Sakit perut pada anak cukup umum dan biasanya disebabkan oleh gangguan pencernaan, infeksi, sembelit, atau kebiasaan kebersihan yang kurang baik.
Beberapa bahan rumahan seperti jahe, peppermint, chamomile, air kelapa, pepaya, yogurt, daun jambu biji, dan kunyit dapat digunakan untuk membantu meredakan keluhan ringan.
Gejala sakit perut pada anak dapat berupa kram, mual, muntah, diare, sembelit, dan perut kembung.
Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya, dan segera periksakan ke dokter jika keluhan berlanjut, semakin berat, atau intensitasnya meningkat.
Pada anak-anak, sakit perut merupakan hal normal karena disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari kontaminasi bakteri pada makanan, maupun kebiasaan buruk tidak cuci tangan setelah bermain. Kabar baiknya, sebagian besar sakit perut pada anak biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau kurang.
Selain itu, sakit perut pada anak biasanya mudah diatasi dengan memberikan obat sakit perut tradisional yang telah lama digunakan secara turun-temurun. Untuk sakit perut pada anak yang sifatnya ringan atau sementara, ada berbagai pilihan obat sakit perut anak tradisional yang mudah didapat.
Opsi Obat Sakit Perut Anak Tradisional
Beberapa pengobatan rumah yang cukup dapat diandalkan dan selalu tersedia di dapur Mums ialah jahe, minyak peppermint, kompres hangat dan pijatan lembut area perut.
Terkait bahan herbal atau bahan rumahan yang digunakan sebagai obat sakit perut anak tradisional ini, para peneliti mengingatkan untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menggunakannya. Sebab, menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal National Institute of Health (2022), beberapa jenis obat tradisional terbukti efektif dan aman secara ilmiah untuk meredakan sakit perut pada anak. Namun, para peneliti menekankan pentingnya menyesuaikan bahan herbal dengan penyebab spesifik sakit perut tersebut.
Mums, berikut ini beberapa bahan herbal yang dapat digunakan sebagai obat sakit perut anak tradisional:
1. Jahe
Kandungan gingerol pada jahe sangat efektif menenangkan perut, mengurangi mual dan rasa tidak nyaman. Antioksidannya yang kuat mampu membantu mengurangi produksi radikal bebas serta potensi kerusakannya bagi tubuh. Selain itu, sifat anti-inflamasi pada jahe mampu meningkatkan produksi cairan pencernaan dan menentramkan asam lambung.
2. Minyak peppermint
Peppermint memiliki efek menenangkan pada otot-otot lambung, juga memiliki kemampuan untuk melancarkan aliran empedu, yaitu cairan yang digunakan tubuh untuk proses pencernaan. Jadi, peppermint bertindak sebagai analgesik alami dan pelemas otot pada saluran cerna anak.
3. Teh chamomile
Saat anak sakit perut, berikan secangkir teh chamomile hangat. Teh chamomile memiliki sifat anti-inflamasi dan sedatif yang membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. Merelaksasi otot-otot saluran pencernaan bagian atas dan meredakan kontraksi yang menggerakkan makanan melalui lambung serta usus halus, sehingga dapat mengurangi kejang dan kram perut.
4. Daun jambu biji dan kunyit
Pada daun jambu biji dan kunyit terdapat kandungan tanin dan quercetin yang bekerja sebagai astringen yang mengecilkan selaput lendir usus sehingga menurunkan frekuensi buang air besar. Kunyit mengandung kurkumin yang berkhasiat menekan peradangan usus.
5. Air kelapa murni
Kandungan air mineral esensial seperti kalium, kalsium, natrium, dan magnesium dalam air kelapa murni membantu menenangkan mukosa lambung dan menggantikan cairan yang hilang akibat dehidrasi.
6. Buah pepaya
Untuk sakit perut akibat sembelit atau susah buang air besar, maka mengonsumsi buah pepaya matang sangat efektif. Kandungan enzim pencernaan alami dalam pepaya berupa chymopapain dan papain mampu memecah makanan sehingga lebih mudah dicerna dan mengatasi sembelit pada anak.
7. Yogurt
Yogurt efektif untuk mengatasi kram perut biasa dan merupakan makanan penyembuh yang populer untuk diare. Bakteri baik yang hidup di dalam usus akan membantu proses pencernaan. Jika anak mengalami infeksi virus pada usus atau diare, bakteri baik bisa ikut terbuang, yang dapat memperpanjang durasi gejala tersebut.
Gejala Sakit Perut pada Anak
Sakit perut pada anak umumnya memiliki gejala yang sama seperti halnya orang dewasa. Hanya saja, pada anak-anak balita yang relatif masih kecil agak kesulitan menjelaskan atau mendeskripsikan rasa sakit yang dirasakan.
Karena itu Mums, mesti paham apa dan bagaimana gejala sakit perut yang umumnya dirasakan oleh anak-anak berikut ini:
Perut mulas atau kram. Ditandai dengan anak yang sering memegangi perut sambil meringis, sehingga sulit beraktivitas.
Mual dan muntah. Sering terjadi pada sakit perut akibat infeksi saluran cerna atau gangguan pencernaan lainnya.
Diare. Anak kecil sangat rentan mengalami diare, terutama bila disebabkan oleh infeksi virus atau kontaminasi bakteri, terutama pada makanan yang dikonsumsi.
Sembelit. Sulit buang air besar atau sembelit dirasakan oleh anak yang ditandai dengan BAB jarang, bentuk fesesnya keras, mengejan, atau sakit saat BAB.
Perut kembung. Di sini anak merasa perutnya penuh dan sering buang angin maupun bersendawa.
Mums, itulah beberapa obat tradisional sakit perut anak yang dapat dicoba dan jadi pertolongan pertama untuk mengatasi sakit perut pada Si Kecil. Juga beberapa gejala umum sakit perut yang biasanya dialami anak-anak.
Pastikan untuk mengetahui penyebab sakit perut tersebut sehingga dapat ditentukan cara untuk mengatasinya. Jika gejala berlanjut atau semakin berat dan intens, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Referensi :
National Institue of Health. 2022. Herbal Approaches to Pediatric Functional Abdominal Pain


