Anak-anak yang aktif bermain, berlari, atau berolahraga memang lebih rentan mengalami cedera ringan, bisa keseleo, terkilir, luka tergores hingga yang lebih parah patah tulang. Meski terlihat ringan, cedera pada anak harus ditangani dengan tepat agar proses penyembuhan berjalan lancar dan tidak malah menghasilkan masalah lain yang lebih besar.
Mums dan Dads perlu tahu bagaimana cara yang benar mengatasi cedera, misalnya tidak mengurut area cedera sama sekali, atau memberikan ramuan yang mungkin malah melukaikulit luarnya.
Artikel berikut akan membahas penyebab, gejala, dan cara mengatasi cedera pada anak, terutama cedera ringan. Untuk cedera berat seperti patah tulang dan luka terbuka, Mums harus langsung membawanya ke rumah sakit atau klnik.
Data Cedera pada Anak
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cureus (2025) menyatakan, cedera pada anak-anak merupakan salah satu beban kesehatan bagi orang tua. Banyak faktor yang menyebabkan cedera tersebut, dan beberapa di antaranya dapat dicegah dengan perawatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Berdasarkan temuan studi, tiga dari empat kasus cedera pada anak terjadi di rumah, di mana lebih dari 90% cedera dapat sembuh dengan penanganan tepat. Namun, pada 10% kasus cedera, orang tua memilih perawatan alternatif, dan lebih dari 80% tidak menyadari pentingnya BLS (Basic Life Support).
Penelitian ini juga mengutip laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa cedera pada anak dapat memiliki konsekuensi kesehatan, pendidikan, dan sosial jangka panjang di kemudian hari, seperti kecacatan fisik, morbiditas psikologis, gangguan kognitif dan sosial, serta prestasi pendidikan yang lebih rendah.
Cedera traumatis karena berbagai penyebab mengakibatkan angka kematian 9% pada anak-anak terutama di negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat. Cedera luka bakar pada anak, khususnya, merupakan masalah utama, karena luka bakar termasuk penyebab paling umum rawat inap pada anak di bawah lima tahun, dengan luka bakar akibat air panas yang paling dominan karena bahaya di rumah seperti cairan panas dan uap.
Cedera Otot dan Keseleo
Cedera otot terjadi ketika otot meregang terlalu kuat dan sebagian sampai menyebabkan otor robek. Gejalanya bisa terlihat seperti memar. Rasa sakit, nyeri, dan pembengkakan dapat muncul beberapa jam setelah kejadian.
Keseleo adalah cedera yang lebih serius yang mungkin termasuk robekan ligamen. Pada keseleo ringan, ligamen meregang berlebihan. Keseleo yang lebih parah dapat menyebabkan robekan sebagian atau seluruh ligamen.
Pada keseleo, area yang cedera seringkali langsung membengkak. Anak mungkin akan merasakan sakit yang hebat. Keseleo dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh dan dapat terasa seperti patah tulang.
Karena anak-anak lebih mungkin mengalami patah tulang daripada keseleo, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika anak sangat kesakitan, terutama jika rasa sakit tersebut terjadi di area tulang. Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Patah tulang yang terjadi di bagian tulang tempat pertumbuhan dimulai perlu dipantau dengan cermat.
Tanda dan Gejala cedera otot dan keseleo
Tanda dan gejala keseleo pada anak kecil dapat terlihat seperti patah tulang. Gejala tersebut dapat meliputi:
1. Nyeri
2. Pembengkakan di sekitar sendi.
3. Ketidakmampuan untuk berjalan, menopang berat badan, atau menggunakan sendi.
Gejala tadi bisa dirasakan di:
Pergelangan kaki
Pergelangan tangan
Lutut
Jari tangan atau kaki
Pertolongan Pertama Saat Anak Terkilir
Penanganan awal yang cepat dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Orang tua dapat melakukan metode RICE:
1. Rest (Istirahat)
Istirahatkan bagian yang cedera. Batasi aktivitas anak dan hindari penggunaan bagian tubuh yang cedera.
2. Ice (Kompres Dingin)
Kompres area yang terkilir menggunakan es yang dibungkus kain selama 15–20 menit, beberapa kali sehari.
3. Compression (Penekanan)
Gunakan perban elastis secukupnya untuk membantu mengurangi pembengkakan, tetapi jangan terlalu ketat.
4. Elevation (Posisi Lebih Tinggi)
Posisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi bengkak.
Cara Meredakan nyeri
Saat menangani cedera akibat olahraga dan aktivitas lainnya, obat pereda nyeri dapat membantu menenangkan anak dan mengurangi peradangan. Asetaminofen dan ibuprofen adalah obat pereda nyeri yang tersedia tanpa resep. Obat ini umumnya aman digunakan dengan sedikit efek samping jika diberikan dalam dosis yang tepat.
Kedua jenis obat pereda nyeri ini tersedia dalam bentuk tetes cair atau tablet kunyah yang mudah dikonsumsi anak-anak. Jangan berikan ibuprofen kepada anak usia 6 bulan atau lebih muda. Selalu baca petunjuk pada kemasan. Jangan berikan dosis lebih dari yang dianjurkan atau berikan dosis terlalu berdekatan. Berhati-hatilah saat memberikan obat-obatan ini bersamaan dengan jenis obat lain.
Jangan berikan aspirin kepada anak-anak atau remaja kecuali dokter anak mengatakan aman. Aspirin dapat meningkatkan risiko sindrom Reye pada anak Anda, suatu kondisi langka namun serius. Untuk luka gores dan luka potong, Mums dapat menggunakan salep antibiotik yang mengandung bahan ringan untuk meredakan nyeri.
Pencegahan Cedera
Anak yang aktif bergerak memang lebih mudah mengalami cedera kecil seperti ini, terutama saat koordinasi tubuh dan keseimbangannya masih berkembang.
Cedera kecil, luka potong, dan memar pasti akan terjadi pada semua anak. Cedera ini mungkin merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, tetapi Mums dapat berhati-hati untuk membantu mencegah kecelakaan yang lebih serius. Untuk mencegah cedera, dorong anak untuk:
1. Mengenakan peralatan pelindung yang tepat. Pastikan peralatan tersebut terpasang dengan benar. Ini termasuk pelindung leher, bahu, siku, dada, lutut, dan tulang kering. Ini juga termasuk helm, pelindung mulut, pelindung wajah, pelindung kemaluan, dan kacamata.
2. Melatih dan memperkuat otot sebelum bermain.
3. Melakukan peregangan sebelum dan sesudah bermain untuk meningkatkan fleksibilitas.
4. Beristirahatlah selama bermain untuk mencegah penyakit yang berhubungan dengan jantung dan mengurangi cedera.
5. Hentikan aktivitas jika terjadi cedera atau rasa sakit.
6. Minumlah banyak cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga atau bermain.
7. Tunda atau hentikan aktivitas intensitas tinggi selama cuaca panas atau lembap.
8. Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca.
9. Sebaiknya juga siapkan kotak P3K, untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan.
Kapan harus ke dokter?
Hubungi dokter atau dapatkan perawatan medis segera jika:
Luka tidak berhenti berdarah setelah ditekan selama 10 hingga 15 menit.
Luka memiliki tepi yang bergerigi, tepi kulit yang berjauhan, atau panjang atau dalam.
Kemerahan, memar, nanah, atau pembengkakan semakin memburuk.
Area yang cedera terasa mati rasa.
Terdengar suara letupan selama cedera. Ini bisa berarti ligamen robek sepenuhnya.
Bagian tubuh yang cedera bengkok atau berubah bentuk secara aneh.
Ada cedera serius pada kepala atau wajah.
Rasa sakit semakin parah atau pernapasan menjadi sulit.
Terkilir pada anak memang umum terjadi, terutama pada anak yang aktif bergerak. Meski sering kali ringan, penanganan yang tepat tetap penting agar proses pemulihan berjalan optimal. Orang tua juga perlu mengenali tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan medis agar cedera tidak menjadi lebih serius.
Referensi:
Jurnal Cureus. 2025. Injuries Among Pediatric Age Group Children Attending the Emergency Department of Maternity and Children Hospital, Buraidah City


