Anak-anak menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Minimal dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore. Di sekolah anak-anak melakukan berbagai aktivitas selain belajar, seperti bermain, makan bersama, atau berolahraga. Kebersihan diri menjadi sangat penting agar anak tetap sehat. Di jaman sekarang, anak sekolah juga mulai dituntut peduli dengan lingkungan sekolahnya.
Isu seputar kesehatan di sekolah, serta kepedulian lingkungan menjadi fokus kampanye Kao Indonesia melalui program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis).
Program Anak KAO sudah berjalan selama 10 tahun terakhir. Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016, program ini telah menjangkau lebih dari 52.000 peserta didik dari 257 Sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. Di tahun 2025, program ini juga menjangkau satuan pendidikan di daerah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Tahun ini akan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP yang tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Dalam peresmian program (kick off) Anak KAO – Sekolah Sehat 2026 uang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, pelajar SMP diberi edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kebersihan diri, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, yang hadir di acara menyampaikan, “Generasi muda adalah generasi emas dan menjadi kunci utama dalam kemajuan bangsa sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Saya percaya anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia, terutama dengan tumbuh menjadi pribadi yang aktif dan kreatif.”
Menurut Mega, program Anak KAO juga sejalan dengan pilar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini menjadi fokus utama Kemendikdasmen. Adapun 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Selain ketujuh kebiasaan sehat dan perilaku hidup bersih, Program Anak KAO juga berfokus pada peningkatan pemahaman peserta didik khususnya pelajar perempuan tentang manajemen menstruasi, diajarkan kepedukian tentang pemilahan sampah kemasan, termasuk pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, termasuk memutus praktik perundungan (bullying) di sekolah.
Ketua Tim kerja Peran Serta dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Khusus, Adhi Sambodo mengatakan bahwa menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa.
Tidak hanya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, namun penting juga untuk berolahraga dan beraktivitas fisik, mencuci tangan pakai sabun, serta rutin melakukan cek kesehatan.
“Kemenkes bergerak bersama Puskesmas setempat berupaya untuk memberikan penguatan TRIAS UKS (Upaya Kesehatan Sekolah). Melalui edukasi ini tentunya diharapkan anak-anak dapat menambah ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bersih, sehat, dan cerdas,” ungkap Adhi.
Peduli Lingkungan Sejak Dini
Selain hidup sehat, kampanye ke anak sekolah juga mulai fokus mengajak para siswa untuk pembiasaan pemilahan sampah kemasan bekas. Sebagai wujud dukungan untuk pembiasaan ini, KAO menyediaan waste point dengan semangat Anak KAO Bijak Sampah.
Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia, dalam acara peresmian mengatakan, “Upaya menanamkan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Kirei Lifestyle Innovation, yang menjadi landasan komitmen keberlanjutan Kao Indonesia. Melalui program Anak KAO, kami ingin berkontribusi dalam membangun kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar mereka.”
Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan. “Sebagai bagian dari masyarakat dan bersama-sama dengan berbagai pihak, kita memiliki peran penting untuk terus memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kami berharap program Anak KAO dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan mendorong semakin banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan,” kata Shoichi.


