Jika ada dua balita yang sedang main bareng, celetukan yang sering keluar adalah :
“Itu mainanku!”
“Aku duluan!”
“Kembalikan!!!”
Lalu tangis salah satunya atau bahkan keduanya pun pecah.
Drama berebut mainan di kalangan anak-anak selalu saja terjadi. Jika ditelisik lebih jauh, berebut mainan bukan sekadar masalah barang, tapi soal konsep kepemilikan atau ownership, perasaan, dan aturan sosial.
Kabar baiknya, science punya cara dan ilmu yang bisa diterapkan untuk membantu anak memahami konsep “punyaku” dan “punyamu” secara sehat. Dijamin tidak bikin suasana bermain yang mestinya riang gembira jadi arena debat apalagi jadi ajang baku hantam para bocil ini.
Penyebab anak sering berebut mainan
Penyebab tunggal berebut mainan di kalangan anak-anak itu bernama “konsep kepemilikan” dengan bahasa lugasnya “punyaku” dan “punyamu.” Dalam hubungan sosial konsep kepemilikan itu sangat penting. Sayangnya tidak semua anak memahami hal ini.


