Ketika melakukan program hamil (promil), banyak pasangan melakukan berbagai metode agar promilnya berhasil. Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari yang berbasis medis hingga cara-cara alternatif. Salah satu cara alternatif yang cukup populer di masyarakat adalah pijat rahim.
Di satu sisi, pijat rahim dipercaya mampu membantu meningkatkan kesuburan. Namun, di sisi lain, dunia medis masih mempertanyakan efektivitasnya, bahkan mengingatkan bahwa ada risiko yang perlu diwaspadai di balik pijat rahim yang selama ini banyak dilakukan dalam program hamil.
Baca artikel ini sampai habis sebelum Mums melakukan pijat rahim agar tahu efektivitasnya dan bahayanya untuk kesehatan.
Efektivitas pijat rahim dalam promil
Sesuai namanya, pijat rahim biasanya merujuk pada teknik pijat di berbagai area tubuh, seperti perut bawah, panggul, dan sekitar organ reproduksi. Tujuannya sering diklaim untuk melancarkan aliran darah ke rahim agar proses pembuahan jadi lebih lancar.
Selain itu, pijat rahim dipandang sebagai cara untuk “merapikan” atau “membetulkan” posisi rahim agar memudahkan kehamilan. Pijat rahim dipercaya dapat membuka sumbatan


