Setelah melewati trimester 2 yang relatif nyaman dan terkendali, kini bumil masuk ke periode kehamilan trimester 3 atau tahap akhir menjelang persalinan. Di tahap inilah berbagai keluhan mulai dirasakan. Salah satunya keputihan saat hamil trimester 3.
Berbagai keluhan muncul karena semakin bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin yang bertambah, dan rahim yang makin membesar. Tubuh beradaptasi dengan kondisi tersebut sehingga semua organ ikut terdampak.
Berbagai keluhan saat hamil trimester 3
Kehamilan yang semakin membesar di trimester 3 memang memberikan konsekuensi pada tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Adaptasi tubuh membuat berbagai keluhan muncul tanpa diminta.
Kabar baiknya, keluhan tersebut bisa diatasi dengan berbagai langkah atau strategi sederhana. Walaupun tidak sepenuhnya tuntas, setidaknya membuat ibu hamil sedikit lebih nyaman dengan berkurangnya keluhan tersebut.
Berikut ini berbagai keluhan umum yang dirasakan saat hamil trimester 3 dan cara mengatasinya:
1. Keputihan
Progesteron mencapai tingkat tertingginya pada trimester ketiga, inilah yang membuat keputihan saat hamil trimester 3 lebih kental dari biasanya. Semakin dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran, warnanya mungkin berubah, mungkin lebih lengket, seperti lendir.
Cara terbaik untuk mengatasi keputihan saat hamil adalah dengan menjaga kebersihan area genital. Gunakan celana dalam berbahan katun, hindari celana ketat atau stoking, serta produk seperti sabun dan semprotan beraroma. Jika menggunakan pantyliner, hindari yang beraroma atau berparfum. Hindari tampon dan cairan pembersih vagina, karena memasukkan apa pun ke dalam vagina selama kehamilan dapat meningkatkan risiko infeksi.
2. Ruam di Perut
Ibu hamil dapat mengalami ruam merah dan gatal yang dimulai di perut dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Untuk meredakannya, oleskan krim kulit atau lotion yang aman untuk ibu hamil agar mencegah kulit kering, yang memperburuk rasa gatal. Selain itu, Mums bisa meletakkan handuk dingin pada area ruam. Jangan lupa untuk kenakan pakaian yang sejuk dan ringan.
3. Sembelit
Keluhan umum ibu hamil yang satu ini terjadi karena hormon kehamilan yang mengendurkan otot polos sehingga mengurangi kerja sistem pencernaan untuk mengolah makanan. Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, sembelit menyebabkan rasa sakit saat BAB dan ketidaknyamanan. Mengejan juga meningkatkan risiko lain seperti wasir atau otot tertarik di daerah panggul.
Mums dapat mengatasi sembelit saat hamil dengan cara meningkatkan asupan serat menjadi 25-30 gram setiap hari. Serat menyerap air dan menambah volume tinja, membuatnya lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Sumber serat alami meliputi kacang-kacangan, oatmeal, biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran. Selain itu, pastikan bumil tetap terhidrasi dengan minum 10-12 gelas air sehari.
Tetap aktif dengan beryoga, berenang, atau hanya berjalan kaki yang dapat membantu melancarkan BAB. Jika cara-cara ini tidak membantu, bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan mengonsumsi obat pencahar untuk meringankan sembelit tersebut.
4. Susah tidur
Sebuah studi yang dimuat dalam PMC (2024) melaporkan 46-89% gangguan tidur pada ibu hamil, termasuk terbangun berkali-kali di malam hari yang dapat menurunkan kualitas tidur. Keluhan susah tidur menjadi keluhan paling umum yang dirasakan selama kehamilan.
Cara mengatasinya:
Mengubah posisi tidur. Disarankan ibu hamil tidur miring dengan bantal atau handuk yang digulung di antara kaki sebagai penyangga untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Kenakan pakaian longgar dan nyaman
Hindari minum terlalu banyak sebelum tidur
Tidur siang singkat (misalnya 20 menit) karena tidur siang yang lebih lama dapat mengganggu pola tidur dan memperburuk insomnia.
5. Perut terasa kencang
Rasa kencang di perut bumil pada akhir kehamilan bisa menjadi tanda persalinan. Namun, tidak selamanya demikian, bisa jadi itu hanya kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Penyebab lain perut kencang selama kehamilan trimester 3, di antaranya gerakan janin dan makan berlebihan yang dapat mempersempit ruang di perut.
Jika sensasi kencang di perut cukup ringan dan bikin tidak nyaman, lakukan beberapa cara mudah berikut ini; ubah posisi karena beberapa posisi dapat memicu kontraksi palsu. Gerakkan tubuh atau berbaring untuk melihat apakah sensasi kencang hilang. Dehidrasi terkadang dapat memicu kontraksi palsu. Karenanya minumlah air dan beristirahatlah sejenak. Mandi dengan air hangat akan membantu merilekskan otot-otot yang pegal dan lelah.
6. Sakit punggung
Kehamilan yang semakin besar memberi tekanan yang besar pula pada punggung bagian bawah. Hal ini membuat otot punggung lelah dan mengubah postur tubuh jadi cenderung lebih condong ke depan atau ke satu sisi. Selain itu, rahim yang membesar juga meregangkan otot perut, melemahkannya dan menambah tekanan pada punggung bagian bawah.
Kabar baiknya, banyak strategi yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dan bahkan mencegah nyeri punggung bagian bawah selama trimester ketiga. Di antaranya:
Peregangan dan latihan kekuatan dengan yoga prenatal yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan pinggul dan kaki
Memperbaiki postur dan dukungan serta mengurangi tekanan pada punggung bagian bawah. Peregangan akan mengurangi ketegangan pada otot punggung.
Berenang dapat membantu menopang berat bayi dan mengurangi beban pada persendian, termasuk punggung. Air juga dapat memberikan efek relaksasi dan pendinginan.
Saat berdiri, tekuk lutut untuk lebih mengaktifkan otot kaki dan menjaga bumil tetap tegak.
Hindari berada dalam satu posisi untuk waktu yang lama.
Kenakan sepatu yang nyaman.
Saat berbaring, gunakan bantal untuk menopang perut dan kaki. Berbaringlah di sisi kiri karena meningkatkan aliran darah yang merata ke seluruh tubuh dan mendorong aliran darah ke plasenta. Ini juga mengurangi tekanan bayi pada tulang belakang, pembuluh darah utama, dan saraf.
Mums, itulah beberapa keluhan umum kehamilan trimester 3 dan cara mengatasinya secara mandiri di rumah. Apa pun bentuk keluhannya, selama bersifat ringan dan sementara, biasanya bisa hilang atau berkurang.
Namun, jika keluhan tersebut berlanjut, apalagi semakin berat, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak membahayakan kehamilan.
Referensi :
PMC. 2024. Factors affecting poor sleep quality in last trimester pregnant woman: a cross-sectional research from Turkey


