Anak Gampang Jijik karena Gangguan Pemrosesan Sensori

Sabtu, 10 Januari 2026 10:35 WIB

Melatih sensori taktil anak
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Bukan manja atau drama, ketika ada anak gampang jijik terhadap sesuatu. Bisa jadi ia mengalama yang disebut tactile defensiveness atau hipersensitivitas taktil. Sebuah kondisi di mana ia mengalami gangguan pemrosesan sensori (Sensory Processing Disorder). 


Anak gampang jijik memang tidak akan merasa terganggu saat menyentuh benda tertentu, memakai pakaian tertentu, bermain pasir, memegang cat, atau mencoba makanan dengan tekstur tertentu. Karena terlihat berlebihan makanya anak gampak jijik sering disebut berlebihan dan manja. Padahal kondisinya tidak sesederhana itu. 

Penyebab Anak Gampang Jijik

Penelitian di American Journal of Ocupational Therapy menyatakan, sensitivitas taktil yang defensif biasanya diatasi dengan terapi okupasi, biasanya inilebih sering terjadi pada anak disabilitas.

Anak dengan gangguan pemroses memori atau SPD ini cenderung takut, menghindar atau sangat terganggu oleh berbagai pengalaman sentuhan sehari-hari. Padahal tidak mungkin tidak menyentuh sesuatu setiap saat. 


Akibatnya anak gampang jijik ini seing menolak aktivitas bermain sensorik, tidak nyaman dalam situasi

Kasih Saran, Yuk!