Cluster feeding adalah istilah untuk menggambarkan bayi yang seakan tidak pernah kenyang dan maunya menyusu terus.
Pola menyusu yang lebih sering dan berdekatan ini bisa jadi karena ia sedang mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan.
Perilaku bayi yang tidak mau lepas dari payudara ibu ini baginya menyusu bukan hanya untuk mendapatkan nutrisi semata, melainkan membantu bayi merasa nyaman dan tenang.
Untuk Mums yang sedang menyusui, sering kali dihadapkan pada kondisi di mana bayi tidak pernah kenyang. Padahal baru selesai menyusu, namun minta menyusu lagi dan lagi. Seolah tidak mau berhenti. Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa produksi ASI berkurang sehingga bayi tidak kenyang.
Bisa jadi inilah yang disebut dengan Cluster Feeding, yaitu kondisi ketika bayi menyusu beberapa kali dalam waktu berdekatan. Pola menyusu yang lebih sering dan berdekatan ini bisa jadi karena ia sedang mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan. Selain itu ada beberapa penyebab lain yang perlu Mums ketahui.
Cluster Feeding, Ketika Durasi Menyusu Cukup Sering
Bagi bayi baru lahir, memang hanya mengandalkan ASI untuk pemenuhan nutrisi hariannya. Jadi, sangat wajar jika ia bolak balik menyusu seperti tak pernah kenyang. Frekuensi menyusu yang terlalu sering, kadang bikin Mums khawatir dan kelelahan. Padahal baru sejam yang lalu menyusu, sekarang minta menyusu lagi.
Inilah yang disebut dengan cluster feeding, yaitu pola menyusu pada bayi yang sangat sering. Bagi bayi menyusu bukan hanya soal mendapatkan nutrisi, atau sekadar pengisi perut yang lapar maupun menghapus dahaga, melainkan lebih dari itu.
Baginya menyusu bukan hanya untuk mendapatkan nutrisi semata, melainkan membantu bayi merasa nyaman dan tenang. Jadi, bayi yang sering menyusu atau mengalami cluster feeding, tidak selalu tak pernah kenyang, bisa jadi ia hanya membutuhkan rasa aman dan tenang.
Jadi, cluster feeding bukan indikasi ada sesuatu yang terjadi pada Si Kecil maupun produksi ASI, melainkan kondisi biasa yang dapat terjadi kapan saja. Seperti halnya yang disebutkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan di ResearchGate (2021) bahwa fenomena cluster feeding yang intensif terkadang berkorelasi kuat dengan tingkat kecemasan situasional yang tinggi pada ibu (symptomatic anxiety), terutama pada ibu baru berusia di atas 35 tahun atau yang melewati persalinan Caesarean section. Namun, studi menegaskan bahwa bayi dalam kelompok ini tetap mendapatkan berat badan yang cukup dan sehat.
Penyebab Cluster Feeding pada Bayi
Mums, karena cluster feeding merupakan kondisi umum yang terjadi pada bayi. Maka tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan. Sebab memang bayi baru lahir dapat memiliki pola menyusu yang berubah-ubah sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Berikut ini beberapa penyebab munculnya cluster feeding pada bayi :
1. Ukuran lambungnya kecil
Sesuai dengan ukuran tubuhnya, bayi memiliki lambung yang masih kecil sehingga membutuhkan asupan secara bertahap. Itu sebabnya ia bolak balik menyusu hanya dalam hitungan jam saja. Hal ini sangat masuk akal dan wajar bayi mengalami cluster feeding.
2. Sedang mengalami growth spurt
Penyebab lainnya muncunya cluster feeding karena bayi berada pada fase growth spurt atau lonjakan pertumbuhan. Biasanya periode umum growth spurt ini terjadi sekitar usia 2–3 minggu, 6–8 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan. Namun pertumbuhan setiap bayi berbeda, jadi periode growth spurt nya pun tak persis sama.
3. Stimulasi produksi ASI
Frekuensi menyusu yang meningkat juga memberikan stimulasi pada payudara sehingga tubuh mendapat sinyal untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan. Karena itu, bayi sering menyusu tidak otomatis berarti produksi ASI rendah. Bisa jadi karena stimulasinya maksimal dengan durasi menyusu yang sering seperti halnya pada cluster feeding ini.
4. Proses adaptasi
Cluster feeding juga dapat terjadi karena tubuh ibu dan bayi sama-sama berada pada fase adaptasi setelah proses persalinan yang baru saja dilalui. Jadi, kondisi ini sangat wajar dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Hanya proses alami tubuh terhadap kondisi dan situasi yang baru.
Tips Menghadapi Cluster Feeding
Bagi ibu menyusui, cluster feeding memang biasanya sangat melelahkan. Apalagi jika kondisi ini berlangsung beberapa hari. Namun umumnya cluster feeding terjadi hanya sekitar 1-3 hari. Tepatnya pada minggu-minggu pertama kelahiran.
Agar cluster feeding berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah dalam proses menyusui, berikut ini beberapa tips yang dapat Mums lakukan :
1. Susui sesuai kebutuhan
Jika bayi memberikan sinyal untuk menyusu, segera susui bayi sesuai kebutuhannya. Jangan sengaja menunda karena akan membuat bayi semakin tidak nyaman, menangis, dan gelisah. Ingat, prinsip menyusui sebagai stimulasi produksi ASI.
2. Cari posisi menyusui yang nyaman
Agar menyusui berjalan lancar dan aman, pastikan posisi menyusui yang tepat dan nyaman. Selain perlekatan yang tepat, posisi yang nyaman juga membuat Mums lebih rileks dalam menyusui.
3. Siapkan air minum dan camilan
Untuk mendukung suksesnya menyusui pada fase cluster feeding ini, pastikan asupan makan dan minum Busui terpenuhi dengan cukup. Siapkan air minum dan camilan yang terjangkau sehingga memudahkan Mums jika ingin minum di tengah menyusui.
4. Support system
Kelancaran menyusui juga didukung oleh support system yang maksimal. Karena itu jangan ragu meminta bantuan pasangan maupun keluarga untuk membantu pekerjaan rumah, sehingga Busui tidak terlalu kelelahan dan bisa fokus menyusui Si Kecil.
5. Makan dan istirahat yang cukup
Ini juga menjadi bagian dari keberadaan support system dalam menyusui. Pastikan ibu mendapatkan asupan makan, minum, dan kebutuhan istrirahat yang cukup. Agar tubuhnya siap menjalani fase cluster feeding yang sedang berlangsung dan proses menyusui secara keseluruhan.
Mums, itulah tips menghadapi cluster feeding pada bayi baru lahir. Cluster feeding bukan berarti bayi tidak pernah kenyang atau ASI yang kurang. Ini merupakan pola ketika bayi menyusu lebih sering dan berdekatan pada periode tertentu. Daripada hanya menghitung berapa kali bayi menyusu, lebih baik perhatikan popok, perilaku bayi, proses menyusu, dan pertambahan berat badannya. Jika ragu, konsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi untuk memastikan kebutuhan bayi terpenuhi.
Referensi :
ResearchGate. 2021. 260 Cluster breastfeeding syndrome in infants.


