Di usia 0-3 tahun, anak-anak sangat suka bergerak aktif dan bereksplorasi. Sayangnya, anak yang aktif kerap dianggap tidak bisa diam, bikin frustasi, bahkan dicap “bandel” oleh para orang dewasa. Padahal, menurut Rosa Akhirunnisa, Diploma Montessori & Parent Educator, sebagai orang tua kita perlu membiarkan anak bergerak, lho!
Bergerak adalah Cara Anak Belajar
“Bergerak itu sangat esensial bagi perkembangan anak. Karena dari bergerak, anak bisa eksplor sesuatu yang baru. Dari eksplor, mereka akan experience hal yang baru juga,” ujar Rosa dalam acara Sweety Tanding Tandang di IKEA, Jakarta, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Bergerak merupakan salah satu bentuk stimulasi alami yang penting bagi perkembangan motorik dan kecerdasan anak. Saat bergerak, anak akan mengembangkan kemampuannya dan berkenalan dengan dunia sekitarnya. Di saat itulah sebenarnya anak sedang belajar.
Hal ini juga sejalan dengan rekomendasi WHO dan IDAI, di mana anak sejak usia dini didorong untuk aktif bergerak setiap hari sebagai bagian dari tumbuh kembang yang optimal. Karenanya, selain menyediakan ruang bermain dan selalu mendampingi, orang tua juga perlu memperhatikan kenyamanan fisik anak agar dapat bergerak dan bermain tanpa hambatan.
Popok yang Tepat Dukung Anak Main dan Eksplorasi dengan Bebas
Seribu hari pertama anak adalah fase paling kritis untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Tidak hanya memperhatikan tumbuh fisiknya, melainkan juga tumbuh skill atau kemampuannya. Ada berbagai hal krusial yang perlu diberikan kepada anak, seperti pemberian nutrisi yang tepat, waktu tidur cukup, serta momen bermain agar tumbuh kembangnya optimal.
Supaya anak dapat bergerak, bermain, dan aktif mengeksplorasi dengan nyaman, Sweety melakukan inovasi dari salah satu lini popoknya, Swety Cloud Soft, menjadi Sweety Max Protection dalam ajang Sweety Tandang Tanding.
“Selama lebih dari 20 tahun hadir di Indonesia, Sweety berkomitmen menjadi partner orang tua dalam mendukung tumbuh kembang maksimal anak di setiap tahapan usianya. Kami percaya bahwa setiap momen bermain merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Karena itu, melalui inovasi terbaru Sweety Max Protection, kami ingin membantu orang tua memberikan perlindungan maksimal agar si Kecil dapat bermain dan bereksplorasi dengan nyaman tanpa khawatir terhadap risiko kebocoran,” jelas Maggie Effendy, Associate Marketing Director Sweety Indonesia, Kimberly-Clark Softex.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, ungkap Maggie, ibu di zaman sekarang makin kritis dan banyak mencari informasi. Dalam memilih produk untuk anak, khususnya popok, tidak sekadar mencari yang paling murah saja, tetapi tetap mencari yang paling berkualitas.
Sweety Max Protection dirancang dengan inovasi 6 lapisan super absorbent gel dan zona serap hijau. Ini bertujuan untuk membantu mendistribusikan urine supaya lebih cepat menyerap, mampu menyerap hingga 6 kali pipis, serta menjaga kulit 100% tetap kering. Maggie meyakinkan bahwa kelembutan popoknya sendiri tetap sama karena bantalan awal lembutnya tetap dipertahankan di Sweety Max Protection. Popok pun lebih nyaman dipakai dalam waktu lebih lama.
Di ajang Sweety Tandang Tanding ini, anak-anak dan para orang tua juga diajak bermain bersama di IKEA sesuai tahapan usianya, mulai dari “First Move Playroom” untuk anak usia 0-12 bulan, “Life Skill Playroom” untuk anak usia 18-24 bulan, dan “Space Explorer Playroom” untuk anak usia 24-36 bulan sambil ditemani oleh aktor Maxime Bouttier.
“Dari acara hari ini, saya semakin memahami betapa pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak bermain dan bereksplorasi sesuai tahap perkembangannya. Saya juga belajar bahwa pemilihan popok yang tepat tidak kalah penting untuk memberikan perlindungan maksimal, agar si Kecil dapat bergerak, bermain, dan bereksplorasi dengan nyaman tanpa khawatir akan risiko kebocoran,” tutup Maxime. (AS)


