Screen time atau penggunaan layar baik dari gadget, komputer, laptop, maupun televisi. Segala sesuatu yang berlebihan pasti berdampak buruk, termasuk dalam hal screen time anak. Salah satu dampaknya ialah obesitas pada anak yang kini makin mudah ditemukan.
Ketika anak lebih banyak diam di depan layar, tidak melakukan aktivitas fisik, maka obesitas menjadi salah satu ancaman paling nyata. Karena nafsu makannya meningkat lantaran paparan iklan dari gadget yang dilihatnya.
Lalu, apa saja dampak buruk lainnya? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Waspada, ini dampak buruk screen time anak
American Academic of Pediatrics menekankan, screen time tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Dan untuk anak-anak yang lebih besar, screen time yang dianjurkan tidak lebih dari 1-2 jam sehari.
Pertanyaannya, sudahkah rekomendasi ini dilakukan oleh para orang tua? Sebab faktanya, tidak sedikit anak yang mengalami berbagai masalah tumbuh kembang, baik fisik, psikis maupun kognitif akibat screen time anak berlebihan.
Selain obesitas, berikut ini bahaya berlebihannya screen time anak yang perlu Mums ketahui:
1. Gangguan tidur
Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton layar, semakin besar kemungkinan anak-anak mengalami gangguan tidur. Tidur larut malam, siangnya mengantuk. Kurang tidur tidak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga meningkatkan kebiasaan ngemil. Hal ini berkaitan dengan obesitas pada anak.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Daily (2024) menemukan bahwa screen time yang tinggi pada anak usia prasekolah berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, serta meningkatnya masalah perhatian dan emosi. Selain itu, paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Penggunaan layar sering membuat anak menunda waktu tidur.
2. Gangguan perilaku
Anak dengan screen time berlebihan cenderung mengalami masalah emosional, sosial, dan perhatian. Selain itu, paparan kekerasan dalam acara TV, film, dan media sosial, maupun games, dapat membuat anak-anak menjadi agresif dan kurang peka terhadap kekerasan. Akibatnya, perilaku kekerasan dianggap sebagai cara normal untuk menyelesaikan masalah.
3. Kurang waktu bermain
Anak lebih lama bermain dengan layar ketimbang bermain aktif dan kreatif di luar ruangan bersama teman sebaya, sehingga interaksi sosialnya sangat minim. Hal ini dapat mengakibatkan kreativitas dan keterampilan sosialnya berkurang.
4. Penurunan prestasi akademik
Penggunaan layar yang berlebihan dapat berdampak negatif pada prestasi sekolah, terutama jika ponsel atau komputer digunakan sebagai pengalih perhatian dari sekolah dan pekerjaan sekolah.
5. Gangguan fokus dan perhatian
Menatap layar TV, melihat video bergerak cepat dari layar gadget, bikin anak mengalami masalah perhatian dan fokus ketika mereka tidak menonton layar karena sifat layar atau gadget yang satu arah. Dikutip dari Medium (2025), survei yang dilakukan Yahoo menunjukkan bahwa rentang perhatian rata-rata Generasi Z (anak yang lahir antara tahun 1997 dan 2012) hanya 8 detik.
Pada generasi sebelumnya, orang-orang menghabiskan hari-hari mereka membaca koran, buku, dan menonton film panjang berdurasi tiga jam. Namun, saat ini, kita bangun karena alarm dan langsung membuka ponsel, menggulirkan cuplikan dan video pendek yang hanya berdurasi 10 hingga 20 detik. Akibatnya, fokus pada konten berdurasi panjang seperti buku, artikel, atau ceramah, menjadi semakin sulit.
6. Gangguan bicara (speech delay)
Gangguan bicara atau speech delay pada anak merupakan salah satu bahaya menonton televisi secara berlebihan. Speech delay adalah kondisi ketika anak mengalami keterlambatan atau belum mampu berbicara di usia yang seharusnya sudah mampu berbicara.
Hal ini terjadi karena televisi dan gadget tidak memiliki interaksi dua arah. Padahal anak memerlukan interaksi langsung dengan lingkungan sosialnya untuk melatihnya berbicara.
Cara mengurangi screen time anak
Jika anak sudah mengalami salah satu atau lebih dari satu dampak buruk dari screen time berlebihan tersebut, orang tua jangan berdiam diri. Lakukan beberapa langkah mengurangi durasi screen time anak menjadi lebih proporsional sesuai rekomendasi ahli berikut ini:
1. Jauhkan TV dan gadget dari kamar tidur
Jangan pernah meletakkan TV dalam kamar anak. Jauhkan TV, komputer, dan ponsel dari kamar tidur karena ini bikin anak menonton terus-menerus, bahkan di waktu tidur sekalipun. Letakkan TV dan komputer di area umum seperti ruang tamu, ruang keluarga, sehingga orang tua bisa memantau situs atau tayangan yang dilihat anak.
2. Jangan makan di depan layar
Membiarkan anak makan atau ngemil di depan perangkat elektronik hanya akan menambah durasi screen time anak. Kebiasaan ini juga mendorong kebiasaan mengunyah tanpa sadar, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
3. Tonton bersama anak
Sebisa mungkin, tonton program bersama dan bicarakan tentang apa yang Mums lihat, seperti nilai-nilai keluarga, kekerasan, atau penyalahgunaan narkoba. Jika Mums melihat iklan makanan cepat saji, jelaskan bahwa hanya karena ada di TV bukan berarti itu baik untuk si Kecil.
4. Tetapkan batasan screen time
Buat batasan screen time anak, misalnya tidak ada screen time sebelum sekolah dan sebelum tidur. Maksimal 1-2 jam per hari screen time hanya untuk hiburan. Terapkan aturan ini secara konsisten agar anak terbiasa dengan pola penggunaan screen time yang sehat.
5. Berikan aktivitas menarik
Anak tidak akan menyentuh gadget jika aktivitas lainnya menarik minatnya. Aktivitas menyenangkan yang mampu mengalihkan anak dari serbuan gadget di antaranya membaca buku cerita, menggambar atau kerajinan tangan, permainan konstruksi, bermain musik, bermain bersama keluarga. Untuk balita, Mums dapat memberikan mainan edukatif sesuai dengan usianya agar anak dapat teralihkan dari gadget.
Mums, itulah dampak buruk screen time anak dan cara mengatasinya. Kunci dari semua aturan itu adalah teladan atau contoh yang baik dari orang tua. Sebab anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jadi penting bagi orang tua untuk bijak bermain gadget, penggunaan teknologi yang seimbang akan membuat tumbuh kembang si Kecil tidak terguncang oleh paparan gadget berlebihan.
Screen time anak tidak bisa dicegah, yang bisa dilakukan orang tua adalah menetapkan batasan yang jelas, menyediakan alternatif aktivitas menarik, dan mendampingi si Kecil dalam screen time hariannya. Usahakan agar teknologi yang digunakan bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, bukan sebaliknya. Tonton video di bawah ini agar Mums dapat memiliki gambaran yang tepat soal memberikan gadget pada anak.
Referensi
Science Daily. 2024. Too much screen time can reduce sleep quality in preschool-age children, making behavioral problems worse.
Medium.com (2025). The 8 Seconds Era — Attention Span Ft GenZ and GenAlpha


