Di sela-sela percakapan sehari-hari atau dalam obrolan santai sekalipun, kata-kata atau kalimat Islami seperti tabarakallah, masyaallah tabarakallah, allahumma barik sangat sering diucapkan dalam berinteraksi.
Ketiga kalimat yang sering didengar dan diucapkan ini memiliki makna dan konteks yang berbeda-beda.
Sebelum mengajarkannya pada Si Kecil, pastikan Mums mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, kapan kalimat tersebut digunakan sesuai aturan Islam.
Arti Bacaan Allahumma Barik, Tabarakallah, dan Masyaallah Tabarakallah
Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa bacaan yang dapat diamalkan ketika melihat anak, memuji kebaikannya, atau memohon perlindungan untuknya. Di antaranya adalah Allahumma barik, Tabarakallah, dan Masya Allah Tabarakallah.
Tiga kalimat positif sebagai ungkapan rasa syukur atau kekaguman tersebut menjadi pengingat bahwa sudah seharusnya untuk selalu bersyukur setiap saat. Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Applied Positive Psychology (2023) menunjukkan bahwa latihan bersyukur meningkatkan kesejahteraan, meski efek rata-ratanya relatif kecil dan dapat bervariasi antarbudaya.
Secara psikologis, mengungkakan rasa syukur dapat menjadi cara untuk menyadari hal-hal yang bernilai dalam hidup, pencapaian, maupun ekspresi kebahagiaan.
Berikut ini arti dan konteks bacaan allahumma barik, tabarakallah, dan masyaallah :
1. Allahumma Barik
(اللَّهُمَّ بَارِكْ)
Bacaan latin: Allahumma barik.
Arti: "Ya Allah, berkahilah ia/anak ini."
Ini merupakan doa khusus yang dipanjatkan kepada Allah agar Dia memberikan keberkahan pada anak tersebut. Bentuk permohonan kepada Allah agar memberikan keberkahan kepada seseorang atau sesuatu. Ketika melihat anak yang menggemaskan, sehat, atau memiliki pencapaian yang membanggakan, orang tua dapat mengucapkan Allahumma barik sebagai doa agar kebaikan tersebut diberkahi Allah.
Bacaan ini juga bisa dilengkapi dengan menyebutkan orang yang didoakan.
Allahumma barik lahu untuk anak laki-laki, atau Allahumma barik laha untuk anak perempuan.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah dia.”
Mums, perlu diketahui, Allahumma barik merupakan doa umum, bukan bacaan khusus yang hanya boleh diucapkan ketika melihat anak.
2. Tabarakallah
(تَبَارَكَ اللَّهُ)
Latin : Tabarakallah
Arti: "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya" atau "Maha Suci Allah."
Kalimat ini umumnya diucapkan dalam konteks untuk mendoakan keberkahan pada anak atau suatu objek yang sedang dilihat.
Kata tabāraka digunakan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an untuk mengagungkan Allah, misalnya QS. Al-Furqan ayat 1 dan QS. Al-Mulk ayat 1.
Ungkapan Tabarakallah secara umum bermakna pengagungan terhadap Allah yang Mahaberkah. Dalam percakapan sehari-hari, ungkapan ini kerap digunakan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan.
Namun, perlu dibedakan: penggunaan kata tabāraka dalam Al-Qur'an tidak otomatis berarti gabungan Masya Allah Tabarakallah merupakan satu formula khusus yang diwajibkan setiap kali melihat anak.
3. Masyallah Tabarakallah
Masya Allah Tabarakallah: Mengungkapkan Kekaguman Sambil Mengingat Allah
مَا شَاءَ اللَّهُ تَبَارَكَ اللَّهُ
Bacaan latin: Masya Allah tabarakallah.
Artinya: “Apa yang Allah kehendaki, terjadilah. Mahasuci dan Mahaberkah Allah.”
Menurut tafsir Quran.com QS. Al-Kahfi ayat 39
Allah berfirman:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin : Masya Allah, la quwwata illa billah.
Artinya: “Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud. Tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Ayat ini terdapat dalam kisah pemilik kebun yang diingatkan agar tidak membanggakan kekayaannya dan mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah.
Dari ayat tersebut memiliki relevansi dengan kebiasaan mengucapkan kalimat masyaallah tabarakallah yang sering digunakan orang tua ketika melihat kebaikan, pencapaian anak, maupun hal-hal yang membahagiakan terkait tumbuh kembang anak.
Misalnya, anak tumbuh sehat, mulai berjalan, atau menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Selain itu, mengucapkan kalimat Masya Allah dapat menjadi pengingat untuk senantiasa bersyukur dan tidak menganggap semua pencapaian semata-mata hasil usaha manusia, melainkan ada campur tangan atau kehendak Allah di dalamnya.
Makna dari kalimat tabarakallah sendiri memiliki arti pengagunan terhadap Allah yang Mahaberkah. Kedua kalimat atau susunan kalimat ini memiliki makna dan filosofi yang baik. Hanya saja tidak ada aturan yang baku bahwa keduanya harus diucapakan secara bersama-sama atau digabungkan dalam satu bacaan. Bisa juga diucapkan secara terpisah, tanpa mengurangi maknanya.
Mums, ketiga kalimat tersebut dapat dikenalkan kepada orang tua sebagai bagian dari kebiasaan bersyukur, memuji Allah, dan mendoakan kebaikan bagi anak. Dasar keagamaannya perlu dijelaskan melalui Al-Qur'an dan hadis.
Sebagai orang tua sudah seharusnya mengekspresikan rasa syukur dengan mengucapkan ketiga kalimat tersebut. Selain sebagai ungkapan rasa syukur secara pribadi, kebiasaan baik ini juga mengajarkan pada Si Kecil untuk melakukan hal yang sama sedini mungkin. Agar ia tumbuh menjadi anak yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT untuknya.
Referensi :
International Journal of Applied Positive Psychology (2023). The Effect of Expressed Gratitude Interventions on Psychological.
Quran.com. QS. Al Kahfi ayat 39


