Cuaca ekstrem dan lingkungan yang rusak memicu bencana di mana-mana. Salah satunya banjir bandang yang terjadi di Pulau Sumatera dan Aceh. Simpati dan bantuan mengalir dari berbagai penjuru. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa ikut memberikan bantuan. Mums, saatnya ajarkan anak donasi untuk korban bencana.
Momentum ini bisa menjadi ajang mengajarkan si Kecil untuk peduli dan membantu korban bencana sesuai kapasitas dan kemamuannya. Ajarkan anak donasi, menjadi salah satu hal penting dalam menumbuhkan empati dan solidaritas sejak dini.
Tips ajarkan anak donasi untuk korban bencana alam
Tahukah Mums, penanaman karakter sosial pada anak memiliki arti penting dalam membentuk pribadi yang empati, peduli, dan bertanggung jawab. Penelitian yang pernah dilakukan di UIN Walisongo, Semarang tentang pembiasaan berbagi baik di dalam kelas ternyata akan terbawa sat anak sudah di luar kelas.
Peneliti menerapkan kebiasaan berbagi seperti belajar berkelompok, berbagi makanan, berbagi cerita, dan infaq, maupun berbagi di luar kelas seperti berbagi takjil saat bulan Ramadhan dan bakti sosial. Analisis menunjukan pembiasaan di dalam kelas meningkatkan rasa tanggung jawab, tolong menolong, dan kerjasama. Sedangkan di luar kelas anak memiliki rasa rasa empati, peduli orang lain, dan rasa menghargai. Pembiasaan yang konsisten di sekolah terbukti efektif dalam menanamkan karakter sosial serta membuka peluang penelitian lanjutan.
Mums, bencana alam yang terjadi menyisakan duka mendalam bagi para korban. Sebagai sesama, tentu saja kita mesti membantu semampu yang bisa dilakukan. Tidak hanya diri sendiri, dalam hal ini Mums bisa ajarkan anak donasi untuk korban bencana.
Ada beberapa cara ajarkan anak donasi yang bisa Mums lakukan, seperti :
1. Ajak anak lihat beritanya
Ajak si Kecil melihat atau menonton berita soal bencana di televisi, media online, maupun media sosial, sehingga ia tahu apa yang terjadi di luar sana. Dari sinilah ajarkan anak donasi bisa dimulai dengan memberikan informasi yang tepat sehingga ia tahu apa yang terjadi.
2. Bayangkan jika ia menjadi korban
Membangun empati mesti diajarkan sedini mungkin, dengan begitu anak-anak tumbuh menjadi individu yang peduli dan penuh empati. Di sini Mums bisa mengajak si Kecil untuk membayangkan jika dirinya yang jadi korban bencana.
3. Aksi nyata
Tidak hanya bercerita, bukan sekadar nonton berita, empati dan peduli mesti diwujudkan secara nyata. Segera ajak si Kecil untuk melakukan aksi nyata dengan bergerak memberikan donasi yang bisa dilakukan. Misalnya, menyisihkan uang tabungannya, menyiapkan baju layak pakai yang bisa disumbangkan, termasuk mengemas makanan dan kebutuhan pokok yang akan disalurkan.
4. Cara menyalurkan bantuan
Kenali anak dengan berbagai cara menyalurkan bantuan. Misalnya mengirim dana ke rekening yayasan atau lembaga donasi yang kredibel, mengirimkan barang ke posko bencana atau lewat jasa kargo. Dengan begitu, anak tahu cara menyalurkan bantuan yang tepat.
Cara nyata berikan donasi untuk korban bencana alam
Agar anak terbiasa ringan tangan membantu korban bencana yang membutuhkan, lakukan beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan si Kecil dengan senang hati. Sebab empati yang tepat tidak hanya dijelaskan dengan kata-kata, melainkan dengan langkah nyata.
Berikut ini langkah-langkah memberikan donasi yang tepat agar anak paham alur pemberian donasi :
1. Ajak anak memilih barang yang didonasikan
Ada banyak kebutuhan mendesak untuk para korban bencana alam, seperti makanan instan, baju layak pakai, selimut, popok bayi, susu dan makanan bayi, buku dan alat tulis, mainan yang masih layak. Nah, ajak si Kecil memilih dan menyiapkan barang-barang tersebut.
2. Packing bersama
Setelah memilih barang yang akan didonasikan, ajak anak untuk packing bersama. Pastikan barang tersebut terbungkus dengan baik dan aman sehingga sampai ke korban dengan selamat tanpa ada yang rusak atau tercecer.
Jangan lupa beri nama jenis barang tersebut untuk memudahkan penyaluran pada korban yang tepat tanpa harus merepotkan pihak penyalur karena harus membongkar ulang atau menyortirnya. Minta si Kecil untuk melipat baju dan memasukkannya ke kotak lalu tempelkan stiker gambar hati. Ini membuat anak merasa punya peran dalam berdonasi.
3. Kenalkan konsep donasi uang
Berikan kesempatan anak untuk menentukan jumlah uang yang akan didonasikan. Ajarkan bahwa besar kecilnya sangat relatif, yang terpenting adalah niat dan aksi nyata untuk membantu sesama. Sekecil apa pun uang yang diberikan, akan sangat berarti saat bencana melanda.
4. Jelaskan alur penyaluran
Ajarkan anak donasi tidak hanya sebatas menyiapkan atau packing, melainkan juga perlihatkan alur penyalurannya. Jika memungkinkan ajak anak salurkan donasi langsung ke lokasi bencana atau melalui posko maupun lembaga resmi. Jika diberikan secara online, tunjukkan aplikasi yang digunakan, bukti transaksi, hingga foto relawan yang menerima. Dengan begitu anak paham bahwa yang disalurkan melalui jalur yang benar, tepat sasaran dan transparan.
5. Jadikan rutinitas di rumah
Mums, ajarkan anak donasi sebenarnya bisa dilakukan setiap saat dimulai dari rumah. Tidak harus menunggu bencana. Caranya mudah, siapkan celengan atau kotak donasi, sedekah subuh atau apa pun bentuknya, yang bisa diisi kapan saja oleh anggota rumah. Setiap bulan, salurkan pada mereka yang membutuhkan.
Mums, itulah cara ajarkan anak donasi yang bisa dilakukan di rumah. Empati dan kepedulian bisa ditumbuhkan sejak dini, melalui hal-hal kecil dan rutin dimulai dari rumah. Dengan begitu anak akan terbiasa dan mudah tergerak ketika bencana alam terjadi menimpa saudara kita di manapun berada.
Referensi:
Aulad: Journal of Early Childhood. Penanaman Karakter Sosial Anak Melalui Program Berbagi


