Semua orangtua tentu menginginkan buah hatinya selalu sehat dan tidak mudah sakit. Faktanya, sistem imun bayi baru lahir hingga sebelum usia satu tahun, belum terbentuk sempurna. Bayi pun rentan sekali sakit atau mengalami infeksi.
Tapi, Mums tidak perlu khawatir berlebihan karena pada dasarnya, bayi sudah dibekali dengan senjata daya tahan tubuh sejak lahir. Mums hanya perlu memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Bagaimana caranya?
Tahukah Mums, bahwa di masa awal kehidupan, organ yang paling menentukan daya tahan tubuh atau imunitas adalah saluran pencernaan. Di dalam saluran cerna ini terdapat triliunan mikrobiota (bakteri, jamur, dan mahkluk renik tak kasat mata lainnya) yang ternyata punya peran besar dalam membangun sistem kekebalan tubuh.
Yuk, belajar dari pakarnya langsung bagaimana membangun sistem kekebalan tubuh si Kecil sejak dini, dengan cara membangun saluran pencernaan yang sehat sejak bayi dilahirkan.
Ada Apa di Saluran Cerna Bayi?
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan sistem imun anak. Di dalam tubuh manusia ada sekitar 100 triliun mikrobiota yang beratnya setara 2 kg dari keseluruhan berat badan dan 95% di antaranya ada di saluran cerna. Tentu saja perkembangan mikrobiota saluran cerna ini pun berkembang, sejak awal kehidupan sampai dewasa.
“Mikrobiota atau kemudian kita sebut koloninya dengan mikrobiome itu bisa dikatakan sebagai organ terpenting di tubuh kita. Saluran cerna tidak hanya berhubungan dengan penyerapan makanan tapi juga perannya yang sangat penting pada sistem imun tubuh. Pada bayi sampai usia 1 tahun, keberadaan mikrobiome ini penting karena sistem imun belum berkembang. Mikrobiome yang sehat ini bisa menjadi benteng utama pertahanan tubuh di awal kehidupan,” jelas Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak, dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia.
Prof Yvan hadir dalam kegiatan diskusi media bertajuk 'Global Advances and Insight on Biotics for Child Health', 6 Agustus 2026.
Bagaimana Cara Menyehatkan Saluran Cerna Si Kecil?
Agar keberadaan microbiota atau sering disebut probiotik (bakteri baik) ini selalu terjaga, maka ada upaya yang bisa dilakukan.
1. Memberi makan dengan prebiotik
Mikrobiota ini perlu mendapatkan makanan. Makanan utama mikrobiota disebut probiotik berupa serat seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, serta beberapa jenis sayuran akar seperti umbi-umbian, atau bisa juga bersumber dari nutrisi lain, seperti susu pertumbuhan yang yang terfortifikasi. Jenis prebiotik yang kerap ditambahkan ke susu pertumbuhan adalah FOS dan GOS
2. Diberi teman sesama probiotik
Selain diberikan makanan, microbiota dalam saluran cerna juga perlu “diberi teman” agar jumlahnya makin banyak. Dan caranya dengan memasukkan lebih banyak probiotik terutama jenis bifidobacterial ke dalam saluran cerna.
Di antara triliunan mikrobiota dalam saluran cerna, bisa dikatakan bintang utama atau superheronya adalah bifidobacteria. Menurut Prof. Yvan, bifidobacteria ini punya peran penting dan sudah diteliti selama lebih dari 40 tahun, memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak. Di antara peran pentingnya selain menyehatkan saluran cerna dan membangun sistem kekebalan tubuh, bakteri ini juga membangun fungsi saraf (fungsi kecerdasan alias kognitif) dan mental health anak (membangun mood anak lebih baik).
3. Kombinasi probiotik dan prebotik (sinbiotik)
Memberi makan dan memberi teman juga bisa dilakukan bersamaan. Kombinasi probiotik dan prebiotik disebut sinbiotik. "Sinbiotik merupakan kombinasi prebiotik (serat) dan probiotik (bakteri baik) yang bermanfaat baik bagi kesehatan Si Kecil. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik, dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Dengan keseimbangan mikrobiota yang baik, kesehatan pencernaan anak dapat lebih terjaga dan mendukung perkembangan sistem imun,» tambah Prof. Yvan.
Anak yang Dilahirkan Cesar Butuh Perhatian Khusus
Studi menunjukkan bahwa biotik seperti prebiotik, probiotik dan sinbiotik dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna, yang merupakan bagian dari ekosistem alami tubuh.
Manfaat ini menjadi semakin relevan bagi kelompok anak tertentu, termasuk anak yang lahir melalui operasi caesar. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara caesar memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibandingkan anak yang lahir secara normal, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) yang dapat berpengaruh pada kesehatan pencernaan serta perkembangan sistem imunnya.
"Kondisi disbiosis dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai masalah kesehatan alergi (seperti asma) dan penurunan imunitas tubuh (seperti infeksi dan penyakit inflamasi). Oleh karena itu, penting memastikan keseimbangan mikrobiota yang baik di saluran cerna untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak," jelas Prof. Yvan.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia mengatakan, Danone melalui Nutricia Research dengan pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang nutrisi pertumbuhan dan perkembangan anak, terus berinovasi mengembangkan produk-produk dengan prebiotik teruji klinis, salah satunya inovasi nutrisi FOS:GOS dengan rasio 1:9 yang teruji klinis secara internasional untuk mendukung kesehatan saluran cerna anak. Inovasi prebiotik isatu-satunya yang sudah teruji paling banyak di dunia, dengan lebih dari 40 studi ilmiah dan 90 publikasi internasional di lebih dari 10 negara dari Asia sampai Eropa.
"Danone juga mengembangkan sinbiotik kombinasi FOS:GOS 1:9 dengan Bifidobacterium breve M16-V (B.breve M16-V) yang telah teruji secara klinis dan membantu memulihkan bakteri baik 27x lebih cepat pada anak yang lahir secara sesar. Bakteri baik ini merupakan fondasi penting untuk perkembangan sistem imun pada anak," ujar DR. Ray.


