Dalam dunia medis, menstruasi pertama disebut dengan istilah menarche, sebuah momen penting dalam perkembangan seorang anak perempuan. Hal ini menjadi periode transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja.
Secara umum, rata-rata anak perempuan akan mengalami menstruasi pertama antara umur 10-15 tahun. Namun, studi yang dipublikasikan di JAMA Open Network. 2024 menemukan bahwa usia rata-rata menarche (menstruasi pertama) telah menurun di kalangan generasi muda di Amerika Serikat, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok minoritas ras dan status sosial ekonomi rendah. Studi ini juga menemukan bahwa waktu rata-rata yang dibutuhkan agar siklus menstruasi menjadi teratur semakin meningkat.
Berapa pun usia seorang anak perempuan mengalami menarche, ini pertanda bahwa tubuh sudah cukup matang untuk bisa bereproduksi.
Ciri-ciri menstruasi pertama pada anak perempuan atau remaja biasanya mirip dengan menstruasi pada umumnya. Selain mengeluarkan bercak kecoklatan atau kemerahan dari vagina, gejala haid atau menstruasi diiringi dengan perubahan lainnya. Simak artikel berikut ini agar Mums dapat membimbing anak perempuan dalam mempersiapkan menstruasi pertamanya.
Ciri-ciri menstruasi pertama anak
Menarche atau menstruasi pertama anak bukan sekadar fenomena biologis semata. Menurut NCBI (2023) menstruasi pertama adalah keluarnya darah dari vagina sebagai bagian awal dari siklus menstruasi yang menandakan bahwa ovarium telah mulai melepaskan sel telur dan terjadi siklus hormonal yang lengkap.
Secara medis menarche didefinisikan sebagai periode menstruasi pertama yang dialami seorang perempuan. Biasanya terjadi pada rentang usia 9-16 tahun. Variasi usia ini normal karena dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetika, nutrisi, lingkungan, dan status kesehatan secara umum. Itu sebabnya, memahami dan mengenali ciri-ciri menstruasi pertama anak sangat penting.
Berikut ini ciri-ciri menstruasi pertama anak yang perlu diketahui :
1. Tumbuh dengan cepat
Seorang anak perempuan atau remaja akan mengalami menstruasi pertamanya setelah melewati pubertas. Pubertas adalah masa perkembangan alami ketika tubuh anak menjadi matang secara seksual. Salah satu tanda pertama pubertas biasanya adalah percepatan pertumbuhan. Dalam hal ini anak cepat bertambah tinggi, mengalami pelebaran pinggul atau paha.
2. Tumbuhnya rambut ketiak dan kemaluan
Ciri-ciri menstruasi pertama biasanya diawali dengan pertumbuhan rambut di ketiak dan kemaluan. Selain itu, rambut atau bulu di kaki juga mungkin tampak lebih tebal dari sebelumnya.
3. Perubahan emosional
Premenstrual syndrome (PMS) banyak dialami seseorang ketika akan menstruasi. Nah, begitu juga dengan menstruasi pertama anak ditandai dengan PMS berupa perubahan emosional atau mood sebelum menstruasi. Gejala umum PMS, seperti bad mood, sensitif, dan lebih emosional. Biasanya terjadi sekitar seminggu sebelum menstruasi datang.
4. Sakit kepala
Anak mungkin mengalami sakit kepala pada minggu sebelum menstruasi pertamanya. Tepat sebelum menstruasi, kadar estrogen dalam tubuh menurun. Kadar estrogen yang rendah sering menyebabkan sakit kepala dan gejala PMS lainnya seperti kram dan perubahan suasana hati.
5. Muncul jerawat
Kulit sangat sensitif terhadap perubahan hormonal yang terjadi selama pubertas. Pada saat ini, kulit menghasilkan lebih banyak minyak (sebum). Ketika minyak berlebih ini menyumbat pori-pori kulit, jerawat berkembang. Beberapa orang mengalami jerawat setiap bulan sebelum menstruasi mereka.
6. Keringat berlebih
Selama pubertas, kelenjar keringat tubuh menjadi lebih aktif dan mulai menghasilkan lebih banyak keringat. Jika anak mengalami keringat berlebih setelah bermain atau berlari-lari, bisa jadi sebentar lagi dia akan mengalami menstruasi pertamanya. Hal ini juga jadi pertanda ketika kelenjar di ketiak mulai menghasilkan bau badan.
7. Perkembangan payudara
Umumnya, menstruasi pertama muncul sekitar dua tahun setelah perkembangan payudara dimulai. Anak mungkin anak memperhatikan perubahan ini dalam dirinya, ketika tubuhnya terlihat berbeda saat mengenakan pakaian. Ia mungkin memilih untuk mulai mengenakan bra olahraga atau bra lain di siang hari.
8. Kembung, kram, dan sakit punggung
Tiga hal tersebut adalah tanda-tanda umum PMS. Kondisi ini dipicu oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron sebelum menstruasi yang dapat menyebabkan retensi air, dan menyebabkan kembung atau kram di perut bagian bawah. Gejala-gejala ini biasanya terjadi seminggu atau beberapa hari sebelum seseorang mengalami menstruasi.
9. Keputihan
Tidak sedikit wanita yang mengalami keputihan sebelum menstruasi pertamanya. Keputihan ini biasanya muncul sekitar enam bulan sebelum menarche. Keputihan mungkin sedikit lengket atau kental. Seharusnya tidak berbau busuk. Keputihan yang berwarna hijau atau berbau menyengat mungkin menunjukkan infeksi yang memerlukan pengobatan.
10. Keluar bercak coklat atau merah
Bercak atau flek coklat di awal haid pertama adalah hal yang normal dan umum terjadi pada remaja. Pada masa pubertas, ketidakseimbangan hormon menyebabkan bercak coklat sebagai tanda menstruasi pertama.
Apa yang harus dilakukan setelah menstruasi pertama?
Sebagai pemula, anak-anak sering kali dibuat bingung dengan menstruasi pertamanya. Di sinilah Mums dibutuhkan untuk membantu dan mendukungnya menjalani momen penting dalam tumbuh kembangnya ini.
Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan setelah menstruasi pertama anak:
1. Berikan edukasi
Edukasi dan pendampingan orang tua sangat penting ketika menstruasi pertama anak terjadi. Berikan informasi yang jelas tentang menstruasi dan siklus setiap bulannya agar anak paham tentang apa yang dialaminya. Sebab bagi sebagian anak, menghadapi menstruasi pertama bukanlah hal yang mudah.
2. Ajarkan penggunaan produk menstruasi
Jelaskan kepada anak tentang produk-produk menstruasi seperti pembalut, pad, menstrual cup, maupun tampon. Biarkan ia mencoba semuanya atau memilih salah satunya.
3. Jaga kebersihan diri
Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan ialah ajarkan cara membersihkan diri ke anak remaja, terutama selama periode menstruasi. Tunjukan cara membersihkan diri dengan benar untuk menjaga kebersihan diri selama periode menstruasi.
4. Catat siklusnya
Sampaikan pada anak untuk memperhatikan siklus menstruasi yang dialaminya. Jika perlu mencatatnya di kalender atau mengunduh aplikasi terkait. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siklusnya teratur dan bisa mendeteksi dini jika terjadi sesuatu terkait menstruasinya.
5. Seks edukasi
Menstruasi pertama anak jadi momen tepat untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak. Jelaskan bahwa menstruasi ini menandakan bahwa sistem reproduksinya sudah aktif dan bisa dibuahi. Karena itu, penting untuk menjaga diri untuk tidak terjebak dalam pergaulan bebas yang bisa merugikan dirinya sendiri.
6. Bangun komunikasi
Jadikan momentum menstruasi pertama anak ini sebagai kesempatan untuk menciptakan ruang komunikasi terbuka, ngobrol hangat dengan si Buah Hati tanpa rasa malu atau takut.
Mums, menstruasi pertama anak adalah momen penting, tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang tua. Ini pertanda bahwa ia bukan kanak-kanak lagi melainkan sudah menjadi sosok remaja.
Edukasi dan pendampingan orang tua sangat penting pada masa pubertas anak perempuan, karena menstruasi pertama anak bukan soal pertumbuhan fisik, melainkan psikologis dan emosionalnya.
Referensi
JAMA Open Network. 2024. Menstrual periods are arriving earlier for younger generations, especially among racial minority and lower-income individuals
NCBI. 2023. Physiology, Menarche


