Saat ini seluruh dunia tengah waspada dan mata tertuju ke India setelah dikonfirmasi wabah virus Nipah yang mematikan. Wabah yang terjadi di negara bagian Benggala Barat, India ini telah memicu kekhawatiran di beberapa wilayah Asia. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan antisipasi dengan memperketat pemeriksaan di bandara.
Bagaimana awal mulanya? Desember 2025, dua kasus infeksi virus Nipah dikonfirmasi di Benggala Barat, India. Petugas kesehatan bergerak cepat dengan memeriksa 196 orang yang melakukan kontak dengan pasien, namun hasil tes negatif terhadap virus tersebut, seperti dikatakan kementerian kesehatan India.
Tindakan pencegahan dan tes untuk menemukan korban infeksi lain dilakukan cepat mengingat virus Nipah adalah salah satu virus yang mematikan. Angka kematian berkisar antara 40% hingga 75% dan belum ada vaksin atau obat untuk mengobatinya.
Mengenal Virus Nipah dan Penularannya

Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari manusia ke manusia.
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 selama wabah di antara peternak babi di Malaysia dan Singapura. Meskipun ditemukan pada babi, inang alami virus ini adalah kelelawar buah, khususnya dari genus Pteropus. Ada bukti bahwa virus Nipah dapat menginfeksi hewan lain, termasuk babi, anjing, kucing, kambing, kuda, dan domba.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan Nipah dalam sepuluh penyakit prioritas utamanya, bersama dengan Covid-19 dan Zika, karena potensinya untuk memicu epidemi.
Meskipun infeksi pada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan sekresi atau cairannya, banyak infeksi terjadi akibat konsumsi buah atau produk buah (seperti jus kurma mentah atau yang sebagian difermentasi) yang terkontaminasi oleh kotoran, urin, atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi.
Penularan dari orang ke orang dimungkinkan melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau cairan tubuh mereka. Hal ini telah didokumentasikan di Bangladesh dan India, paling sering di antara anggota keluarga dan kontak dekat yang merawat pasien yang terinfeksi.
Setelah seseorang terinfeksi, masa inkubasi berkisar antara empat hingga 14 hari. Orang yang terinfeksi virus ini menunjukkan berbagai macam gejala, atau terkadang, tidak ada gejala sama sekali.
Gejala awal dapat meliputi:
Demam
Sakit kepala
Nyeri otot
Muntah, dan
Sakit tenggorokan
Pada beberapa orang, gejala ini dapat diikuti oleh kantuk, perubahan kesadaran, dan pneumonia. Komplikasi yang paling serius adalah ensefalitis (radang otak) atau meningitis, yang biasanya berkembang 3 hingga 21 hari setelah penyakit awal dimulai. Ini adalah ciri khas infeksi Nipah dan dikaitkan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.
Bagi yang berhasil sembuh, ada dampak jangka panjang berupa gangguan neurologis. termasuk kejang yang terus-menerus dan perubahan kepribadian. Dalam kasus yang jarang terjadi, virus dapat aktif kembali beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah infeksi awal.
Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk mengobati penyakit ini. Pengobatan terbatas pada perawatan suportif intensif bagi mereka yang mengalami infeksi berat.
Apakah Virus Nipah ditemukan di Indonesia?
Virus Nipah (NiV) bukan baru pertama kali ini muncul. Virus ini menyebabkan wabah secara berkala di beberapa bagian Asia. Wabah virus Nipah pada manusia hanya teridentifikasi di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di lokasi pedesaan atau semi-pedesaan.
Inilah negara-negara yang pernah melaporkan wabah sebelumnya:
- Bangladesh (di mana kasus terjadi hampir setiap tahun sejak 2001)
- India (termasuk wabah di Kerala di India Selatan sejak 2018, dan wabah saat ini di Benggala Barat)
- Malaysia
- Filipina
- Singapura
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Bagi mereka yang bepergian ke daerah endemik, pencegahan dilakukan dengan cara:
1. Hindari kontak dengan kelelawar dan lingkungannya
Hindari juga kontak denganhewan yang sakit. Hindari kontak dekat dan tanpa perlindungan dengan siapa pun yang terinfeksi virus Nipah, termasuk kontak dengan darah atau cairan tubuh mereka.
2. Cuci buah sampai bersih
Jangan mengonsumsi getah kurma mentah atau yang sebagian difermentasi jika mengonsumsi jus kurma, pastikan telah direbus terlebih dahulu. Cuci semua buah secara menyeluruh dengan air bersih dan kupas sebelum dimakan. Hindari mengonsumsi buah yang ditemukan di tanah atau buah yang tampaknya telah sebagian dimakan oleh hewan.
3. Kenakan pakaian pelindung
Pastikan gunakan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit, rajin cuci tangan, terutama setelah merawat atau mengunjungi orang sakit.
Indonesia belum pernah melaporkan temuan virus Nipah. Meskipun belum menemukan kasus virus Nipah pada manusia, potensi untuk masuk atau tidak terdeteksi selalu ada. Terlebih, hewan kelelawar sebagai perantara virus ini juga banyak ada di Indonesia. Sebaiknya hindari bepergian ke negara endemik sampai dinyatakan aman.
Jika mengalami gejala seperti demam, sekit kepala, nyeri, atau gejala tidak biasa setelah bepergian ke negera tersebut, bisa dikonsultasikan ke dokter melalui dkonsul. Atau Mums juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan advice kesehatan sebelum bepergian.
Referensi:
BBC. 2025. Nipah virus outbreak in India triggers Asia airport screenings
WHO. 2018. Nipah Virus


