Tidak hanya mengharukan, persalinan juga merupakan proses yang menegangkan. Karena itu, perlu dukungan dari orang-orang terdekat untuk menguatkan ibu yang sedang berjuang menjalani proses persalinan, terutama dukungan dari suaminya.
Melahirkan didampingi suami sudah seharusnya dilakukan. Itu sebabnya kini semakin banyak rumah sakit maupun klinik bersalin yang mendorong keterlibatan suami selama proses melahirkan. Kehadiran suami bukan sekadar menyaksikan kelahiran buah hati, tetapi juga menjadi sumber dukungan yang dapat membantu ibu merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri.
Manfaat Istri Melahirkan Didampingi Suami
Saat melahirkan, seorang ibu tidak hanya menghadapi rasa nyeri akibat kontraksi, tetapi juga tekanan emosional dan kecemasan. Melahirkan didampingi suami sebagai orang terdekat dapat memberikan rasa aman dan membuat ibu merasa tidak menjalani proses ini sendirian.
Penelitian terbaru dalam BMC Pregnancy and Childbirth (2024) juga menunjukkan bahwa keterlibatan suami selama kehamilan dan persalinan tidak hanya meningkatkan pengalaman keluarga, tetapi juga membantu suami lebih siap menjalani peran pengasuhan setelah bayi lahir.
Berikut ini manfaat melahirkan didampingi suam :
1. Membantu ibu lebih tenang dan percaya diri
Dukungan sederhana seperti menggenggam tangan, memberi semangat, atau tetap berada di sisi istri dapat mengurangi rasa takut saat persalinan. Ibu pun cenderung merasa lebih yakin menghadapi proses melahirkan.
2. Mengurangi risiko intervensi medis tertentu
Ibu yang melahirkan yang mendapatkan dukungan terus-menerus berpeluang lebih besar untuk melahirkan secara spontan, dengan risiko operasi Caesar dan penggunaan alat bantu persalinan yang lebih rendah. Selain itu, proses persalinan juga cenderung berlangsung lebih singkat dan penggunaan obat pereda nyeri lebih sedikit.
3. Membantu mengurangi kecemasan dan stres
Dads, perasaan didukung oleh pasangan dapat membantu ibu lebih rileks. Ketika stres berkurang, ibu akan lebih nyaman menjalani setiap tahapan persalinan.
4. Membantu komunikasi dengan tenaga medis
Di tengah kontraksi yang semakin kuat, ibu mungkin kesulitan menerima informasi dengan baik. Di sinilah Dads dapat membantu dengan mengingatkan keinginan ibu sesuai rencana persalinan, mengajukan pertanyaan kepada tenaga kesehatan, membantu memahami pilihan tindakan medis, dan juga menjadi penghubung antara ibu dan tim medis.
5. Memperkuat ikatan ayah dan bayi
Menyaksikan proses kelahiran secara langsung dapat membantu ayah membangun kedekatan emosional dengan bayi sejak awal kehidupan. Keterlibatan ini juga mendorong kerja sama dalam pengasuhan setelah bayi lahir.
6. Mendukung kesehatan mental ibu setelah melahirkan
Dukungan suami selama persalinan berkaitan dengan kesehatan mental ibu yang lebih baik setelah melahirkan. Hal ini menurunkan risiko munculnya gejala depresi pascamelahirkan.
Yang Perlu Dilakukan Suami Saat Mendampingi Persalinan
Banyak pria ingin terlibat secara aktif selama kehamilan dan persalinan, namun sering merasa kurang mendapatkan informasi atau arahan dari sistem pelayanan kesehatan. Karena itu, persiapan suami sebelum hari persalinan sangat penting agar dapat menjadi pendamping yang efektif.
Jika Dads merasa bingung harus melakukan apa di ruang bersalin, ini beberapa hal yang perlu dilakukan para suami saat mendampingi istri melahirkan:
1. Pelajari proses persalinan sebelum Hari H
Dads, cari informasi terpercaya atau ikuti kelas persiapan persalinan agar memahami seluk-beluk persalinan. Mulai dari tahapan persalinan, jenis kontraksi, teknik pernapasan, hingga pilihan pengelolaan nyeri. Dengan persiapan yang baik, suami akan lebih siap mendampingi istri melahirkan.
2. Berikan dukungan emosional
Hal sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengucapkan kata-kata penyemangat, menenangkan istri saat cemas, dan mengingatkan bahwa ia sudah berjuang dengan baik. Tetap bersikap tenang dan positif.
3. Membantu teknik pernapasan
Saat kontraksi datang, suami dapat membantu istri untuk mengatur napas, mengingatkan teknik relaksasi, dan membantu tetap fokus selama kontraksi berlangsung.
4. Memberikan sentuhan yang menenangkan
Beberapa bentuk bantuan fisik yang bisa dilakukan, yaitu memijat punggung bawah, memberikan tekanan pada pinggang, mengusap bahu, dan menggenggam tangan istri. Sentuhan sederhana dapat memberikan rasa nyaman dan mengurangi ketegangan.
5. Membantu kebutuhan praktis
Suami juga dapat membantu dengan menyediakan minuman, mengingatkan istri untuk tetap terhidrasi, membantu mengubah posisi tubuh, menyiapkan barang yang dibutuhkan, menghubungi keluarga bila diperlukan. Dengan begitu, ibu dapat lebih fokus menjalani proses persalinan.
6. Menjadi advokat bagi ibu
Salah satu peran terpenting suami adalah memastikan hak dan keinginan istri tetap dihormati. Misalnya dengan mengingatkan preferensi dalam rencana persalinan, membantu mengajukan pertanyaan, juga memastikan istri memahami tindakan medis yang ditawarkan.
Mums dan Dads, kehadiran suami dalam mendampingi proses persalinan bukan sekadar menemani. Melainkan memberikan dukungan emosional, fisik, dan psikologis yang bermanfaat bagi ibu maupun bayi. Dukungan yang tepat dapat membuat ibu lebih tenang, mengurangi stres, meningkatkan kepuasan terhadap pengalaman melahirkan, hingga membantu memperkuat ikatan ayah dengan buah hati.
Bagi suami, peran utama bukan menjadi penonton di ruang bersalin atau sekadar menunggu di ruang tunggu pasien, melainkan menjadi partner yang siap mendukung, menenangkan, dan membantu istri melewati salah satu momen terpenting dalam hidup mereka bersama. Untuk informasi mengenai panduan parenting lainnya, Mums dan Dads dapat melihatnya di website Teman Bumil dan Parenting.
Referensi :
BMC Pregnancy and Childbirth (2023). A Systematic Review and Narrative Synthesis of Fathers' Experiences of Pregnancy and Childbirth.


