Eksim bayi, atau dermatitis atopik pada bayi, merupakan kondisi kulit yang umum terjadi namun menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi, balita, dan anak-anak.
Eksim sagat berkaitan erat dengan faktor genetik namun juga dipengaruhi faktor lingkungan.
Orang tua tidak dapat mencegah eksim yang merupakan faktor genetik, namun bisa membantu meredakan gejala dengan perawatan kulit yang tepat dan pengobatan medis.
Menjauhi alergen atau zat pemicu gejala eksim adalah langkah utama mengatasi eksim, bisa berupa makanan, debu, udara, dan alergen lainnya.
Apa Itu Eksim pada Bayi?
Eksim dalam istilah kedokteran dikenal dengan dermatitis atopik. Menurut Journal Pediatric Pharmacology Therapy (2024), dermatitis atopik (DA) atau eksim atopik, adalah kelainan kulit berupa peradangan kronis yang kerap kambuh. Ditandai dengan kulit kering, ruam kemerahan dan sangat gatal.
Dermatitis atopik adalah salah satu kelainan kulit akibat peradangan kronis yang paling umum, menyerang sekitar 220 juta orang di seluruh dunia menurut data yang dikumpulkan oleh Inisiatif Beban Penyakit Global WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Awalnya dianggap sebagai kelainan kulit pada masa kanak-kanak, diperkirakan memiliki prevalensi sebesar 20% pada anak-anak dan 10% pada orang dewasa.
Beban penyakit ini menduduki peringkat nomor satu di antara penyakit kulit nonfatal secara global, dan secara signifikan mengganggu kualitas hidup individu yang terkena dampak dan keluarga mereka.
Ketika bayi mengalami eksim ini, tentu akan menyebabkan rasa tidak nyaman, dan menjadi beban psikologis juga bagi orang tua.
Dermatitis atopik atau eksim berkembang pada masa bayi dan anak-anak dan dipicu oleh zat iritan, alergen, dan juga mikroba. Pada beberapa anak, kondisi akan membasik dengan sendirinya setelah memasuki masa remaja.
Penyebab Eksim pada bayi
Eksim pada bayi, atau dermatitis atopik infantil, adalah kondisi kulit umum yang menyebabkan bagian-bagian tertentu pada kulit bayi menjadi kering, gatal, dan sensitif. Kondisi ini paling sering muncul di kulit kepala, dahi, dan pipi bayi.
Eksim pada bayi disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
1. Genetika
Eksim dialami oleh sekitar 10% hingga 20% anak di seluruh dunia. Bayi yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi lebih rentan mengalami kondisi ini. Penelitian di Journal of Investigative Dermatology tahun 2024, penyakit ini sangat kental diwariskan secara genetik. Diperkirakan antara 75% hingga 80% berdasarkan studi pada anak kembar maupun populasi umum.
Bayi dengan eksim terlahir dengan kadar protein khusus yang disebut filaggrin, tidak mencukupi. Protein ini berfungsi membentuk lapisan pelindung (skin barrier) antara kulit bayi dan lingkungannya. Tanpa jumlah filaggrin yang cukup, lapisan teratas kulit bayi (epidermis) tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, kulit bayi akan kesulitan untuk mempertahankan kelembapannya.
Zat iritan dan alergen dapat menembus masuk ke dalam kulit. Hal ini memicu munculnya ruam gatal serta gejala lain yang membuat bayi merasa tidak nyaman.
2. Faktor lingkungan
Genetika hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan faktor penyebab. Pemicu dari lingkungan dapat memperburuk dermatitis atopik pada bayi. Paparan terhadap berbagai hal di lingkungan sekitar bayi dapat menyebabkan munculnya gejala (flare-up).
Zat iritan dan alergen dapat menembus lapisan kulit bayi Anda, yang kemudian memicu timbulnya gejala eksim.
Berikut ini yang termasuk zat alergen dan iritan dari lingkungan:
- Alergen, seperti bulu hewan peliharaan, debu, serbuk sari, debu,dan jenis makanan tertentu, misalnya protein susu sapi.
- Perlengkapan bayi, seperti tisu basah, bedak, atau losion dengan wewangian yang kuat
- Bahan kain, seperti pada pakaian, seprai, dan selimut
- Produk rumah tangga, seperti sabun, sampo, dan deterjen pakaian
- Infeksi, misalnya pilek atau flu
- Faktor suhu, seperti udara panas, udara kering, dan keringat
Jika Mums dapat mengetahui apa yang memicu eksim pada bayi, Mums dapat mencari cara untuk menghindarinya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi frekuensi munculnya gejala eksim pada bayi.
Gejala Khas Eksim
Tanda khas eksim pada bayi adalah ruam di area tertentu pada tubuh bayi biasanya muka, ketiak, pantat, paha, atau di badan. Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, ruam eksim paling sering muncul di kulit kepala dan wajah. Mums dengan bayi eksim mungkin melihat ruam muncul di dahi, pipi, dagu, dan di sekitar mulut bayi. Setelah usia 6 bulan, ruam tersebut mungkin muncul di sekitar siku dan lutut bayi.
Pada bayi dengan warna kulit lebih terang, ruam akan tampak berwarna merah. Pada bayi dengan warna kulit lebih gelap, ruam mungkin terlihat sebagai warna yang lebih gelap daripada warna kulit aslinya. Kulit di sekitar siku dan lutut mungkin tampak lebih pucat.
Gejala dermatitis atopik pada bayi lainnya dapat meliputi:
- Rasa gatal hebat yang dapat mengganggu tidur sehingga bayi menjadi lebih rewel.
- Kulit kering yang mungkin retak dan berdarah
- Lenting atau lepuhan
- Cairan yang keluar dari ruam eksim
Penanganan dan Pengobatan Eskim
Eksim pada bayi tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, tersedia berbagai metode pengobatan untuk membantu memulihkan kondisi kulit bayi dan meredakan gejalanya. Penanganan dermatitis atopik pada bayi mencakup tiga pendekatan utama:
1. Pemberian pelembap
Mengoleskan pelembap pada kulit bayi akan membantu memperbaiki pelindung alami kulit (skin barrier). Krim khusus eksim bayi menjaga kulit tetap terhidrasi dan mengurangi peradangan yang menjadi penyebab munculnya gejala.
Pilihlah pelembap yang dirancang khusus untuk bayi dan bebas pewangi. Waktu terbaik untuk mengoleskan pelembap adalah setelah mandi, serta beberapa kali sepanjang hari saat kulit bayi terlihat kering.
2. Kortikosteroid topikal
Mengoleskan salep steroid pada kulit bayi dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan gejala. Untuk eksim ringan, Mums dapat menggunakan salep hidrokortison 1% (yang tersedia bebas) sebanyak dua kali sehari, dengan durasi penggunaan tidak lebih dari satu minggu.
Untuk kasus eksim tingkat sedang hingga berat, dokter mungkin akan meresepkan salep dengan kadar yang lebih kuat.
3. Menghindari pemicu dari lingkungan
Jika Mums dapat mengidentifikasi faktor pemicu dermatitis atopik pada bayi, menghindarinya akan membantu proses penyembuhan kulit dan mencegah eksim kambuh di kemudian hari.
Mums bisa melakukan tes alergi ke dokter untuk menentukan apakah ia memiliki alergi terhadap makanan atau zat dari lingkungan yang sering bersentuhan dengannya.
Apa itu aturan 3 menit untuk eksim?
Dalam penanganan eksim, ada aturan 3 menit, berarti Mums harus mengoleskan pelembap pada kulit bayi dalam waktu tiga menit setelah mengeluarkannya dari bak mandi.
Setelah memandikan bayi dengan air hangat, tepuk-tepuk kulitnya hingga kering dengan lembut. Berhati-hatilah untuk tidak menggosok kulitnya. Kemudian, segera oleskan krim eksim khusus bayi pada kulitnya yang masih agak lembap.
Langkah ini mengunci kelembapan dari air, yang membantu melindungi lapisan pelindung kulit bayi. Selain itu, cara ini juga dapat meredakan rasa gatal dan mencegah kulit menjadi kering.
Setelah perawatan dimulai, gejala yang dialami bayi mungkin mulai berkurang dalam beberapa hari. Namun, dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai kulit bayi benar-benar pulih sepenuhnya.
Kapan bayi saya harus diperiksakan kembali ke dokter setelah menjalani perawatan?
Segeralah bawa bayi ke dokter jika kulitnya menunjukkan tanda-tanda infeksi. Bayi yang didiagnosis menderita eksim memiliki risiko tinggi terkena infeksi. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung kulit tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain itu, tindakan menggaruk dapat menyebabkan luka pada kulit bayi, sehingga tubuhnya terpapar bakteri dan virus.
Tanda-tanda infeksi meliputi:
- Munculnya lepuhan berisi cairan atau luka terbuka
- Terbentuknya kerak berwarna kuning di sekitar ruam eksim
- Pembengkakan dan perubahan warna ruam menjadi merah tua hingga ungu
- Rasa nyeri atau kulit menjadi sensitif saat disentuh
- Demam atau menggigil
Bisakah dermatitis atopik pada bayi dicegah?
Karena faktor genetik berperan dalam munculnya eksim pada bayi, kondisi ini tidak dapat dicegah sepenuhnya. Akan tetapi, Mums dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan gejala pada bayi dengan cara:
- Menghindari pemicu, seperti zat yang menyebabkan iritasi atau alergi
- Menggunakan pelembap pada kulit bayi setiap hari
- Memandikan bayi selama lima hingga 10 menit menggunakan air hangat (bukan air panas)
- Memilih pelembap atau salep yang dirancang khusus untuk bayi
Referensi:
Journal Pediatric Pharmacology Therapy. 2024. Atopic Dermatitis: A Review of Diagnosis and Treatment
Journal of Investigative Dermatology tahun 2024. Genetic and Immunological Pathogenesis of Atopic Dermatitis


