Bertemu, saling kenal, lalu jatuh cinta dan akhirnya menikah, begitulah umumnya siklus sebuah hubungan terbentuk. Jika dulu pernikahan sering dianggap sebagai akhir cerita bahagia, kini pernikahan justru digambarkan sebagai titik awal dimulainya sebuah cerita panjang dua anak manusia.
Memahami tujuan pernikahan dalam Islam maupun dari berbagai sudut pandang lainnya sangatlah penting, agar sebuah rumah tangga punya arah dan tujuan yang jelas, ada standar yang harus dijalani, ada nilai dan norma yang mesti dijaga.
Lantas, apa tujuan pernikahan dalam pandangan agama Islam, perspektif sosial, dan perspektif psikolog?
Tujuan pernikahan dalam pandangan Islam
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah)...”
(QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sudah menciptakan jodoh untuk semua orang dengan tujuan menikah dan membentuk keluarga samawa.


