Anak-anak yang lahir setelah anak sulung, dan ia juga memiliki adik, dikenal sebagai anak tengah. Seperti namanya, anak tengah, menurut teori, cenderung menjadi penengah dalam keluarga karena mereka sering harus menengahi konflik antara kakak dan adik.
Anak tengah cenderung berada di bawah pengaruh kakak tertua sehingga tidak mengherankan jika mereka sering mencari perhatian di luar keluarga. Mengingat situasi ini, anak tengah sering dikaitkan dengan sifat mandiri, kemampuan bersosialisasi, kemampuan beradaptasi, namun juga kerap dihantui kecemburuan, daya saing, dan seringkali kurangnya kepercayaan diri.
Salah satu ciri karakter yang juga sering menonjol dari anak tengah adalah sifat pemberontak yang dianggap muncul karena mereka ingin menjauh dari pengaruh saudara-saudara mereka.
Lalu, seperti apakah beban psikologis anak tengah dan bagaimana cara mendidiknya?
Pengertian Sindrom Anak Tengah
Sindrom Anak Tengah adalah istilah yang merujuk pada tekanan psikososial yang dialami oleh mereka yang lahir sebagai anak tengah. Sindrom Anak Tengah mengacu pada persepsi bahwa anak-anak yang terlahir di antara kakak dan adik-adik


