Mitos dan Fakta Seputar Lesung Pipi yang Beredar di Masyarakat

Dipublish: Kamis, 18 Juni 2026 14:14 WIB

Diperbarui: Kamis, 18 Juni 2026 14:29 WIB

Anak punya lesung pipi
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Pada orang dewasa maupun bayi, lesung pipi hadir sebagai ciri khas wajah yang menggemaskan. Saking menggemaskannya, tidak sedikit orang tua yang berharap anaknya terlahir dengan lesung pipi di wajahnya. 


Bahkan ada yang nekat melakukan sesuatu agar si Kecil memiliki lesung pipi. Mulai dari mencolek pipi bayi hingga menggunakan benda tertentu untuk membentuk lekukan pada wajah bayi. Misalnya, menusuk dengan ujung cabai merah waktu bayi agar terbentuk lesung pipi. Padahal, tindakan ini sangat berbahaya dan tidak akan membentuk lesung pipi yang diinginkan. 

Lesung pipi itu apa sebenarnya?


Apa itu lesung pipi dan bagaimana terbentuknya?

Terlihat nyata ketika seseorang tertawa, lesung pipi adalah hiasan alami yang menempel pada wajah seseorang. Lesung pipi merupakan lekukan kecil pada pipi yang biasanya terlihat saat seseorang tersenyum, tertawa, atau membuat ekspresi tertentu. Lesung pipi dapat muncul di satu sisi pipi atau di kedua sisi wajah.


Secara medis, lesung pipi terbentuk karena adanya variasi pada struktur otot wajah, terutama otot yang bernama zygomaticus major. Otot ini berperan dalam membentuk gerakan senyum. Pada sebagian orang, otot tersebut memiliki bentuk yang sedikit berbeda sehingga kulit pipi tertarik ke dalam saat tersenyum dan membentuk lekukan kecil yang disebut lesung pipi.


Selain faktor otot wajah, lesung pipi juga sering dikaitkan dengan faktor keturunan atau genetik. Karena itulah, lesung pipi kerap ditemukan pada anggota keluarga yang sama. Karena memang sifatnya menurun dari orang tua ke anak. 


Pada bayi, munculnya lesung pipi biasanya pada usia 6 bulan dan kadang terlihat lebih jelas karena pipi bayi masih chubby atau berisi. Seiring pertumbuhan anak dan perubahan bentuk wajah, lesung pipi bisa tetap terlihat atau justru memudar lalu menghilang.


Fakta ilmiah tentang lesung pipi


Ada sejumlah fakta ilmiah terkait lesung pipi bayi, berikut ini di antaranya: 


1. Variasi otot wajah 

Penelitian anatomi wajah terbaru dalam jurnal PubMed (2025) menjelaskan bahwa lesung pipi biasanya terjadi karena variasi pada otot wajah, terutama otot zygomaticus major, yaitu otot yang membantu seseorang tersenyum. Pada beberapa orang, otot ini bercabang sehingga membentuk cekungan saat tersenyum. 


Meski secara anatomi lesung pipi berkaitan dengan variasi struktur otot wajah, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan anak. Lesung pipi hanya merupakan karakteristik alami wajah yang membuat sebagian orang memiliki lekukan kecil saat tersenyum.


2. Dipengaruhi faktor genetik

Banyak orang yang memiliki lesung pipi berasal dari keluarga yang juga memiliki lesung pipi. Hal ini membuat lesung pipi sering dianggap sebagai sifat turunan. Namun, pewarisannya tidak selalu pasti. Orang tua yang memiliki lesung pipi belum tentu memiliki anak dengan lesung pipi, begitu juga sebaliknya.


Hal ini dikuatkan oleh riset dari Nature Communications (2025) yang menyebutkan bahwa perkembangan wajah manusia menunjukkan bentuk wajah dan struktur otot sangat dipengaruhi gen yang mengatur perkembangan wajah sejak embrio. 


Artinya lesung pipi sering diturunkan dalam keluarga. Jika salah satu orang tua memiliki lesung pipi, peluang anak memilikinya lebih besar. Namun pola pewarisannya tidak selalu sederhana atau pasti. Penelitian ini juga menegaskan bahwa variasi wajah manusia dipengaruhi kombinasi banyak gen, bukan hanya satu gen tunggal. 


3. Bisa menghilang seiring bertambahnya usia 

Tidak semua lesung pipi bayi bersifat permanen. Pada sebagian anak, lesung pipi terlihat jelas saat bayi atau balita karena bentuk pipi yang masih bulat dan penuh lemak. Namun, seiring bertambahnya usia, struktur wajah berubah mengikuti pertumbuhan tubuh; lesung pipi bisa menjadi samar atau bahkan hilang sama sekali.


Mitos seputar lesung pipi yang masih banyak dipercaya

Karena daya tarik lesung pipi bayi begitu besar, tidak heran bila urusan lesung pipi ini pun tidak lepas dari mitos. Berikut ini mitos seputar lesung pipi yang masih beredar di masyarakat: 


Mitos 1: Colek pipi bayi bisa membuat lesung pipi 

Ini salah satu mitos paling populer adalah mencolek atau menekan pipi bayi secara rutin dapat membentuk lesung pipi. 


Faktanya, tidak ada bukti medis bahwa mencolek pipi dapat membuat lesung pipi muncul. Lesung pipi berkaitan dengan struktur otot dan faktor alami sejak lahir, bukan karena tekanan dari luar. Mencolek pipi bayi terlalu keras dapat menyebabkan: iritasi, luka, rasa tidak nyaman, bahkan infeksi pada kulit bayi yang masih sensitif.


Mitos 2: Menggunakan cabai atau benda tertentu untuk membentuk lesung pipi 

Di beberapa daerah, masih ada kepercayaan menggunakan cabai rawit, pensil, atau benda tertentu untuk “membuat” lesung pipi pada bayi.


Faktanya, cara ini tidak terbukti secara ilmiah dan sangat tidak dianjurkan. Kulit bayi sangat tipis dan sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi dan cedera. Lesung pipi tidak bisa dibentuk dengan tekanan atau benda tertentu.


Mitos 3: Lesung pipi sebagai tanda kecantikan atau ketampanan.


Faktanya, penampilan seseorang tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya lesung pipi. Lesung pipi hanyalah salah satu variasi bentuk wajah alami yang dianggap menarik oleh sebagian orang. Setiap anak tetap memiliki keunikan dan daya tarik masing-masing dengan atau tanpa lesung pipi sekalipun.


Mitos 4: Lesung pipi berarti hoki

Di beberapa budaya, bayi dengan lesung pipi dipercaya membawa keberuntungan atau rezeki.


Faktanya, anggapan ini hanyalah kepercayaan budaya dan tidak memiliki dasar medis maupun ilmiah yang cukup kuat. 


Kesimpulan

Mums, itulah beberapa fakta dan mitos tentang lesung pipi bayi yang perlu dipahami. Salah satu hal penting yang perlu dipahami orang tua adalah bahwa lesung pipi terjadi secara alami. Lesung pipi tidak bisa dibuat dengan cara apa pun, baik mencubit, menekan, mencolek, atau menggunakan benda tertentu pada pipi bayi.


Bentuk lesung pipi dipengaruhi oleh struktur otot wajah dan faktor bawaan sejak lahir. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mencoba berbagai cara tradisional yang berisiko melukai kulit bayi hanya demi membuat lesung pipi muncul.


Referensi : 

1. PubMed. 2025. Enticing Dimples: A Novel Observational Study Comparing the Preexisting Landmarks for Facial Dimple Creation Using 3D-Scanned Facial Images. 

2. Nature Communications. 2025. Positional programs in early murine facial development and their role in human facial shape variability. 

Kasih Saran, Yuk!