Camilan sehat untuk anak berupa muffin merupakan pilihan yang tepat, praktis, ekonomis, dan bernutrisi pula. Dari bahan-bahan alami yang mudah didapat dengan harga terjangkau. Selain itu, rasanya yang nikmat dan teksturnya yang lembut sangat cocok dikonsumsi oleh balita.
Beragam resep muffin dengan segala kreasi dan variasinya, semakin membuat Mums punya banyak pilihan. Bahkan cenderung bingung, mau nyoba resep yang mana dulu untuk Si Kecil. Namun, di balik semua kemudahan dan kenikmatan itu, jangan lupa satu hal, yaitu pastikan bahan yang digunakan segar, bersih, alami, tanpa pengawet atau bahan kimia berlebihan.
Sebuah penelitian di International Journal of Food Science (2024) menunjukkan bahwa penambahan bubuk blueberry dan cranberry pada muffin meningkatkan kandungan senyawa bioaktif dan antioksidan, sekaligus tetap menghasilkan karakteristik sensori yang baik. Peneliti menyoroti bahwa penggunaan buah sebagai bahan tambahan dapat meningkatkan nilai gizi produk bakery dibandingkan dengan resep konvensional.
Karena itu, resep muffin sehat untuk anak balita sebaiknya menggunakan buah segar atau beku seperti blueberry, stroberi, pisang, apel, pir, mangga. Tujuannya untuk menambah vitamin, serat, dan rasa manis alami.
Resep Muffin Sehat untuk Balita, Praktis dan Bergizi
Salah satu keunggulan dari membuat muffin sendiri, selain praktis dan mudah, adalah bebas memilih bahan-bahan yang diinginkan sesuai kebutuhan. Dan tentu saja, masakan Mums selalu lebih istimewa bagi Si Kecil.
Mums, berikut ini beberapa rekomendasi resep muffin yang layak dicoba:
1. Muffin pisang oat
Bahan:
2 buah pisang matang, haluskan
1 butir telur omega-3
80 gram oat halus
50 ml ASI/susu formula/susu UHT/plain, sesuaikan dengan usia anak
1 sdt baking powder
1 sdt vanilla (opsional)
1 sdm minyak canola atau minyak kelapa
Cara membuat:
Campurkan pisang, susu, telur, susu, minyak, aduk hingga rata
Masukkan oat, baking powder, aduk hingga rata
Tuang ke dalam cetakan muffin mini hingga ¾ dari kapasitasnya
Panaskan oven hingga 1700C, lalu panggang selama kurang lebih 18-22 menit
Angkat dan dinginkan
2. Muffin Tahu Bayam
Bahan:
100 gram tahu sutra
1 butir telur omega-3
Bayam segar, dicincang
50 gram tepung oat
20 gram keju
Cara membuat:
Campurkan tahu dan telur, blender hingga halus
Campurkan bahan lainnya
Aduk hingga rata, tuangkan dalam wadah khusus
Panggang atau kukus selama 20 menit
3. Muffin ubi keju
Bahan:
200 gram ubi kukus, haluskan
1 butir telur omega-3
60 gram tepung terigu
30 gram keju parut
30 ml susu
1 sdt baking powder
Cara membuat:
Campurkan semua bahan, aduk hingga merata.
Masukkan ke dalam cetakan khusus muffin
Lalu panggang sekitar 18-20 menit.
4. Muffin jagung wortel
Bahan:
150 gram tepung gandum
2 butir telur omega-3
100 ml susu cair
50 gram keju parut
1 buh wortel, parut halus
50 gram jagung
2 sdm olive oil
1 sdt baking powder
Cara membuat:
Campurkan tepung, baking powder hingga rata
Untuk adonan basah, kocok telur, masukkan susu, dan olive oil
Campurkan adonan kering dan basah, aduk hingga rata
Tambahkan sayuran yang sudah dihaluskan
Tuang adonan ke dalam cetakan muffin yang sudah dioleskan minyak atau mentega
Panggang selama 18-20 menit hingga matang
Tips Membuat Muffin untuk Camilan Sehat Si Kecil
Mums, walaupun membuat muffin sebagai camilan atau snack relatif mudah, namun bukan berarti tidak ada tantangan atau risiko. Terkadang ada saja kegagalan yang dilakukan, muffin yang dibuat tidak sesuai harapan.
Nah, agar berhasil dalam membuat muffin sehat bergizi dan disukai Si Kecil, berikut ini tips yang mesti dipahami:
1. Bahan alami
Kunci utama dalam membuat muffin yang sehat dan bergizi ada pada bahan-bahan alami yang digunakan. Pilih bahan-bahan alami yang memberikan rasa manis alami, nutrisi, warna, dan tekstur yang lembut dan cocok untuk balita.
2. Tepung yang tepat
Untuk mendapatkan tekstur yang lembut dan disukai balita, gunakan tepung yang tepat yaitu tepung dari gandum utuh atau oat, maupun tepung almond. Sebab tepung terigu biasa cenderung padat sehingga tekstur muffin nya cenderung kurang lembut dibandingkan dengan tepung gandum.
3. Topping tambahan
Tidak hanya tepung yang tepat dan bahan alami lainnya, agar muffin makin diminati Si Kecil, tambahkan beragam topping pilihan, seperti potongan buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian alami. Selain menambah cita rasa, juga kaya nutrisi dan antioksidan.
4. Komposisi bahan
Selain jenisnya, ukuran atau komposisi bahan juga harus diperhatikan. Sebab kesalahan dalam komposisi bahan ini dapat berpengaruh pada tekstur dan rasa muffin itu sendiri. Jadi, perhatikan ukuran dan porsi bahan yang digunakan ya Mums.
5. Suhu dan durasi pemanggangan
Hal ini menjadi perhatian serius, sebab muffin yang dipanggang pada suhu yang terlalu panas atau sebaliknya, atau dalam waktu yang terlalu singkat atau berlebihan, membuat muffin tidak matang merata.
Karena itu, sesuaikan suhu oven dengan tepat dan panggang dalam durasi waktu yang pas agar matang merata. Cara mengetahui kematangan muffin, masukkan tusuk gigi, jika tusuk gigi keluar dalam keadaan bersih tidak ada adonan yang menempel, maka muffin sudah matang sempurna.
Referensi :
International Journal of Food Science. 2024. Quality Evaluation of Muffins Enriched with Blueberry and Cranberry Powders.


