Mums seharian bekerja dan pulang ke rumah sudah malam, saat si Kecil sudah tidur. Rasanya sedih ya, Mums? Mungkin sempat kepikiran, apakah kelak si kecil bisa tetap dekat dengan ayah dan ibunya? Apakah nanti si kecil akan jadi anak yang tidak percaya diri?
Dikutip dari Universitas Negeri Surabaya (2026), pola asuh berbasis keterikatan (attachment parenting) adalah pendekatan yang menekankan pentingnya hubungan emosional yang erat antara orang tua dan anak. Melalui interaksi yang hangat, orang tua membantu anak merasa dihargai dan dipahami.
Keterikatan yang aman berkembang ketika orang tua merespons dengan tepat terhadap kebutuhan fisik dan emosional anak. Tindakan sederhana seperti menghibur anak ketika mereka sedang sedih, menjaga kontak mata, dan menawarkan sentuhan fisik yang lembut berkontribusi pada rasa aman. Pengalaman-pengalaman ini memungkinkan anak-anak untuk percaya bahwa Mums dan Dads akan hadir dan mendukung di saat dibutuhkan.
Lalu bagaimana membangun ikatan yang aman ini untuk Mums dan Dads yang sibuk? Baca artikel selengkapnya!
Ikatan yang Aman Antara Anak dan Orang Tua
Menurut penelitian di jurnal Emotion (2021), anak-anak yang memiliki ikatan aman pada masa bayi lebih pintar mengekspresikan emosi mereka daripada anak-anak dengan keterikatan tidak aman.
Rasa aman yang terbentuk melalui pola pengasuhan berbasis kedekatan (attachment parenting) memainkan peran penting dalam membentuk kesejahteraan emosional anak.
Anak-anak yang merasa aman secara emosional cenderung mampu menjelajahi lingkungan mereka dengan percaya diri, karena tahu bahwa mereka dapat kembali ke tempat yang aman jika diperlukan. Keseimbangan antara kedekatan dan kemandirian ini mendukung pertumbuhan emosional yang sehat.
Rasa percaya adalah hasil penting lainnya dari kedekatan yang aman. Ketika anak-anak sellau mendapatkan respons yang yang baik, konsisten, dan penuh perhatian dari orang tua, mereka juga akan memiliki persepsi dan harapan positif tentang hubungan. Kepercayaan ini membantu anak-anak membentuk hubungan yang stabil tidak hanya di dalam keluarga tetapi juga kelak dengan teman sebaya dan orang dewasa lainnya.
Intinya Mums, pengasuhan yang mengedepankan kedekatan akan menciptakan fondasi emosional yang kuat yang mendukung perkembangan jangka panjang anak.
Dampak Positif Keterikatan Aman dan Kuat Orang Tua dengan Anak
Tahukah, Mums? Prediktor terbaik untuk melihat bagaimana seorang anak tumbuh dengan baik serta sehat mental dan emosional adalah dengan melihat apakah mereka punya keterikatan yang aman setidaknya dengan satu orang. Misalnya ibu, ayah atau kalau tidak memungkinkan, dengan ornag terdekat yang mengasuhnya.
Anak-anak dengan keterikatan yang aman lebih mungkin mengembangkan hal-hal positif berikut:
- Anak akan tumbuh menjadi anak yang punya rasa ingin tahu besar dan mandiri
- Anak akan memiliki pengaturan emosi yang lebih baik
- Anak memiliki harga diri yang lebih tinggi
- Kemampuan mengatasi stres yang lebih baik
- Mudah berteman dan membangun kelompok dengan teman sebaya sejak usia prasekolah
- Anak mudah menjadi persahabatan di usia praremaja dan remaja
- Memiliki hubungan romantis yang sehat saat dewasa
- Punya kompetensi sosial yang lebih besar
- Punya kualitas kepemimpinan yang lebih baik
- Memiliki hubungan yang lebih bahagia dan lebih baik dengan orang tua dan saudara kandung
- Punya daya tahan yang lebih kuat sebagai orang dewasa
Kedengarannya luar biasa, bukan? Bukankah ini sifat dan keterampilan yang diharapkan semua orang tua akan dikembangkan oleh anak-anak mereka?
Bagaimana Keterikatan Aman Berkembang di Masa Kanak-Kanak
Meskipun tidak ada orang tua yang sempurna, keterikatan aman berkembang di masa kanak-kanak ketika orang tua menerapkan hal-hal berikut:
1. Memenuhi kebutuhan anak
Ketika bayi menangis karena lapar, sudah pasti Mums akan menyusuinya langsung . Ketika anak bermain kotor-kotoran, Mums akan langsung membersihkan dan memandikan. Ketika anak merasa takut, Mums dan juga Dads siap menghibur.
2. Menanggapi dan responsif
Mums harus peka terhadap kebutuhan anak dan merespon cepat ketika anak meminta bantuan, menunjukkan bahwa anak adalah yang terpenting di hidup Mums.
3. Konsistensi
Mums harus secara konsisten memberikan kenyamanan, dukungan, dan perhatian yang si Kecil butuhkan sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman.
4. Membiarkan eksplorasi
Mums harus mendorong si Kecil untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya, dan meyakinkan kalau Mums akan ada di sana jika ia membutuhkan Mums. Ini akan menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri.
5. Berkomunikasi secara efektif
Mums hadir saat si Kecil mencoba berkomunikasi dengan bahasa mereka. Misalnya menanggapi dengan isyarat verbal dan nonverbal, mengajarkan cara menyatakan pikiran dan emosi anak secara efektif.
Kesibukan bukan berarti orang tua kehilangan kesempatan untuk dekat dengan anak. Yang paling dibutuhkan anak bukan selalu waktu yang panjang, tetapi kehadiran yang hangat, perhatian yang tulus, dan momen kecil yang konsisten setiap hari. Mulai dari mendengarkan cerita anak sebelum tidur, makan bersama, hingga pelukan sederhana, semua bisa membantu membangun ikatan yang aman dan membuat anak merasa dicintai. Karena pada akhirnya, hubungan yang kuat antara orang tua dan anak tumbuh dari kualitas kebersamaan, bukan sekadar banyaknya waktu bersama.
Referensi:
Universitas Negeri Surabaya. 2026. Attachment Parenting as the Foundation for Building Secure Emotional Bonds in Children.
Emotion. 2021. Secure Attachment in Infancy Predicts Context-Dependent Emotion Expression in Middle Childhood


