Gen Z dan Tekanan untuk Jadi “Ibu Sempurna"

Selasa, 31 Maret 2026 18:20 WIB

Seorang ibu dari generasi Z
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Menjadi seorang ibu memang tidak pernah selalu mudah. Zaman boleh berganti, teknologi boleh makin canggih, namun setiap masa punya tantangan tersendiri. Inilah yang dihadapi oleh Generasi Z (Gen Z) yang lahir sekitar 1997 -2012 yang kini memasuki fase baru, menikah dan menjadi orang tua. 


Menjadi ibu di era sekarang bukan lagi sekadar menjalani peran alami dalam kehidupan. Bagi Gen Z, menjadi ibu berarti menghadapi kombinasi tekanan sosial, ekspektasi digital, dan tantangan hidup modern yang kompleks. 


Pernikahan di mata Gen Z 


Setiap generasi punya pandangan yang berbeda terhadap pernikahan. Begitu juga oleh Gen Z, baginya pernikahan adalah sesuatu yang mesti dipersiapkan dengan sangat matang dan detail. Itulah sebabnya generasi yang native technology ini cenderung menunda pernikahan, memprioritaskan kestabilan mental dan finansial, hingga berusaha keras mencari hubungan yang sehat dan setara. 


Artinya, bagi Gen Z pernikahan bukan lagi kewajiban sosial, melainkan pilihan sadar. Itulah sebabnya ketika menikah dan Gen Z jadi ibu, mereka harus melakukan semuanya dengan benar, sesuai standar ideal. Mereka tidak ingin gagal

Kasih Saran, Yuk!