Mengajarkan Tips Grooming atau Membersihkan Diri ke Remaja

Dipublish: Selasa, 7 April 2026 16:30 WIB

Diperbarui: Selasa, 7 April 2026 17:11 WIB

Anak remaja dan kebersihan diri
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Menjaga kebersihan diri sendiri perlu diajarkan sejak kecil karena manfaatnya ada banyak sekali. Tidak hanya mengenalkan kedisiplinan pada remaja, tetapi juga menghindari penyakit yang tidak diinginkan. 


Apabila selama ini Mums mengajarkan soal kebersihan diri yang terbatas pada menyikat gigi dan mandi secara teratur, ada hal lain yang perlu dilakukan yang sering luput dari remaja. Terutama di masa pubertas mereka


Artikel ini akan membahas cara menjaga kebersihan diri untuk remaja, mulai dari bagian atas sampai bagian bawah. Selain mengingatkan, kegiatan membersihkan diri bagi remaja perlu dilakukan lebih intens dan lebih kompleks, sebab ada periode pubertas yang dilaluinya. 


Tips mengajarkan remaja cara menjaga kebersihan diri


Masa remaja adalah waktu untuk membangun prinsip dasar menjaga kebersihan diri. Hal ini penting karena dengan bertambahnya usia, tubuhnya berubah. Artinya, kebersihan dirinya juga ikut berubah karena menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya. 


Menjaga kebersihan diri tidak hanya berkaitan langsung dengan tubuhnya sendiri, kebersihan diri pada remaja juga terkait dengan rasa percaya dirinya. Hal ini akan membantunya lebih mudah bergaul di lingkungannya yang sudah lebih luas ketimbang masa kanak-kanak. 


Berikut ini tips mengajarkan anak remaja cara menjaga kebersihan diri : 


1. Mengatasi bau badan 

Pubertas membuat tubuh remaja berubah dengan meningkatnya kelenjar keringat sehingga keringatnya berlebih dan menimbulkan bau badan. Di sinilah remaja perlu diajarkan cara mengatasi bau badan yang bisa merusak kepercayaan dirinya. 


Ingatkan anak untuk mandi yang bersih dan tuntas, keringkan dengan benar, ganti pakaian terutama setelah aktivitas fisik, hal itu akan mengurangi penumpukan bakteri dan membantu mereka menghindari bau badan. Jika perlu, gunakan deodorant untuk mengurangi bau ketiak dan keringat berlebih.


2. Kebersihan gigi

Kebersihan gigi dan mulut berlaku untuk semua jenjang usia, terlebih lagi bagi remaja. Ajarkan ia untuk menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan pergi ke dokter gigi secara teratur. Hal ini akan membantunya untuk terhindar dari masalah bau mulut, masalah gusi, dan kerusakan gigi.


3. Kebersihan kaki

Remaja yang aktif tidak hanya berpotensi memiliki bau badan yang bersumber dari ketiak, tetapi juga muncul bau kaki. Ini adalah problem umum remaja. 


Ingatkan anak untuk memberikan perhatian ekstra pada kaki mereka saat mandi dan memastikan kaki mereka benar-benar kering sebelum mengenakan sepatu. Pastikan selalu memakai kaus kaki katun saat menggunakan sepatu demi kenyamanan dan kebersihan kaki. 


4. Alat kelamin

Menjaga kebersihan alat kelamin juga tidak kalah pentingnya. Pada anak perempuan, minta ia membersihkan vulva dengan air hangat dan sabun lembut, serta membersihkan labia bagian dalam dan luar serta tudung di atas ujung klitoris dengan lembut. Tidak disarankan untuk memasukkan produk pembersih atau parfum ke dalam vagina.


Pada anak laki-laki, ingatkan untuk membersihkan penis dan skrotum mereka dengan air hangat dan sabun lembut, dengan menarik kulup secara perlahan (jika ada) untuk membersihkan area di sekitar ujung penis.


Lakukan hal di atas dan dibarengi dengan mengganti celana dalam 1 hingga 2 kali sehari untuk menghindari infeksi jamur atau bakteri.


5. Menstruasi

Apabila anak perempuan telah menunjukkan tanda-tanda mendapatkan mentruasi pertama, Mums perlu menjelaskannya secara perlahan terkait perubahan tubuh yang akan ia alami, serta cara membersihkan diri dengan tepat.

Jelaskan pada anak perempuan untuk menjaga kebersihan diri ketika menstruasi. Misalnya, dengan menggunakan pembalut yang tepat, mengganti setiap 2-4 jam tergantung volume darahnya. Termasuk mencuci pakaian dalamnya dengan benar. 


6. Mencukur

Ketika anak laki-laki mulai tumbuh bulu di wajah, beritahu ia untuk mulai mencukur dan bagaimana melakukannya dengan benar, termasuk menjaga kebersihan alat cukurnya dan tidak berbagi alat cukur dengan orang lain karena berpontensi jadi media penularan penyakit tertentu. 


Mengapa kebersihan pribadi penting bagi remaja? 


Kebersihan dan perawatan diri selama masa remaja sangat penting untuk kesehatan, namun sayangnya, hal ini masih sering diabaikan. Hasil penelitian dari PMC (2020) yang menyebutkan bahwa menurut data global, sebagian besar remaja di berbagai negara masih memiliki kebiasaan kebersihan yang belum optimal, termasuk kurangnya frekuensi cuci tangan yang tepat dan penyikatan gigi yang rutin. 


Apabila dibiarkan, hal ini bisa meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan. Padahal, selain alasan umum untuk kebersihan pribadi, remaja memiliki berbagai alasan khusus pentingnya menjaga kesehatan diri, di antaranya: 


1. Terhindar dari penyakit 

Usia remaja rentan mengalami paparan infeksi. Di sinilah manfaat menjaga kesehatan diri untuk menghindari infeksi dan penyakit. Seperti saat menstruasi membantu remaja putri terhindar dari potensi infeksi dan penyakit dengan membersihkan area genital dan mengganti pembalut dengan benar. 


2. Keringat berlebih 

Selama remaja pubertas, mereka akan berkeringat lebih banyak dari anak-anak. Karena itu, mandi secara teratur dapat menghilangkan bau badan dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Sehingga ia tetap nyaman berada di sekitar orang lain. 


3. Melatih disiplin 

Perubahan tubuh di masa remaja menuntut ia untuk rutin membersihkan diri, terutama area tertentu seperti ketiak, area genital, pertumbuhan rambut di wajah, yang bisa memicu bau tak sedap. Hal ini mengajarkan remaja untuk disiplin membersihkan diri secara rutin. 


Mums, mengajarkan kebersihan diri pada remaja memang tidak selalu mudah. Namun, tetap harus dilakukan demi kebaikan dirinya saat ini dan di masa yang akan datang. Tidak berlebihan bila menganggap upaya mengajarkan kebersihan diri pada remaja adalah investasi penting bagi kesehatan jangka panjangnya. 


Karena itu edukasi sejak dini sesuai usia, penekanan pada teknik yang benar, diskusi terbuka dengan komunikasi dua arah, dan jadi teladan atau contoh positif baginya, adalah cara paling efektif mengajarkan remaja untuk menjaga kebersihan dirinya. Agar ia tumbuh menjadi remaja yang sehat, cerdas, dan penuh percaya diri. 


Referensi

PMC. 2020. Hygiene practices among young adolescents aged 12-15 years in low- and middle-income countries: a population-based study. 

Kasih Saran, Yuk!