Bedakan Flu, Batuk Pilek Biasa, atau Infeksi Pernapasan Serius pada Anak

Selasa, 6 Januari 2026 17:54 WIB

Anak sedang sakit

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Saat anak mengalami sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan demam, banyak orang tua langsung bingung: apakah ini hanya pilek biasa, flu, atau infeksi virus lain seperti RSV atau COVID-19? Kebingungan ini wajar, karena semua penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan, sama-sama menular, dan memiliki gejala yang mirip.


Meski terlihat serupa, setiap infeksi memiliki tingkat keparahan, risiko komplikasi, serta penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali perbedaannya agar dapat mengambil langkah yang tepat.


Menurut sebuah studi yang dimuat dalam International Journal of Infection Disease, bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah merupakan kelompok risiko tinggi terhadap dampak infeksi influenza yang parah. Mereka ini harus menjadi target imunisasi infuenza rutin.

Flu pada anak, batuk pilek biasa


Tahukah Mums, ada lebih dari 200 jenis virus penyebab infeksi saluran pernapasan ringan yang terjadi pada anak maupun orang dewasa. Seperti rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus musiman. Gejala pilek biasanya berkembang secara bertahap dan cenderung ringan, meliputi:


  • Tenggorokan terasa gatal atau sakit ringan

  • Hidung berair atau tersumbat

  • Bersin

  • Batuk ringan hingga sedang

  • Demam jarang terjadi, dan bila ada biasanya ringan


Anak yang pilek umumnya masih tampak aktif, nafsu makan relatif baik, dan tingkat energi tidak banyak berubah. Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis pilek biasa. Penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya seiring sistem imun anak melawan virus. Pengobatan difokuskan pada kenyamanan, seperti istirahat cukup dan asupan cairan.


Sementara itu langkah pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan, menutup mulut saat batuk dan bersin, serta menghindari kontak dengan orang sakit.


Flu (Influenza) pada Anak


Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami flu atau influenza, apalagi dengan maraknya kasus superflu belakangan ini. Flu pada anak  disebabkan oleh virus influenza A atau B dan umumnya lebih berat dibanding pilek biasa. Gejala flu sering muncul secara tiba-tiba, antara lain:

  • Demam tinggi mendadak, sering disertai menggigil

  • Nyeri otot dan badan

  • Sakit kepala

  • Sakit tenggorokan

  • Batuk dan pilek

  • Kelelahan berat dan kehilangan nafsu makan


Pada beberapa anak, flu juga dapat menyebabkan mual, muntah, diare, atau sakit perut. Flu pada anak dapat dikonfirmasi melalui tes cepat influenza dari usapan hidung atau tenggorokan. Sebagian besar anak dapat sembuh di rumah dengan istirahat dan cairan yang cukup. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk memperpendek durasi dan mengurangi keparahan flu.


Dalam hal ini flu pada anak perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak di bawah dua tahun, seperti pneumonia atau infeksi telinga.


Kabar baiknya, flu pada anak bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi flu tahunan. Cara ini sangat efektif untuk mencegah influenza dan komplikasinya. Tentu saja mesti dibarengi dengan kebiasan hidup sehat seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk sejak dini. 


Infeksi RSV pada Anak


Selain flu pada anak berupa batuk pilek biasa, ada infeksi serius yang perlu diwaspadai yaitu RSV (Respiratory Syncytial Virus). Gejalanya kadang mengelabui layaknya gekala pilek biasa. Namun pada bayi dan balita, RSV dapat berkembang menjadi infeksi serius seperti bronkiolitis atau pneumonia. 


Gejalanya meliputi:

  • Demam

  • Batuk

  • Mengi

  • Napas cepat atau sesak

  • Kesulitan bernapas (retraksi dada)

  • Nafsu makan menurun dan tampak sangat mengantuk


Untuk mendiagnosis RSV ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berdasarkan gejala yang dirasakan si Kecil. Tes cairan hidung dapat dilakukan bila diperlukan. Kabar baiknya, sebagian besar kasus RSV dapat sembuh sendiri, tetapi kasus berat memerlukan perawatan di rumah sakit, termasuk penggunaan oksigen maupun cairan infus.


Karena itu, cegah RSV sebisa mungkin, salah satunya dengan mendapatkan vaksinasi pada ibu hamil, suntikan antibodi RSV untuk bayi berisiko, serta menjaga kebersihan dan membatasi paparan bayi terhadap orang sakit.


Apa pun kondisinya, jika anak mengalami salah satu atau lebih dari gejala berikut ini, maka segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. berikut ini gejala flu pada anak yang perlu diwaspadai dan harus mendapatkan pertolongan medis segera : 

  1. Demam tinggi lebih dari 3 hari

  2. Demam tinggi lebih dari 3 hari

  3. Kesulitan bernapas

  4. Minum sangat sedikit

  5. Lesu, tidak responsif, atau sangat rewel

  6. Gejala memburuk setelah sempat membaik

  7. Demam disertai ruam


Mums, untuk membedakan flu pada anak apakah batuk pilek biasa atau infeksi serius, caranya cukup mudah. Yaitu batuk pilek biasa gejalanya ringan, muncul bertahap, dan jarang demam tinggi. 


Sementara itu, flu pada anak yang mengindikasikan infeksi serius biasanya ditandai dengan gejala berat, muncul mendadak, dan disertai demam tinggi dan nyeri badan. Batuk pilek biasa jarang menyebabkan komplikasi serius, sedangkan flu berisiko menimbulkan pneumonia dan rawat inap.


Walaupun membedakan flu pada anak, batuk pilek biasa atau infeksi serius meman tidak mudah, karena gejalanya saling tumpang tindih. Namun, flu dan infeksi virus tertentu cenderung lebih berat dan muncul mendadak. Jika ragu, pemeriksaan medis dan tes laboratorium dapat membantu menentukan diagnosis yang tepat, sehingga anak mendapatkan perawatan yang sesuai.



Referensi : 

ScienceDirect. The morbidity spectrum of influenza, respiratory syncytial virus, human metapneumovirus and human parainfluenza virus in young children by age and country income level: A systematic review and meta-analysis

Kasih Saran, Yuk!