Bukan hanya mengganggu, suara keras bisa merusak pendengaran anak. Anak takut suara keras biasanya terjadi secara spontan. Misalnya dentuman atau suara yang sangat keras seperti petasan, kembang api, tembakan. Tetapi bisa jadi itu adalah suatu gangguan yang disebut hiperakusis.
Hiperakusis adalah gangguan pendengaran yang menyebabkan seseorang menjadi sangat sensitif dan tidak dapat mentoleransi suara-suara sehari-hari yang dianggap normal oleh orang lain, sehingga suara tersebut terdengar terlalu keras, menyakitkan, atau mengganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada telinga, sakit kepala, kecemasan, stres, serta kesulitan dalam menjalani aktivitas harian dan bersosialisasi.
Baca juga: Anak Takut saat Bertemu Orang Lain, Mums Harus Apa?
Apa itu Hiperakusis?
Hiperakusis adalah gangguan pendengaran langka di mana suara yang dianggap normal oleh orang lain terasa keras dan tidak nyaman—dan seringkali tak tertahankan. Kondisi ini juga disebut sebagai penurunan toleransi suara. Anak dengan pendengaran normal menerima berbagai macam suara dengan tingkat kenyaringan yang berbeda-beda. Sebaliknya,


