Nyamuk penyebab demam berdarah paling suka musim yang lembab dan hangat, Mums. Kapan itu terjadi? Ya seperti sekarang ini, di mana hujan dan panas berganyian datang. Genangan yang tenang usia hujan, dan air yang hangat karena panas menjadi sarang empuk buat nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.
Perubahan iklim menjadikan di Indonesia tidak lagi ada batas jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Sepanjang tahun hujan dan panas silih berganti. “Biasanya di tengah pergantian antara musim hujan dan kering kasus dengue meningkat. Saat ini kita mengalami musim yang hujan dan kering bergantian, dengan kata lain ancaman demam berdarah pun akan ada sepanjang tahun” jelas Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, dalam konferensi pers tentang kewaspadaan dengue di musim hujan, 4 Februari 2026.
Edukasi media bertajuk “Musim Hujan Risiko Dengue Meningkat: Saatnya Perkuat Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak dan Dewasa”, ini didukung oleh PT Takeda Innovative Medicines.
Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Penyakit Tropis Terabaikan Sedunia (World Neglected Tropical Disease Day) yang jatuh pada 30 Januari setiap tahunnya, di mana dengue termasuk salah satu penyakit tropis terabaikan yang masih membutuhkan perhatian serius dari banyak pihak.
Tanda dan Bahaya Dengue
Dengue dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, tempat tinggal, maupun gaya hidup. Mums perlu mengenali tanda bahaya dengue. Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Adityo Susilo, SpPD, K-P.T.I, FINASIM, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal dengue.
“Penyakit ini sering kali diawali dengan demam yang tampak seperti demam biasa, tetapi dapat berkembang cepat menjadi kondisi yang berbahaya. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda bahaya, seperti demam tinggi disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas berat, hingga penurunan kesadaran,” jelas dr. Adityo.
Menurut dr. Adityo, keterlambatan mengenali tanda bahaya dapat berakibat fatal. Perlu dipahami pula bahwa seseorang dapat terinfeksi dengue lebih dari satu kali, dan pada infeksi berikutnya risikonya dapat lebih berat.
Selain itu, orang dewasa yang mengalami dengue tanpa gejala pun tetap berpotensi berperan dalam penularan, karena bila ia digigit nyamuk, nyamuk tersebut dapat membawa virus dan menularkannya kepada orang lain.
Demam pada Anak yang Harus Diwaspadai
Sementara itu, Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp. TKPS, selaku Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa anak-anak adalah kelompok usia paling rentan mengalami dengue. Bahkan kematian terbanyak akibat dengue terjadi pada anak-anak.
Bagi orang tua, melihat anak demam tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun pada dengue, orangtua perlu lebih waspada. Berikut ini penanganan demam pada anak menurut dr. Hartono, dan bagaimana harus bersikap untuk mengantisipasi demam disebabkan infeksi dengue:
1. Demam hari pertama, cukup diberikan parasetamol atau ibuprofen
2. Demam hari kedua, perlu dipantau kondisi anak. Apakah anak Mums masih ceria atau lemas dan lesu .Jika demam disertai lemas, muntah, apalagi diare maka segera bawa ke dokter .
3. Demam hari ketiga tidak membaik, jangan tunggu langsung bawa ke klinik atau tenaga kesehatan.
Dr. Hartono melanjutkan, kalau anak demam 2-7 hari patut waspada. Pada demam berdarah dengue, terdapat fase kritis dimana kondisi anak dapat memburuk dengan cepat dan bila tidak cepat dikenali dan ditanggulangi dapat berakibat fatal. Karena itu, demam berdarah dengue tidak boleh dianggap sebagai demam biasa,” jelas dr. Hartono.
“Masalah muncul biasanya karena orang tua tidak aware kapan anak mulai demam. Mungkin karena sibuk atau tidak memiliki termometer di rumah.” lanjut dr. Hartono.
Lakukan Pencegahan
Dengue dapat menyerang anak dari keluarga mana pun, tinggal di lingkungan mana pun, tetap dapat terinfeksi apabila ada penularan di sekitar rumah atau sekolah. Maka, orang tua perlu lebih waspada, memahami tanda bahaya dengue, dan segera mencari pertolongan medis ketika gejala mengarah pada tanda bahaya.
Nyamuk penyebar virus dengue paling suka menggigit di siang hari. Maka pemberantasan sarang nyamuk wajib dilakukan berkala. Dengan menerapkan langkah dasar seperti 3M Plus. Orang tua juga dapat berkonsultasi ke dokter mengenai imunisasi dengue.
Saat ini BPOM sudah mengeluarkan rekomendasi terbaru di mana imunisasi dengue mulai tahun ini sudah bisa diberikan untuk anak-anak usia 4 hingga 18 tahun. Kenapa usia ini? Data kementerian kesehatan menunjukkan bahwa angka kematian dengue tertinggi adalah kelompok usia 5-14 tahun. Namun, menurut dr. Hartono, update terbaru vaksin dengue untuk anak belum dimasukkan ke jadwal imunisasi IDAI. Kemungkinan baru akan di-release jadwal imunisasi terbaru di bulan November 2026.
“Imunisasi akan melindungi kelompok usia tersebut melengkapi upaya pencegahan lain seperti 3M plus untuk pengendalian nyamuk,” jelas dr. Hartono.


