Semua orang sudah paham manfaat sayuran sebagai nutrisi penting yang mesti dikonsumsi setiap hari. Tidak hanya orang dewasa, bayi pun punya kebutuhan yang sama melalui MPASI yang mulai dinikmatinya sejak usia 6 bulan.
Sayuran untuk MPASI memang tidak boleh diabaikan. Sebagai variasi makanan sehat, sayuran MPASI juga penting untuk memenuhi makronutrisi dan mikronutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang Si Kecil. Karena itulah, memilih jenis sayuran yang tepat dan mengolahnya dengan benar adalah sebuah keharusan agar manfaat sayuran dapat dirasakan oleh Si Kecil.
Pilihan Sayuran untuk MPASI yang Sehat dan Bergizi
Banyak sekali manfaat sayuran untuk tumbuh kembang anak. Sebagai nutrisi penting, kehadiran sayuran mesti diperkenalkan sedini mungkin, salah satunya melalui MPASI usia 6 bulan.
Salah satu kendala dalam mengenalkan sayuran MPASI pada bayi adalah soal seberapa cepat Si Kecil mulai menerima sayuran sebagai salah satu menu MPASI. Artinya, penolakan terhadap sayuran sangat mungkin terjadi.
Penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2021) menunjukkan bahwa pengenalan sayuran sejak masa MPASI dapat membantu membentuk penerimaan terhadap rasa sayuran. Bayi mungkin membutuhkan paparan berulang sebelum menerima makanan tertentu, sehingga orang tua tidak perlu langsung menyerah ketika bayi menolak sayuran pada percobaan pertama.
Mums, berikut ini pilihan beberapa sayuran untuk MPASI yang sehat dan bergizi:
1. Wortel
Sayuran berwarna terang yang kaya akan beta-karoten (vitamin A) ini mendukung kesehatan mata dan kulit. Kandungan seratnya yang tinggi sangat baik untuk sistem pencernaan Si Kecil. Cocok dijadikan tambahan MPASI sebagai sumber serat dan vitamin alami.
2. Kacang polong
Sebagai salah satu sumber protein dan vitamin B1 yang sangat baik untuk bayi. Kandungan proteinnya membantu pertumbuhan bayi, vitamin B1 mendukung perkembangan dan fungsi otak yang sehat. Cara memasaknya pun mudah, cukup direbus dan dihaluskan bersama dengan bahan MPASI lainnya.
3. Bayam
Sayuran hijau yang satu ini kaya akan vitamin A, B2, B6, B9 (folat), K, potasium, dan zat besi yang sangat penting dalam tumbuh kembang bayi. Zat besi sendiri membantu mendukung perkembangan kognitif, fungsi kekebalan tubuh, dan tingkat energi mereka. Selain itu, zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah dan pertumbuhan serta perkembangan secara keseluruhan.
4. Ubi jalar
Rasanya yang manis tentu saja disukai anak-anak. Sumber karbohidrat alami yang satu ini mudah dicerna oleh bayi yang sistem saluran pencernaannya masih berkembang. Proses memasaknya pun mudah, cukup direbus lalu dihaluskan atau diblender untuk mendapat tekstur yang lembut. Kandungan gizi yang ada pada ubi jalar di antaranya beta-karoten, vitamin C, potasium, dan serat.
5. Labu
Sama seperti ubi jalar, labu juga bertekstur halus dan mudah dicerna, sehingga menjadi pilihan paling umum untuk menyapih bayi. Menambahkan labu ke dalam MPASI membuat bayi mendapatkan banyak asupan fitokimia beta-karoten, lutein, dan zeaxanthini, yang meningkatkan kesehatan jangka panjang. Selain itu, labu juga dapat memberikan nutrisi penting, seperti vitamin C, B6, potasium, magnesium, dan serat.
6. Brokoli
Pilihan sayuran hijau lainnya yaitu brokoli sebagai sayuran padat nutrisi yang mengandung vitamin A (beta-karoten), vitamin B6, B9, C, dan K. Bayi dapat makan brokoli dalam bentuk puree halus atau dihaluskan. Bayi yang lebih besar dapat memakan potongan brokoli yang dikukus atau direbus seukuran gigitan sebagai makanan ringan yang sehat.
Cara Tepat Menambahkan Sayuran untuk MPASI
Mengolah sayuran untuk MPASI relatif mudah, sangat tergantung pada jenis sayuran yang dipilih. Dalam hal ini, WHO merekomendasikan prinsip memasak yang sederhana, yaitu memasak sampai lunak dan menyesuaikannya dengan tekstur dan kemampuan bayi.
Sebagai tahap awal, sayuran untuk MPASI dapat dikukus atau direbus lalu dibuat puree atau makanan lunak. Seiring bertambahnya usia bayi dan berkembangnya kemampuan makan, maka tekstur sayuran untuk MPASI pun dapat dibuat semakin kasar dan beralih ke makanan cincang atau potongan lunak. Hal ini sangat penting untuk melatih motorik dan kemampuan menguyah makanan Si Kecil.
Mums, berikut ini tips menambahkan sayuran untuk MPASI:
Kenalkan berbagai jenis dan warna sayuran yang berbeda setiap sesi makan. Sebab tidak ada satu pun sayuran yang memiliki zat gizi lengkap.
Masak hingga teksturnya lunak dan disesuaikan dengan usia bayi. Hal ini agar memudahkan Si Kecil dalam mengunyah maupun menelan. Juga sesuaikan dengan kemampuan makan bayi.
Hindari menambahkan gula atau garam berlebihan pada MPASI. Karena jika berlebihan akan mengganggu kerja saluran pencernaannya yang masih dalam proses berkembang dan beradaptasi dengan fase MPASI itu sendiri.
Jangan memaksa bayi menghabiskan makanan. Dalam hal ini, Mums perlu memahami porsi dan kebutuhan bayi. Masaklah atau berikan sesuai dengan batas kemampuannya. Kenali sinyal kenyang dan lapar dari Si Kecil sehingga tahu kapan harus makan dan kapan harus berhenti saat dirinya sudah kenyang.
Selalu awasi bayi ketika makan agar terhindar dari bahaya tersedak. Perhatikan pengunyahan dan proses menelannya.
Kenalkan berbagai jenis sayuran berkali-kali. Umumnya, bayi butuh paparan beberapa kali sebelum menerima makanan baru. Karena itu, jika bayi menolak brokoli pada percobaan pertama, bukan berarti dia tidak suka, melainkan perlu proses adaptasi untuk menerima rasa dan tekstur dari makanan yang baru dikenalnya tersebut.
Mums, sayuran untuk MPASI jadi menu wajib yang ada setiap kali Si Kecil makan. Selain sebagai sumber serat alami, sayuran dapat menjadi pilihan MPASI yang bergizi dan mudah diolah. Berikan variasi sayuran, sesuaikan teksturnya dengan usia perkembangan bayi dan kenalkan berkali-kali.
Referensi :
The American Journal of Clinical Nutrition (2021)


