Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi dan balita merupakan salah satu penyebab tersering anak dibawa ke dokter atau ke IGD. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (2019), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menempati peringkat keempat di antara penyakit yang menyerang anak-anak dengan morbiditas tinggi. Angka kematian balita di Indonesia akibat ISPA menempati peringkat pertama di antara negara-negara Asia Tenggara.
Dua jenis ISPA yang cukup sering ditemukan pada anak adalah pneumonia dan bronkitis. Menurut penelitian yang dikutipp dari PubMed Central, pneumonia pada anak anak merupakan penyebab tunggal utama kematian pada anak berusia kurang dari 5 tahun. Selain penumonia, ada juga bronkitis.. Meski sama-sama menyerang saluran napas, keduanya memiliki perbedaan penting yang harus diketahui orang tua agar penanganan bisa lebih tepat dan cepat.
Baca juga: Batuk Pilek pada Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembangnya
Perbedaan Pneumonia dan Bronkitis
Pneumonia adalah infeksi yang terjadi di paru-paru bagian dalam, tepatnya pada kantung udara (alveoli). Ketika terjadi infeksi, alveoli dapat terisi cairan atau lendir sehingga membuat anak sulit bernapas dan kadar oksigen menurun.
Penyebab pneumonia pada bayi dan balita:
Bakteri (misalnya Streptococcus pneumoniae)
Virus (RSV, influenza, adenovirus)
Jamur (jarang)
Pneumonia dianggap lebih berbahaya karena dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius.
Sedangkan bronkitis adalah peradangan pada bronki dan bronkiolus, yaitu saluran besar dan kecil yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Ketika meradang, saluran ini menghasilkan lendir berlebih yang menyebabkan batuk.
Penyebab bronkitis pada bayi dan balita:
Hampir selalu disebabkan oleh virus (RSV, rhinovirus, influenza)
Jarang disebabkan bakteri
Bisa muncul setelah pilek berkepanjangan
Perbedaan Gejala Pneumonia dan Bronkitis
Meskipun gejalanya mirip, biasanya ada batuk dan demam, namun pneumonia memiliki gejala khas, di antaranya:
Napas cepat
Tarikan dinding dada ke dalam (retraksi)
Demam tinggi
Batuk berdahak atau kering
Anak tampak sangat lemas
Bibir atau jari kebiruan (tanda kekurangan oksigen)
Sedangkan gejala bronkitis meliputi:
Batuk berdahak
Batuk berkepanjangan (lebih dari 1 minggu)
Hidung tersumbat atau pilek
Demam ringan atau tanpa demam
Napas berbunyi grok-grok atau mengi (wheezing)
Secara tingkat keparahan, pneumonia jauh lebih serius dan membutuhkan penanganan segera. Sebaliknya jika ditangani dengan benar, bronkitis biasanya membaik sendiri dalam 1–2 minggu.
Membedakan pneumonia dan bronkitis dari napas
Mums, gejala yang bisa Mums kenali dari pneumonia adalah napas cepat, dangkal, dan berat. Ada tarikan di dada. Semakin berat gejala, tarikan di dada semakin dalam. Sedangkan kondisi napas pada anak dengan bronkitis adalah napas berbunyi grok atau mengi, tetapi tidak selalu menyebabkan sesak berat.
Pneumonia dapat dengan cepat memburuk karena dapat menyebabkan kadar oksigen turun signifikan. Sedangkan bronkitis jarang menyebabkan penurunan oksigen. Hal ini diketahui dengan pemeriksaan saturasi oksigen.
Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis pneumonia atau bronkitis. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mendengarkan suara paru-paru untuk melihat apakah ada suara crackles (pneumonia) atau wheezing (bronkitis).
Dokter bisa saja meminta pasien untuk foto rontgen dada, di mana hasil fotonya akan menunjukkan area paru yang terinfeksi (pneumonia) atau tanda peradangan saluran napas (bronkitis).
Sebelum memulai pengobatan, dokter mungkin akan meminta dilakukan tes darah, jika dicurigai penyebabnya adalah infeksi bakteri. Jika hasilnya positif bakteri, akan diobati dengan antibiotik.
Perbedaan Penanganan Pneumonia dan Bronkitis
Penanganan pneumonia:
Antibiotik (jika penyebab bakteri)
Oksigen tambahan jika saturasi rendah
Cairan infus jika bayi tidak bisa minum
Rawat inap pada bayi atau anak dengan kondisi berat
Pneumonia akibat virus tidak membutuhkan antibiotik, tetapi tetap memerlukan observasi ketat.
Penanganan bronkitis:
Biasanya cukup perawatan di rumah
Pemberian cairan yang cukup
Humidifier atau uap hangat
Obat pereda demam jika diperlukan
Nebulizer bila ada mengi (sesuai rekomendasi dokter)
Antibiotik tidak diperlukan karena mayoritas bronkitis disebabkan oleh virus.
Kapan Harus Ke Dokter?
Orang tua harus segera membawa bayi atau balita ke dokter jika menemukan gejala-gejala berikut:
Napas anak cepat atau sesak
Dada tampak tertarik ke dalam
Bibir atau ujung jari kebiruan
Anak sulit minum atau muntah terus
Demam lebih dari 3 hari
Batuk tidak membaik dalam 1–2 minggu
Meskipun pneumonia dan bronkitis sama-sama menyerang saluran pernapasan, keduanya berbeda lokasi infeksi, tingkat keparahan, dan penanganannya. Pneumonia lebih berbahaya karena menyerang kantung udara dan bisa menurunkan kadar oksigen, sedangkan bronkitis biasanya lebih ringan dan sering disebabkan oleh virus. Pemahaman yang tepat membantu orang tua mengenali gejala awal dan menentukan kapan harus segera mencari pertolongan medis.
Baca juga: Pneumonia Salah Satu Penyebab Utama Kematian Bayi dan Balita
Referensi:
Universitas Indonesia. Investigations on the risk factors of Acute Respiratory Infections (ARIs) among under-five children in Depok City, Indonesia
Pubmed Central. Epidemiology and etiology of childhood pneumonia


