Cara Melakukan Pijat Oksitosin untuk Merangsang Kontraksi

Dipublish: Selasa, 9 Desember 2025 08:35 WIB

Diperbarui: Selasa, 14 April 2026 16:00 WIB

Ibu hamil sedang menghitung kontraksi
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Kontraksi persalinan normal bisa terjadi kapan saja, selama usia kehamilan sudah cukup bulan dan bayi siap untuk dilahirkan. Menjelang akhir kehamilan, semua ibu hamil mulai merasa tidak sabar untuk bertemu si kecil. Tidak heran, berbagai metode induksi alami pun sering dicoba, mulai dari berjalan kaki, mengonsumsi makanan tertentu, hingga pijat oksitosin. 


Pijat oksitosin atau yang dikenal dengan istilah stimulasi puting untuk membantu kontraksi, memang lazim dilakukan menjelang persalinan. Bahkan pijat oksitosin cukup populer dilakukan karena terbukti efektif merangsang kontraksi menjelang proses persalinan

Menurut penelitian yang dipublikasikan di International Conference on Public Health, ibu hamil yang menerima pijatan oksitosin selama persalinan mengalami persalinan cepat dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak menerima pijatan oksitosin.

Pijat Oksitosin, Perangsang Kontraksi Melahirkan


Bentuk stimulasi tubuh sangat beragam, salah satunya pijat oksitosin yang digunakan sebagai cara merangsang terjadinya kontraksi kehamilan. Pijat oksitosin merupakan teknik stimulasi lembut pada puting dan areola untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin dari otak. 


Oksitosin adalah hormon yang memiliki berbagai fungsi atak cara kerja, yaitu menstimulasi kontraksi rahim, membantu proses persalinan, memicu let-down reflex saat menyusui, bahkan digunakan dalam bentuk sintetis (Pitocin) untuk induksi persalinan di rumah sakit. 


Karena itulah, banyak ibu hamil mencoba teknik ini untuk membantu kontraksi muncul secara alami. Stimulasi puting memang dapat memicu kontraksi karena meningkatkan hormon oksitosin, tetapi tidak akan bekerja jika kondisi tubuh belum siap melahirkan. Artinya pijat oksitosin akan efektif membantu memicu kontraksi, jika tubuh sudah siap.


Keamanan Pijat Oksitosin 

Mums, walaupun pijat oksitosin memang dapat membantu merangsang kontraksi alami, namun harus diperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku jika akan melakukan pijat oksitosin ini. Tujuannya agar kehamilan tetap sehat dan persalinan berjalan lancar. 


Kabar baiknya, pijat oksitosin relatif aman, jika memenuhi tiga kriteria, yaitu kehamilan berisiko rendah, sudah memasuki usia cukup bulan yaitu 37 minggu atau lebih, dan sudah mendapat izin dari dokter kandungan atau bidan yang merawat. 


Selain itu, pijat oksitosin tidak disarankan bila Mums pernah melakukan operasi Caesar 3 kali atau lebih, posisi bayi sungsang, ada masalah plasenta seperti plasenta previa, juga pada kondisi kehamilan di mana air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak. 


Kondisi lainnya yang tidak dianjurkan untuk melakukan pijat oksitosin adalah mengalami masalah pertumbuhan janin dan memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya. Jadi, pada ibu hamil yang memiliki satu saja bahkan lebih kondisi tersebut, jangan coba-coba melakukan pijat oksitosin. 


Agar Pijat Oksitosin tak Bahayakan Janin 


Tujuan utama dari pijat oksitosin ini adalah merangsang terjadinya kontraksi alami sehingga memudahkan persalinan secara normal. Jangan sampai tujuan ini tidak tercapai bahkan justru membahayakan membahayakan ibu dan janin bila pijat oksitosin dilakukan tidak benar. 


Berikut ini cara aman melakukan pijat oksitosin : 


1. Stimulasi manual 

Dalam hal ini pijat oksitosin dilakukan dengan tangan. Gunakan jari untuk menggulung puting secara lembut, kemudian pijat areola (bagian kulit gelap sekitar puting) dengan durasi setiap sesi sekitar 15 menit. 


2. Gunakan pompa ASI 

Beberapa ahli merekomendasikan hal ini dengan cara memompa kedua payudara sekitar 10 menit, lalu istirahat 10 menit. Kemudian ulangi hingga 2 jam atau sampai kontraksi teratur. 


3. Menggunakan mulut pasangan

Cara ini boleh dilakukan jika pasangan merasa nyaman, dengan teknik yang lembut seperti hisapan bayi.


4. Hindari risiko

Untuk mencegah berbagai risiko yang terjadi, gunakan satu payudara dulu agar kontraksi tidak terlalu kuat. Jangan lupa catat jarak kontraksi. Dan hentikan pijat oksitosin jika jarak kontraksi kurang dari 5 menit sesuai anjuran dokter atau kurang dari 3 menit menurut penelitian. 


5. Hentikan segera 

Pijat oksitosin mesti dihentikan segera bila ada tanda-tanda seperti kontraksi terlalu menyakitkan, kontraksi tidak mereda setelah berhenti pijatan oksitosin, bayi terasa bergerak lebih sedikit, hingga muncul perdarahan atau keluar cairan ketuban. 


Mums, itulah pijat oksitosin yang dapat membantu memicu kontraksi, terutama jika tubuh memang sudah siap untuk melahirkan. Teknik ini bekerja dengan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang menstimulasi rahim.


Namun, pijat oksitosin ini tidak selalu berhasil, hanya aman pada kehamilan risiko rendah, dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah hiperstimulasi rahim. Jika Mums merasa tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda persalinan, pijat oksitosin dapat menjadi pilihan alami untuk membantu kontraksi. Tetapi sebelum melakukan pijat oksitosin, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun bidan. 



Referensi

International Conference on Public Health. Effects of Oxytocin Massage on Labor Duration and Uterine Involution at Independent Midwivery Practice Sri Hastuti Surabaya

Kasih Saran, Yuk!