Jennifer Bachdim jadi salah satu influenser yang sukses menjalani perannya sebagai orang tua dengan menerapkan gaya hidup sehat bagi anak-anaknya. Istri dari pesepak bola nasional Irfan Bachdim ini, kerap membagikan kebiasaan sehatnya sehari-hari melalui akun media sosialnya.
Bersama keempat anaknya, Jennifer rutin berolahraga, membiasakan mengonsumsi makanan bergizi, aktif bermin di luar ruangan, hingga menerapkan rutinitas tidur yang teratur. Gaya hidup sehat ala keluarga Jennifer ini terbilang sukses menarik perhatian penggemarnya untuk mengikuti jejak sang idola.
Profil Jennifer Bachdim
Lahir di Muhlacker, Jerman pada tanggal 6 April 1987, Jennifer Jasmin Bachdim telah menjadi model dan penari profesional sejak remaja, dan kini sukses menjadi influencer dan penggiat olahraga. Jennifer Bachdim pun menjadi brand ambassador berbagai produk ternama, seperti Ion Water.
Setelah menjalin hubungan asmara selama 1,5 tahun, Jennifer dan Irfan Bachdim memutuskan menikah pada tanggal 8 Juli 2011 di Stuttgard, Jerman. Kini keduanya sudah dikarunia 4 orang anak. Uniknya, walaupun keduanya berdarah Jerman dan Indonesia, namun keempat anaknya diberi nama khas Jepang.
Nama keempat anak mereka ialah Kiyomi Sue Bachdim, Kenji Zizou Bachdim, Kiyoji Kaynen Bachdim, dan Kiro Zayden Bachdim.
Gaya Hidup Sehat ala Anak Jennifer Bachdim
Bagi Jennifer, kebiasaan hidup sehat mesti dijadikan bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Dan orang tua wajib jadi role model bagi anak-anaknya. Pendekatan ini sejalan dengan studi dalam Journal of Child and Family Studies (2024) yang menyebutkan bahwa perilaku orang tua berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap tingkat aktivitas fisik anak.
Anak-anak cenderung lebih aktif ketika melihat orang tuanya juga rutin bergerak, berolahraga, dan mendukung aktivitas fisik di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa contoh nyata dari orang tua jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberi nasihat.
Selain pada anak, kebiasaan baik ini tentunya juga berdampak pada orang tua. Jika ingin anak gemar berolahraga, mulailah dari diri sendiri. Jalan pagi bersama, bersepeda keluarga, atau bermain di luar dapat menjadi kebiasaan sederhana yang berdampak besar.
Mengajarkan hidup sehat seperti yang dilakukan oleh Jennifer dan Irfan Bachdim bukan berarti menuntut atau memaksa anak menjalani pola hidup yang berlebihan di luar batas kemampuan anak. Melainkan membangun kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari dan secara bersama-sama. Sehingga berolahraga sekaligus momen bonding atau quality time antara orang tua dan anak-anak tercinta.
Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat pada Anak
Mums, untuk melatih anak menerapkan gaya hidup sehat sejak dini seperti Jennifer Bachdim, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti:
1. Kenalkan makanan bergizi seimbang
Makanan yang sehat adalah makanan bergizi seimbang. Kebiasaan makan sehat ini mesti dikenalkan sejak fase MPASI. Biasakan anak mengonsumsi makanan bernutrisi seperti sayur, buah, ikan, daging, telur, dan sumber protein lainnya. Termasuk minum air putih yang cukup setiap hari.
2. Aktif bergerak
Jangan mager dan biasakan anak untuk aktif bergerak, seperti yang Jennifer Bachdim lakukan. Aktivitas fisik tidak harus berupa olahraga terstruktur. Bagi anak-anak, bermain aktif di luar ruangan sudah jadi bagian dari hidup sehat dengan banyak bergerak.
Misalnya, main di taman maupun di area terbuka lainnya. Bersepeda, berenang, menari, bermain bola, jalan pagi bersama keluarga. Dalam hal ini, yang penting bukan durasinya, melainkan konsistensi bergerak setiap hari.
3. Mengatur penggunaan gadget
Pastikan screen time anak tidak berlebihan. Agar ia punya banyak waktu untuk bermain, belajar, dan istirahat yang cukup. Juga memiliki tidur yang berkualitas. Screen time yang berlebihan dapat merusak kualitas tidur, menyebabkan gangguan konsentrasi, serta mengurangi kesempatan anak bergerak aktif.
Karena itu, buat jadwal bermain gadget dan jangan memegang gawai saat makan atau berkumpul bersama keluarga. Juga ajak anak melakukan aktivitas alternatif seperti membaca buku atau bermain di luar rumah.
4. Pastikan kualitas tidur terjaga
Bagi anak, kualitas tidur sangat penting dalam mendukung tumbuh kembangnya, baik secara fisik, psikis, maupun kognitif. Karena itu, tetapkan jam tidur yang konsisten, ciptakan rutinitas menjelang tidur seperti membaca buku, dan hindari penggunaan gawai sebelum waktu tidur.
5. Ajarkan kebersihan diri
Tidak hanya makanan sehat dan aktivitas fisik, gaya hidup sehat juga mencakup kemampuan membersihkan diri sendiri loh, Mums. Karena itu, ajarkan anak untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, sikat gigi dua kali sehari, mandi secara teratur, juga terapkan etika batuk atau bersin.
6. Quality time bersama keluarga
Mums, gaya hidup sehat bukan hanya soal kondisi fisik, melainkan juga kesehatan mental yang perlu dijaga. Salah satunya adalah menikmati waktu bersama keluarga melalui quality time, dan ini kerap dilakukan Jennifer Bachdim bersama keluarga.
Menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta akan mempererat hubungan emosional sekaligus menjadi momen untuk menanamkan berbagai kebiasaan baik pada anak-anak.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Orang Tua
Jika melihat Jennifer Bachdim mengajarkan gaya hidup sehat kepada anak-anaknya, tampak sangat mudah dan simpel. Namun, faktanya bisa jadi tidak semudah yang tampak di layar kaca. Di balik itu, ada perjuangan, penolakan, bahkan konflik kecil yang tak bisa diabaikan.
Mums, agar upaya menanamkan gaya hidup sehat pada anak-anak berhasil, layaknya Jennifer Bachdim, berikut ini kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua dan mesti dihindari :
1. Memaksa anak menghabiskan makanan
Bagi sebagian anak, makan bisa jadi momen tidak menyenangkan, apalagi jika dipaksakan. Dalam hal ini, paksaan dapat mengganggu kemampuan anak mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami. Alih-alih memaksa, lebih baik menawarkan makanan sehat secara berulang tanpa tekanan.
2. Mengharapkan perubahan secara instan
Membentuk kebiasaan baik, apa pun jenisnya, tentu saja membutuhkan waktu dan proses. Ekspektasi yang terlalu tinggi justru dapat membuat orang tua mudah frustrasi, apalagi jika hasilnya sangat jauh dari harapan. Karena itu, jangan berlebihan dalam menetapkan target. Sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak.
3. Tidak konsisten
Kunci dari menanamkan gaya hidup sehat ada pada konsistensi orang tua. Sebab anak membutuhkan aturan yang jelas dan konsisten. Jika orang tua melarang penggunaan gawai saat makan tetapi tetap bermain ponsel di meja makan, anak akan menerima pesan yang membingungkan.
4. Terlalu fokus pada berat badan
Berat badan ideal memang impian semua orang, namun tujuan utama gaya hidup sehat adalah kesehatan dan kesejahteraan anak, bukan sekadar angka di timbangan. Selain itu, komentar negatif mengenai bentuk tubuh juga dapat memengaruhi rasa percaya diri anak.
Mums, itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam menerapkan gaya hidup sehat pada anak-anak, seperti yang dilakukan Jennifer Bachdim. Memang tidak semua keluarga memiliki fasilitas lengkap, waktu luang yang cukup, maupun mindset dan tekad yang kuat. Namun, hidup sehat tidak harus mahal dan rumit. Manfaatkan saja fasilitas yang ada. Lakukan semampunya, semaksimalnya.
Referensi :
Journal of Child and Family Studies. 2024. A Longitudinal Examination of Direct and Indirect Influences of Parental Behaviors on Child Physical Activity.


