Menanamkan kebiasaan baik memang mesti dilakukan sedini mungkin. Salah satunya kebiasaan makan sehat pada anak. Sebab kebiasaaan baik ini bukan proses yang mudah dan instan, mesti dilakukan dengan kesabaran, konsisten, dan tentu saja perlu waktu yang lama.
Karena itu menanamkan kebiasaan makan sehat sejak kecil, jadi modal penting untuk kehidupan anak hingga tua nanti. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini melainkan juga hingga dewasa bahkan saat hidup mulai menua.
Pentingnya Tanamkan Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini
Kebiasaan makan sehat ini tidak terbentuk dalam 1-2 hari. Melainkan butuh waktu berbulan-bulan untuk meyakinkan Si Kecil mau mengonsumsi makanan sehat setiap harinya.
Penolakan itu biasa Mums, sangat wajar. Jadi jangan menyerah dan teruslah membiasakan makanan sehat selalu ada untuk Si Kecil. Membiasakan makanan sehat tidak hanya menyodorkan menu semata, melainkan membantu anak belajar mengenali rasa, tekstur, serta memilih makanan yang lebih sehat.
Mums, usia 6 bulan ketika masuk MPASI hingga usia 2 tahun merupakan periode penting karena anak mulai mencicipi berbagai makanan. Bahkan WHO menyebut periode ini sebagai momentum membentuk pola makan jangka panjang.
Dari kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil inilah, jadi jalan yang nantinya akan terbentuk pola makan sehat yang sudah terbiasa. Sehingga memudahkan pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang anak.
Sekaligus mengenalkan anak pada beragam makanan yang ada. Sebab, bagi anak-anak, aktivitas makan bukan sekadar membuatnya kenyang, melainkan pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Cara Menanamkan Kebiasaan Makan Sehat pada Anak
Tidak ada yang instan dalam melatih kebiasaan baik. Termasuk dalam urusan menanamkan kebiasaan makan sehat pada anak. Terkait hal ini, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite (2025) menyebutkan bahwa cara orang tua mengenalkan dan menawarkan makanan dapat berhubungan dengan kebiasaan anak mengonsumsi buah dan sayur.
Artinya membiasakan makanan sehat sejak dini bukan hanya soal apa yang diberikan, melainkan juga bagaimana orang tua mengenalkannya secara konsisten.
Berikut ini cara menanamkan kebiasaan makan sehat pada anak :
1. Kenalkan beragam makanan
Tidak ada satu makanan pun yang memiliki semua kandungan gizi di dalamnya. Karena itu jangan terpaku pada satu jenis makanan. Kenalkan beragam jenis makanan sebagai sumber protein, karbohidrat, vitamin, dan sebagainya. Kenalkan sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan.
Paparan terhadap berbagai variasi makanan membuat anak mengenal rasa dan tekstur. Juga membantu anak belajar menerima makanan yang berbeda.
2. Lakukan secara konsisten
Penolakan itu biasa, apalagi untuk makanan yang baru pertama kali dicicipi. Karena itu Mums mesti sabar, sebab anak butuh waktu agar terbiasa dengan makanan sehat yang diperkenalkan padanya. Berikan secara bertahap, dalam jumlah yang kecil, lalu meningkat perlahan. Dengan begitu anak pelan-pelan akan menerimanya.
3. Libatkan anak dalam proses persiapan
Jika memungkinkan ajak anak membeli bahan makanan tersebut, memasak, hingga menyiapkannya. Melibatkan Si Kecil dalam semua proses itu memberi pengalaman tersendiri, membuatnya penasaran ingin segera mencicipi.
4. Ciptakan momen makan yang menyenangkan
Hindari memaksa anak makan apalagi memarahinya. Selain itu, jangan jadikan makanan sebagai hadiah. Berilah waktu yang cukup, duduk bersama, minimalkan distraksi seperti televisi maupun gadget. Ciptakan momen makan yang menyenangkan, misalnya makan bersama keluarga.
5. Pahami sinyal lapar dan kenyang anak
Gunakan responsive feeding, yaitu memahami sinyal lapar dan kenyang anak. Sehingga dapat memberikan makan pada saat yang tepat, dan menghentikannya ketika anak sudah cukup kenyang.
6. Jadi contoh yang baik
Orang tua berperan sebagai role model atau contoh yang baik dalam kebiasaan makan sehat. Anak belajar dari apa yang orang tuanya makan. Jika keluarga terbiasa makan sayur, buah, protein, dan makanan rumahan yang sehat dan bergizi, anak melihat dan diam-diam meniru kebiasaan baik tersebut.
7. Batasi gula dan garam, dan makanan ultra-proses
Salah satu inidikasi makanan sehat adalah tidak banyak mengandung gula dan garam. Karena itu batasi gula dan garam pada menu makanan anak maupun makanan keluarga lainnya. Agar kebiasaan baik ini terlatih sejak dini. Termasuk batasi makanan ultra-proses yang tidak baik untuk tumbuh kembang anak.
Mums, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menanamkan kebiasaan makan sehat pada anak. Membiasakan makan sehat sejak dini bukan berarti membuat menu anak harus selalu sempurna. Yang terpenting adalah konsisten menawarkan makanan yang bervariasi, bergizi, aman, dan menciptakan hubungan yang positif dengan makanan.
Membangun kebiasaan makan sehat sejak dini bukan berarti memaksa anak menyukai semua makanan sehat. Melainkan memberikan paparan berulang, menyediakan pilihan bergizi, menciptakan suasana makan yang positif, dan memberi kesempatan anak belajar mengenali rasa lapar serta kenyang. Sebab bagi anak-anak, kegiatan makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi harian, melainkan juga memastikan tumbuh kembangnya berjalan maksimal.
Referensi :
Appetite. (2025). The prospective associations between parental feeding practices and fruit & vegetable consumption in young children aged 1–6 years: A systematic review


