Kehamilan bukan sekadar keinginan atau impian semata, melainkan sebuah persiapan panjang yang mesti dilakukan oleh para calon orang tua. Karena itu, sebelum kehamilan benar-benar terwujud, ada sejumlah hal yang mesti dilakukan. Tujuannya tentu saja agar kehamilan berjalan lancar tanpa kendala, tanpa komplikasi. Ibu sehat, bayi pun sehat.
Beberapa hal yang perlu dipastikan atau dilakukan sebelum membuat program hamil adalah memastikan Mums dan Dads punya visi dan misi yang sama tentang keluarga atau hadirnya seorang anak. Ini justru persiapan paling penting, karena nanti komitmen ini akan menentukan bagaimana pembagian tugas dan tanggung jawab bersama saat memiliki anak.
Persiapan lainnya tentu saja pemeriksaan kesehatan pasangan, istri dan suami harus memeriksakan kesehatannya. Lantas apa lagi yang harus dipersiapkan? Simak artikel berikut!
Checklist Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Hamil
Salah satu impian terbesar setelah menikah adalah memiliki anak. Keinginan setiap pasangan usia subur untuk memperoleh keturunan ini, memang sangat bervariasi. Ada yang mudah, hamil secara alami tanpa lama, sebaliknya ada yang sulit bahkan harus melakukan berbagai proses pemeriksaan medis dan kehamilan berbantu.
Mums, kehamilan merupakan proses panjang yang butuh persiapan. Baik fisik maupun mental. Karena itu ada beberapa hal yang mesti dilakukan sebelum hamil. Agar kehamilan yang diimpikan dapat berjalan lancar hingga melahirkan.
Terkait hal ini, Campbell Systematic Reviews (2023) menyebutkan bahwa preconception care atau intervensi sebelum terjadinya konsepsi atau kehamilan, termasuk edukasi, suplementasi asam folat, dan zat besi, berhubungan dengan penurunan anemia serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Hal ini terbukti meningkatkan kesehatan ibu sebelum konsepsi, membantu mengidentifikasi faktor risiko, mengoptimalkan penyakit kronis, status gizi, vaksinasi, dan penggunaan obat sehingga dapat memperbaiki luaran kehamilan.
Berikut ini checklis yang perlu dilakukan sebelum hamil :
1. Ciptakan hubungan sehat
Awal dari perencanaan kehamilan adalah terciptanya hubungan yang sehat dan saling mendukung. Baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini sangat penting sebelum hadirnya Si Kecil. Jadi, siapkan dulu rumah yang hangat dan hubungan yang sehat.
2. Jaga kesehatan
Jika Mums sedang promil, pastikan menjaga kesehatan dengan baik. Sebab menjaga kesehatan yang baik sebelum memutuskan untuk hamil, sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh selama kehamilan. Dari tubuh yang sehat, kehamilan yang sehat akan terwujud.
3. Usia produktif
Bagi calon ibu hamil, usia bukan hanya angka. Melainkan jadi faktor penting yang menentukan keberhasilan dan kesehatan kehamilan itu sendiri. Usia produktif bagi wanita antara 18 hingga 35 tahun.
4. Ketahui riwayat kesehatan
Hal ini sangat penting untuk mewujudkan kehamilan yang sehat. Juga mengidentifikasi faktor risiko yang menghambat kehamilan. Dengan pemeriksaan kesehatan dan perawatan yang optimal, maka peluang kehamilan akan lebih besar.
5. Terapkan pola hidup sehat
Pola hidup sehat berawal dari pola makan gizi seimbang jauh sebelum kehamilan direncanakan. Selain itu pastikan istirahat yang cukup agar imunitas tubuh terjaga.
6. Olahraga teratur
Terapkan gaya hidup aktif dengan olahraga secara teratur dan terukur. Selain menjaga kesehatan, olahraga mencegah obesitas yang memungkinkan seseorang mengalami masalah kesehatan. Seperti hipertensi dan diabetes. Selain obesitas, kekurangan berat pun jadi masalah tersendiri.
6. Vitamin prenatal
Mulailah mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung 400 gram asam folat untuk mendukung pertumbuhan janin, sistem saraf, juga tulang belakang bayi.
7. Hindari perilaku tidak aman
Seperti merokok, mengonsumsi alkohol, juga hindari paparan bahan kimia berbahaya. Seperti menghindari konsumsi daging yang kurang matang, pasir kotoran kucing, juga zat kimia berbahaya seperti timbal dan pestisida.
8. Vaksin
Sebelum hamil, pastikan calon ibu sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Meskipun banyak vaksin umum yang aman dikonsumsi selama kehamilan, namun melindungi calon ibu dari berbagai risiko penyakit sebelum dan selama kehamilan.
9. Kenali masa subur
Pastikan Mums memahami pola siklus menstruasi yang selama ini terjadi. Dari sanalah periode masa subur dapat terlihat.
10. Konsultasi dokter atau bidan
Sebelum memulai promil, sebaikya berkonsultasi dengan dokter kandungan maupun bidan. Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat dari pakarnya. Dari sini akan diberikan rekomendasi promil yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan.
11. Tes laboratorium
Setelah berkonsultasi, biasanya calon bumil dianjurkan untuk melakukan berbagai cek kesehatan berupa tes laboratorium yang dibutuhkan. Seperti tes darah lengkap, fungsi tiroid, Hepatits B, juga Hepatitis C jika berisiko.
12. Pemeriksaan gigi dan mulut
Kondisi kesehatan gigi dan mulut dapat memengaruhi kehamilan bahkan berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan. Karena itu sebelum melakukan promil, sebaiknya periksa kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Lakukan scaling jika diperlukan, tambal gigi yang berlubang, atasi radang gusi.
Penting untuk Calon Ayah
Kehamilan bukan hanya urusan calon ibu, melainkan juga ada peran calon ayah di dalamnya. Karena itu, kedua punya kepentingan yang sama. Sehingga perlu mempersiapkan diri bersama-sama.
Seperti pemeriksaan kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, vitamin prenatal, istirahat yang cukup, hingga menghindari kebiasaan buruk yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, begadang, hingga terpapar zat kimia berbahaya.
Mums dan Dads, itulah beberapa hal yang mesti dilakukan sebelum memulai rencana kehamilan. Jika ingin kehamilan terwujud dengan cepat, lancar, dan sehat jangan abaikan point-point yang ada dalam checklist tersebut. Sebab setiap pointnya sangat penting dan saling terkait.
Kehamilan yang sehat dan lancar berawal dari persiapan yang matang, baik kesehatan fisik dan mental kedua pasangan, maupun momentum yang tepat untuk bisa hamil dengan sehat dan selamat.
Referensi :
Effects of Preconception Care and Periconception Interventions on Maternal Nutritional Status and Birth Outcomes. 2023. Campbell Systematic Reviews.


