Mengatasi Kulit Kering saat Hamil

Dipublish: Jumat, 26 Desember 2025 11:17 WIB

Diperbarui: Kamis, 25 Desember 2025 23:57 WIB

Ibu hamil sedang memakai pelembap
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Perubahan fisik selama hamil, mungkin sangat tidak nyaman bagi beberapa Mums. Salah satunya perubahan pada kulit di mana kulit menjadi sangat kering, kasar, dan bersisik. Derita ini kadang masih ditambah dengan gatal, terutama di area-area seperti perut, wajah, pahal, selama kehamilan. 


Apakah Mums juga mengalaminya? Itu adalah hal yang normal. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology, faktor hormonal, metabolik, dan imunologis dapat menyebabkan beberapa perubahan kulit selama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi wanita hamil untuk menyadari perubahan yang diharapkan pada penampilan kulit mereka guna mencegah efek yang tidak diinginkan dan memilih tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat melalui sumber informasi yang terpercaya.


Jangan takut, ada beberapa hal yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kulit kering selama kehamilan.


Tips merawat kulit kering selama kehamilan

Prinsip dari perawatan kulit selama hamil sebenarnya sama dengan basic skincare sehari-hari. Hanya saja ada beberapa zat aktif dalam skincare Mums yang sebaiknya dihentikan dulu sebelum hamil. Pelembap menjadi barang wajib untuk membantu kulit tetap terhidrasi, kenyal, dan tidak kering


1. Bersihkan wajah

 Membersihkan wajah secara teratur akan mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat menyebabkan kulit kering. Cobalah pembersih "non-sabun" seperti Cetaphil yang cenderung tidak mengiritasi dan mengeringkan kulit. 


Hindari sabun deodoran, yang mengandung bahan yang menyerap kelembapan. Gunakan sabun tidak lebih dari sekali sehari (pada malam hari saja saat Mums menghapus riasan. Jika tidak, bilas wajah cukup dengan air. Tepuk-tepuk kulit wajah hingga kering dengan handuk lembut.


2. Hindari sauna dan berendam

Hindari sauna karena uap panas akan menghilangkan minyak alami kulit, membuatnya kering dan gatal. Itu juga berarti Mums harus membatasi mandi atau berendam air hangat berlama-lama. Cukup 10 menit.


Tambahkan minyak mandi ke bak mand, namun berhati-hatilah dengan permukaan licin. Ingat, ibu hamil rentan terjatuh karena keseimbangannya berkurang.


3. Oleskan pelembap

Oleskan pelembap tepat setiap kali Mums selesai membersihkan kulit (termasuk setelah mencuci tangan) untuk mengunci air sebelum air menguap kembali, terutama saat cuaca dingin atau berangin. 


Oleskan kembali secara berkala sepanjang hari dan sekali lagi sebelum tidur di malam hari. Produk tanpa pewangi adalah yang terbaik, karena kebanyakan kulit kering juga merupakan kulit sensitif, terutama saat Mums sedang hamil. Cobalah minyak kelapa, minyak almond manis, atau salep A+D pada area bermasalah (siku, lutut, tumit) untuk menyembuhkan kulit yang sangat kering.


4. Tgunakan masker

Manjakan kulit Anda dengan masker wajah yang menghidrasi seminggu sekali untuk memberikan kelembapan ekstra. Perawatan untuk kulit gatal dapat membantu Mums merasa lebih baik saat itu juga mencegah kulit kering di kemudian hari.


5. Gunakan sunscreen

Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 setiap hari untuk melindungi kulit ekstra sensitif, sertakan topi bertepi lebar untuk melindungi wajah.


6. Nutriai yang baik

Sertakan lemak baik dalam pola makan Mums (lemak tak jenuh tunggal dan ganda), yang ditemukan dalam makanan seperti minyak zaitun dan kanola, kacang-kacangan, dan alpukat.


7.Tetap terhidrasi

Minum banyak air sepanjang hari untuk menjaga kelembapan kulit. Gunakan pelembap udara di ruangan ber-AC. Nyalakan di malam hari untuk meningkatkan kelembapan di kamar tidur


8. Hindari perawatan berbahan kimia

Tunda perawatan kulit misalnya, pengelupasan kulit dengan bahan aktif tertentu yang berpotensi terserap melalui kulit. Jika Mums tidak yakin apakah suatu perawatan aman, tanyakan kepada dokter  terlebih dahulu.

Kulit kering saat hamil umum terjadi akibat perubahan hormon, dehidrasi, dan peregangan kulit, yang bisa diatasi dengan rutin minum air putih, mengoleskan pelembap aman kehamilan (bebas alkohol/parfum), mandi air hangat sebentar, serta mengonsumsi buah dan sayur kaya vitamin E. Perhatikan penggunaan produk perawatan kulit agar tidak memperburuk kekeringan.  


Referensi:

Journal of Cosmetic Dermatology. Perceptions and Management of Pregnancy-Related Skin Changes

Kasih Saran, Yuk!