Memiliki dua anak laki-laki dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh membuat Nagita Slavina tetap fokus mengasuh keduanya di tengah kesibukan sebagai artis dan pebisnis. Kesibukan istri dari pesohor Rafi Ahmad ini tidak mengurangi kedekatannya dengan sang buah hati.
Itu sebabnya anak Nagita Slavina tumbuh dan besar dengan limpahan kasih sayang dan kehangatan dari kedua orang tuanya yang sangat sibuk dalam karier masing-masing. Terlepas dari fasilitas dan kemewahan yang dimiliki, kedekatan dan kehangatan keluarga Sultan Andara ini patut ditiru.
Kenapa Kedekatan dengan Anak Itu Penting?
Mums, kehangatan dan kedekatan dengan anak sangat penting dibangun sejak dini. Sebuah penelitian longitudinal yang diterbitkan dalam jurnal Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health (2024) menemukan bahwa kedekatan orang tua–anak bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menjadi faktor protektif yang membantu menjaga kesehatan mental mereka dari waktu ke waktu. Anak yang memiliki hubungan positif dengan orang tua cenderung lebih mampu menghadapi stres dan tantangan emosional.
Selain penelitian tersebut, sebuah systematic review terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Children (2025) menegaskan bahwa empati dan sensitivitas orang tua berperan penting dalam pembentukan secure attachment (kelekatan aman) pada anak.
Dari kedua penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang tua yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, keterampilan sosial, kesejahteraan psikologis, rasa aman dalam hubungan, serta perkembangan sosioemosional yang lebih optimal. Inilah alasan pentingnya hubungan hangat antara orang tua dan anak.
Kabar baiknya, kedekatan dengan anak dapat dibangun lewat hal-hal sederhana, seperti mendengarkan cerita mereka, bermain bersama, hingga menunjukkan kasih sayang secara terbuka.
Bukan soal selalu ada selama 24 jam, tetapi bagaimana orang tua benar-benar hadir saat bersama anak. Inilah yang bisa dipelajari dari parenting ala Nagita Slavina.
Profil Singkat Nagita Slavina
Nagita Slavina (nama lengkap: Nagita Slavina) adalah artis, presenter, produser, dan pengusaha Indonesia yang lahir di Jakarta pada 17 Februari 1988. Ia merupakan putri dari Rieta Amilia dan Gideon Tengker. Nagita dikenal sejak remaja melalui berbagai sinetron dan film, sebelum kemudian aktif mengembangkan bisnis hiburan dan digital.
Pada tahun 2014, Nagita menikah dengan Raffi Ahmad dalam pernikahan yang menjadi salah satu acara selebritas terbesar di Indonesia. Dari pernikahan tersebut, mereka membangun kerajaan bisnis media dan hiburan melalui RANS Entertainment, dengan Nagita berperan sebagai CEO.
Kini, Nagita dan Raffi dikenal sebagai orang tua dari tiga anak:
Rafathar Malik Ahmad (lahir 2015)
Rayyanza Malik Ahmad, yang akrab dipanggil "Cipung" (lahir 2021)
Ranaima Malika Raudia Andara atau dikenal sebagai Lily, yang bergabung dalam keluarga mereka pada 2024 dan kini sering tampil bersama keluarga di berbagai kesempatan.
Meski tetap aktif sebagai selebritas dan pengusaha, Nagita kini lebih dikenal publik sebagai sosok ibu yang kerap membagikan momen pengasuhan, kehidupan keluarga, serta aktivitas bisnisnya bersama suami dan ketiga anaknya.
Gaya Parenting ala Nagita Slavina
Parenting ala Nagita Slavina sering menjadi sorotan karena terlihat hangat, santai, tetapi tetap memiliki batasan yang jelas. Dari berbagai wawancara dan tayangan kesehariannya, beberapa prinsip yang sering terlihat adalah:
1. Mengutamakan kedekatan emosional
Nagita berusaha meluangkan waktu berkualitas bersama anak-anaknya meskipun memiliki jadwal yang padat. Ia sering mengajak anak bermain, berbincang, membaca buku, atau melakukan aktivitas sederhana di rumah. Meskipun ada sus (pengasuh), di media sosial hampir selalu ada Nagita Slavina di dekat anak-anaknya, terutama saat sedang berkegiatan di rumah.
2. Tidak memaksakan prestasi
Nagita dan Raffi Ahmad beberapa kali menyampaikan bahwa mereka tidak ingin terlalu menekan anak dalam hal akademik atau pencapaian tertentu. Mereka lebih fokus pada kebahagiaan, minat, dan perkembangan karakter anak.
3. Mengajarkan kemandirian sejak dini
Meski tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan, anak-anak mereka diajarkan untuk melakukan hal-hal sederhana sendiri, seperti membereskan barang, memilih pakaian, atau bertanggung jawab terhadap kebutuhannya sesuai usia.
4. Memberikan ruang untuk mengeksplorasi minat
Rafathar dan Rayyanza sering diberi kesempatan mencoba berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, seni, hingga kegiatan bermain yang mendukung perkembangan kreativitas dan rasa percaya diri.
5. Menghindari marah berlebihan di depan anak
Nagita dikenal memiliki pendekatan yang relatif tenang saat menghadapi tingkah anak. Ia lebih sering mengajak anak berbicara dan menjelaskan konsekuensi suatu perilaku daripada langsung memarahi.
6. Menanamkan nilai sopan santun
Dalam berbagai kesempatan, Nagita terlihat menekankan pentingnya mengucapkan "tolong", "maaf", dan "terima kasih", serta menghormati orang yang lebih tua maupun orang yang membantu mereka sehari-hari.
7. Kompak dengan pasangan dalam pengasuhan
Meski memiliki gaya yang berbeda, Nagita dan Raffi berusaha terlibat bersama dalam mengasuh anak. Keterlibatan ayah dianggap penting agar anak mendapatkan dukungan emosional dari kedua orang tuanya.
Pelajaran yang Bisa Ditiru Orang Tua
Parenting ala Nagita bukan soal fasilitas atau kemewahan, melainkan:
Hadir secara emosional untuk anak.
Mendengarkan perasaan anak.
Memberi kesempatan anak belajar mandiri.
Menghargai minat dan keunikan setiap anak.
Menjaga komunikasi yang hangat dalam keluarga.
Pendekatan ini cukup dekat dengan pola authoritative parenting, yaitu pengasuhan yang penuh kasih sayang tetapi tetap memiliki aturan dan batasan yang jelas untuk anak.
Referensi:
1. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health (2024). Longitudinal relations between child emotional difficulties and parent-child closeness: a stability and malleability analysis using the STARTS model.
2. Children (2025). Empathy and Parental Sensitivity in Child Attachment and Socioemotional Development: A Systematic Review from Emotional, Genetic, and Neurobiological Perspectives.


