Selama kehamilan, perubahan hormon membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap radiasi sinar UV, sehingga meningkatkan risiko hiperpigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit.
Ibu hamil perlu melindungi kulit dari paparan sinar UV dengan mengaplikasikan sunscreen.
Untuk ibu hamil sunscreen yang direkomendasikan adalah physical sunscreen dan bukan chemical sunscree, yang menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
Mengapa Ibu Hamil Perlu Menggunakan Sunscreen?
Kehamilan tentu masa yang membahagiakan bahkan dinantikan. Namun bisa menjadi fase yang sangat rentan, baik bagi ibu maupun bayi, sehingga diperlukan perhatian ekstra untuk menjaga keselamatan keduanya. Penggunaan bahan kimia dalam kosmetik atau skincare, termasuk sunscreen, wajib diperhatikan.
Perlindungan dari sinar matahari merupakan bagian penting dalam perawatan kulut sehari-hari ibu hamil. Selama kehamilan, perubahan hormon membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap radiasi sinar UV, sehingga meningkatkan risiko hiperpigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit.
Perubahan hormon dapat memicu peningkatan produksi melanin, dan paparan sinar matahari berlebih tanpa perlindungan dapat memperparah pigmentasi tersebut, sehingga lebih sulit untuk dihilangkan setelah masa kehamilan berakhir.
Selain itu, kulit ibu menjadi jauh lebih sensitif selama periode ini, yang meningkatkan risiko kulit terbakar (sunburn) serta kerusakan kulit yang bersifat permanen.
Dengan kondisi tersebut, ibu hamil disarankan menggunakan sunscreen setiap hari. Penleitian dari Frontline Medicine (2025), menemukan bahwa penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF tinggi setiap hari secara signifikan mengurangi kejadian dan tingkat keparahan kloasma/melasma.
Tetapi bagaimana cara menemukan tabir surya yang aman untuk ibu hamil, yang benar-benar memberikan perlindungan tanpa memaparkan ibu hamil pada bahan-bahan kimia berbahaya?
Mengenal jenis-jenis sunscreen
Ada dua jenis sunscreen yaitu sunscreen fisikal (physical sunscreen) dan sunscreen kimiawi (chemical susncreen).
1. Sunscreen fisikal
Sunscreen jenis ini terbuat dari mineral zinc oxide dan titanium dioxide yang memiliki cara kerja membentuk lapisan pelindung yang menyerap dan memantulkan sebagian kecil sinar UV, serta melindungi kulit terutama dengan menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi energi panas.
Sunscreen jenis ini umumnya memiliki tekstur cenderung lebih kental dan dapat meninggalkan white cast atau lapisan putih. Namun, Mums yang sedang hamil tidak perlu risau karena umumnya cocok untuk kulit sensitif dan mulai melindungi segera setelah diaplikasikan secara merata.
2. Sunscreen kimiawi
Sunscreen kimiawi mengandung filter UV sintetis seperti oksibenzon (oxybenzone), oktinoksat (octinoxate), dan avobenzon (avobenzone) yang menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi panas untuk mencegah kerusakan kulit.
Meskipun efektif dalam memberikan perlindungan terhadap kulit akibat sinar matahari, bahan-bahan ini terbukti memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia serta menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
Penelitian yang dipublikasikan di Springer Link (2025) menemukan bahwa berdasarkan bukti-bukti yang muncul selama satu dekade terakhir (2014–2024), penggunaan susncreen berbahan kimia, telah menimbulkan kekhawatiran terkait potensi dampaknya dalam mengganggu sistem endokrin, persistensinya di lingkungan, serta akumulasi biologisnya.
Berbagai penelitian menemukan bahwa oksibenzon dan filter UV kimiawi lainnya dapat menembus kulit dan masuk ke dalam aliran darah, tempat zat tersebut terakumulasi seiring waktu dan dapat dideteksi dalam urine, cairan ketuban, bahkan air susu ibu (ASI).
Zat-zat kimia ini termasuk dalam kelompok bahan kimia pengganggu sistem endokrin (endocrine-disrupting chemicals). Artinya, zat-zat tersebut berpotensi meniru atau mengganggu fungsi hormon alami tubuh, terutama estrogen dan progesteron, yang sangat penting bagi kehamilan yang sehat.
Memilih Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil
Jadi mana yang aman untuk ibu hamil? Tentu saja yang tipe fisikal atau yang mengandung bahan alami dan organik selama kehamilan (mineral).
Berikut panduan memilih sunscreen yang aman untuk ibu hamil:
1. Sunscreen yang melapisi, bukan diserap
Pilihlah tabir surya mineral yang bekerja dengan melapisi permukaan kulit, bukan diserap ke dalam kulit maupun aliran darah.
2. Pilihlah produk dengan perlindungan spektrum luas (broad spectrum)
Artinya memberikan perlindungan yang luas, baik UV A maupun UV B. Tabir surya yang mengandung seng oksida (zinc oxide) non-nano memberikan perlindungan UVA & UVB yang sangat baik dan tidak terurai saat terpapar sinar matahari.
3. Pilih yang berban mineral
Pilihlah tabir surya mineral dengan bahan-bahan organik yang lembut di kulit, sehingga kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi.
Saat memilih tabir surya, pastikan untuk selalu memeriksa daftar bahan yang tertera di bagian belakang kemasan. Hindari susncreen kimiawi dengan kandungan zat aktif berikut:
1. Oksibenzon (Oxybenzone) yang dikaitkan dengan gangguan hormon serta telah terdeteksi dalam cairan ketuban, ASI, dan darah janin.
2. Oktinoksat (Octinoxate/Ethylhexyl Methoxycinnamate), Dapat meniru hormon estrogen dan berpotensi mengganggu hormon kehamilan.
3. Avobenzon (Avobenzone), dapat terurai saat terpapar sinar matahari dan membentuk produk sampingan yang berbahaya.
4. Homosalate, diketahui dapat terakumulasi di dalam tubuh dan mengganggu regulasi hormon.
5. Oktokrilen (Octocrylene), dapat terurai menjadi benzofenon (benzophenone), zat yang berpotensi bersifat karsinogenik dan mengganggu sistem endokrin.
Bahan lain yang sebaiknya dihindari:
Referensi:
1. Frontline Medicine. 2025. Photoprotection in pregnancy: addressing safety concerns and optimizing skin health
2. Springer. 2025. Endocrine and Reproductive Health Considerations of Sunscreen UV Filters: Insights from a Comprehensive Review 2014–2024.


