Di masa awal kelahirannya, bayi rentan mengalami gangguan kesehatan karena sistem organ tubuhnya masih berkembang. Salah satunya masalah penglihatan. Ada sejumlah kelainan mata bayi yang sering terjadi.
Tanda-tanda umum kelainan mata bayi baru lahir meliputi fokus yang buruk, air mata berlebihan, dan gerakan mata yang tidak biasa. Kabar baiknya, ini bukan kondisi kesehatan yang serius dan dapat diobati dengan perawatan medis yang tepat.
Jenis-jenis kelainan mata bayi
Penglihatan jadi salah satu masalah yang muncul di fase awal kelahiran seorag bayi. Kelainan mata bayi (congenital eye diseases) berasal dari beberapa hal, di antaranya gangguan perkembangan saat janin, faktor genetik, maupun prematuritas. Ketiga hal ini, menurut jurnal PMC (2025) jadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan anak jika tidak ditangani sedini mungkin. Karena itu deteksi dini dan terapi cepat akan memberikan hasil penglihatan yang jauh lebih baik.
Kelainan mata bayi juga terjadi karena ia butuh waktu dan proses adaptasi dengan dunia barunya. Sehingga muncullah problem penglihatan pada bayi. Berikut ini jeni-jenis kelainan mata bayi yang sering terjadi dan terapi yang dibutuhkan :
1. Konjungtivitis atau mata merah
Disebabkan oleh infeksi virus atau saluran air mata yang tersumbat. Gejala yang ditimbulkan seperti sebagian putih mata berwarna merah, kelopak mata bengkak, air mata berlebihan, munculnya cairan seperti nanah berwarna kuning.
Terapinya, berikan tetes mata antibiotik yang diresepkan dokter, lakukan pijat hangat, bersihkan dengan air garam hangat.
2. Amblyopia atau 'mata malas'
Dikenal juga dengan istilah lazy eyes, mata malas ini adalah kondisi di mana satu mata memiliki fokus lebih besar daripada mata lainnya. Hal ini disebabkan oleh hal-hal seperti kilatan kamera atau lampu sorot terang yang mengaburkan penglihatan.
Gejala yang ditimbulkan di antaranya mata yang bergerak-gerak tidak beraturan, kurangnya persepsi kedalaman. Terapinya mudah saja, yaitu dengan bantuan kacamata, tetes mata, atau lensa kontak jika dideteksi sejak dini. Kunjungi dokter mata untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat.
3. Glaukoma Infantil
Glaukoma infantil adalah kondisi langka namun serius. Kondisi serius di mana cairan di mata tidak mengalir dengan benar, sehingga meningkatkan tekanan dan berpotensi merusak saraf optik.
Gejalanya air mata berlebihan, sensitivitas terhadap cahaya, kornea membesar atau keruh. Terapi yang dibutuhkan yaitu tindakan operasi untuk memperbaiki drainase cairan di mata. Selain itu tetes mata atau obat untuk mengurangi tekanan mata.
4. Strabismus
Istilah populer untuk strabismus ini adalah mata juling. Terjadi ketika mata bayi tidak sejajar dan tidak bekerja bersama dengan benar, menyebabkan satu atau kedua mata mengarah ke arah yang berbeda. Gejalanya meliputi mata tampak tidak sejajar, sering menyipitkan mata atau menutup salah satu mata, juga koordinasi mata yang buruk.
Terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi strabismus ini, pada anak-anak yang lebih besar dengan menggunakan penutup mata atau kacamata yang berfungsi memperkuat otot mata yang lemah. Latihan mata atau terapi penglihatan, hingga operasi untuk memperbaiki kesejajaran mata.
5. Katarak kongenital
Kelainan mata bayi yang satu ini terjadi ketika lensa mata keruh sejak lahir. Ditandai dengan pupil putih (white reflex). Jika tidak ditangani segera, bisa menyebabkan kebutaan. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan operasi pengangkatan katarak secepat mungkin. Dilanjutkan dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak, dan terapi penglihatan.
6. Glaukoma kongenital
Tekanan bola mata tinggi sejak bayi. Gejalanya mata besar (buphthalmos), sensitif cahaya, air mata berlebih. Terapi yang bisa dilakukan dengan reperasi, juga penggunaan obat penurun tekanan mata.
7. Retinopathy of Prematurity (ROP)
Kelainan mata bayi yang satu ini terjadi pada bayi premature. Pembuluh darah retina tumbuh abnormal. Kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan jika berat. Terapi yang bisa dilakukan dengan menggunakan laser retina, suntikan anti-VEGF, dan operasi jika kondisi ini berlanjut.
8. Retinal dystrophy
Kondisi ini dikenal dengan kelainan genetik retina, yaitu gangguan fungsi retina sejak bayi. Hall ini banyak terkait dengan mutasi gen. Terapi terbaru untuk kelainan mata bayi ini berupa gene therapy dan terapi suportif.
Tips mencegah kelainan mata bayi lebih berat
Untuk meminimalisir masalah lanjutan atau mencegah kondisi yang lebih buruk dari problem kelainan mata pada bayi, ada beberap langkah yang bisa orang tua lakukan, di antaranya :
1. Gunakan lampu redup
Salah satu ide yang baik adalah mendekorasi kamar bayi dengan lampu redup dan mengubah posisi tidur bayi untuk mendorong bayi melihat sekeliling.
2. Mainan gantung
Untuk mengembangkan penglihatan bayi, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan mainan gantung di buaian yang dapat membuat bayi melatih fokusnya.
3. Berbicara dengan bayi
Terus mengajak bayi berbicara dan menatap matanya. Selain itu terus berbicara kepada bayi dari arah yang berbeda sehingga ia tahu bahwa ada seseorang di dekatnya dan ia terus menerus mengubah pandangannya.
4. Memberi ASI dua sisi bergantian
Berikan ASI secara bergantian dari payudara kanan dan kiri, hal ini bukan hanya baik untuk produksi ASI itu sendiri, melainkan juga membantu bayi fokus pada objek dari sudut yang berbeda.
5. Berkeliling
Ajak bayi ke tempat-tempat seperti taman atau pusat perbelanjaan dan arahkan perhatiannya ke berbagai atraksi untuk membantu mempertajam penglihatan si Kecil.
Mums, itulah jenis-jenis kelainan mata bayi dan cara mengatasinya. Segera ke dokter mata anak jika bayi menunjukkan salah satu dari kondisi berikut ini : pupil terlihat putih, tidak fokus melihat, mata juling menetap, sering berair terus-menerus, dan sensitif cahaya berlebihan. Karena itu pemeriksaan mata bayi sejak dini sangat penting.
Referensi :
PMC. 2025. A Comprehensive Review of Congenital Eye Diseases in Pediatrics: Etiology, Diagnosis, and Management.


