial media.
Profil Singkat Nikita Willy
Nikita Purnama Willy(lahir 29 Juni 1994, ia dikenal sebagai aktris, penyanyi, dan model kenamaan Indonesia keturunan Minangkabau. Nikita memulai karier sejak tahun 2000, sukses membintangi berbagai sinetron populer, dan menyandang gelar Sarjana Hukum dari IBLAM School of Law pada 2019.
Nikita bertunangan dengan Indra Priawan pada tanggal 25 Juli 2020 dan melangsungkan pernikahannya pada 16 Oktober 2020. Nikita melahirkan putra pertamanya secara normal pada tanggal 7 April 2022 yang di beri nama Issa Xander Djokosoetono di Rumah Sakit Cedars Sinai, Los Angeles, Amerika Serikat. Putra keduanya, Nael Idrissa Djokosoetono lahir melalui proses persalinan water birth. pada tanggal 15 Desember 2024 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Nikita Willy jadi Kiblat Dunia Parenting Masa Kini
Nikita Willy adalah trendsetter pola pengasuhan anak di jaman sekarang. Apa yang dilakukan terhadap dua anaknya selalu menjadi viral dan diikuti orang tua lain. Salah satu pendekatan Nikita kepada anak adalah soft spokennya. Ia selau menekankan komunikasi dua arah, empati, dan penghormatan terhadap emosi anak. Ia tetap konsisten dan tegas tanpa menggunakan kekerasan atau bentakan.
Membesarkan Issa dan Nael membuat Nikita Willy belajar banyak hal seputar dunia parenting. Saking “menjiwai perannya” Nikita rajin berdikusi dengan para pakar parenting, melakukan riset, hingga memperdalam ilmu pengasuhan anak dari berbagai pakar dan sumber yang kredibel.
Uniknya ilmu parenting yang didapat secara mandiri ini tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan ia bagi secara luas melalui akun Youtube-nya melalui podcast bertajuk Mom’s Corner by Nikita Willy. Walhasil dengan 1,5 juta subscibers, setiap video yang ditampil ditonton oleh jutaan pemirsa yang mendapatkan ilmu parenting langsung dari para pakarnya.
Gaya Parenting Nikita Willy
Apa yang dilakukan Nikita dalam menanamkan kemandirian pada anak sejak dini, sejalan dengan prinsip gentle parenting, yaitu menekankan pentingnya memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba segala sesuatunya seorang diri.
Berikut ini manfaat pentingnya mengajarkan kemandirian pada anak sejak dini :
1. Soft spoken parenting
Nikita Willy dipuji secara luas karena pendekatannya yang tenang dan lembut dalam mengasuh anak, sehingga ia mendapat julukan sebagai ibu yang selalu "berbicara lembut". Menurut Niki, apa yang ia jalani adalah cara yang paling sesuai kepada sang anak. Hal ini juga mengacu pada karakternya.
"Mungkin cara aku membersamai anak seperti ini. Mungkin ada ibu yang nadanya selalu tinggi, ada yang lainnya, itu wajar-wajar saja selama itu yang terbaik untuk anak-anaknya," tutur Nikita.
2. Pendekatan Berbasis Riset
Metode berbasis penelitiannya berfokus pada kesabaran, pengaturan emosi, dan memperlakukan dirinya sendiri dan anak-anaknya dengan kasih sayang yang mendalam dan alami. Nikita menekankan pentingnya berkonsultasi dengan para ahli dan menggunakan data untuk memandu keputusan pengasuhannya, alih-alih bereaksi secara impulsif.
3. Kehadiran Penuh (Presence)
Nikita Willy Terjun langsung mengurus anak tanpa mengandalkan jasa babysitter untuk memastikan ia hadir di setiap momen tumbuh kembang anak. Nikita mengaku, ia hanya memanfaatkan jasa asisten rumah tangga untuk menjaga Issa dan Nael, sementara waktu, seperti saat mandi atau bersiap-siap.
4. Ajarkan kemandirian
Kemandirian inilah yang sangat menonjol dari sosok Nikita Willy. Kemandirian pula yang jadi salah satu soft sklill penting yang Nikita Willy ajarkan pada anak-anaknya sejak dini. Dalam banyak kesempatan, Nikita memberikan kesempatan pada anaknya unuk mencoba berbagai hal sendiri sesuai usia dan kemampuannya.
Mulai dari makan sendiri, membantu membereskan kembali mainan setelah digunakan, memilih aktivitas yang disukainya, hingga dilibatkan dalam rutinitas harian. Dengan begitu anak-anak terlatih menggunakan semua indra dan kemampuannya dalam setiap hal yang dilakukan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Children and Youth Services Review (2024) menemukan bahwa pola asuh yang mendukung otonomi (autonomy-supportive parenting) berhubungan dengan perkembangan kemampuan eksekutif (executive function) dan kemandirian anak.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, mengambil keputusan sederhana, dan menyelesaikan tugas sesuai usianya, anak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan keterampilan regulasi diri yang baik.
5. Memprioritaskan Perawatan Diri
Ia percaya bahwa pengasuhan yang lembut dimulai dengan mencintai diri sendiri. Dengan mendengarkan kebutuhannya sendiri dan menerima istirahat, ia mempertahankan kesabaran yang dibutuhkan untuk anak-anaknya. Nikita Willy selalu tampil memesona dan cantik. Penampilan terbaru Nikita Willy kini semakin memukau dan anggun dengan gaya berhijab yang modis dan santun. Dikenal dengan effortless beauty, ia kini lebih sering memadukan pakaian kasual yang modest dengan riasan natural, termasuk saat berlibur di Eropa atau berolahraga
Mums, itulah beberapa manfaat dari mengajarkan kemandirian pada anak seperti halnya yang dilakukan oleh artis Nikita Willy dan suaminya Indra Priawan. Pendekatan pengasuhan yang diterapkan keduanya sejalan dengan konsep gentle parenting yang menekankan pemberian ruang atau kesempatan pada anak untuk belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan rasa percaya diri melalui pengalaman langsung.
Dalam dunia parenting, kemandirian bukan berarti membiarkan anak-anak melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan. Melainkan mendampingi dan mengarahkan anak-anak agar mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuannya.
Mums, tujuan melatih kemandirian anak sejak dini bukan untuk membuat anak tidak membutuhkan orang tua maupun pengasuh. Sebaliknya, justru dengan dilatih kemandiriannya melalui gentle parenting ini, orang tua hadir sebagai pendamping yang memberikan dukungan, motiviasi, kepercayaan, juga ruang dan kesempatan pada anak untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, mampu mencari solusi, dan tentu saja tangguh mengelola emosinya.
Referensi:
Children and Youth Services Review. (2024). The role of parenting in autonomy and executive function development among young children experiencing homelessness.


