Bagi ibu hamil, gerakan janin bukan sekadar momen membahagiakan, melainkan menjadi salah satu indikator tumbuh kembang janin yang sehat. Berbagai bentuk gerakan janin seperti tendangan, putaran, menggeliat, berguling atau hentakan kecil merupakan beberapa tandanya.
Sebagian besar ibu mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 16-24 minggu. Waktu munculnya gerakan pertama bisa berbeda-beda, tergantung pada apakah ini kehamilan pertama atau bukan, posisi plasenta, berat badan ibu, dan aktivitas sehari-hari.
Lalu, mengapa menghitung gerakan janin penting bagi ibu hamil dan bagaimana cara menghitungnya? Simak artikel ini sampai habis ya, Mums.
Pentingnya Menghitung Gerakan Janin
Pada awalnya, gerakan ini bisa terasa seperti gelembung atau kupu-kupu di perut. Seiring bertambahnya usia kehamilan dan ukuran janin yang makin membesar, gerakannya akan semakin kuat dan mudah dikenali. Bahkan cukup intens setiap harinya.
Gerakan janin menunjukkan bahwa bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup dari plasenta.
Karena itu, para ibu hamil dianjurkan untuk selalu mengenali pola gerakan janin melalui metode kick count, yaitu cara menghitung gerakan janin dengan benar terutama pada trimester ketiga.
Kick count umumnya dianjurkan mulai usia kehamilan 28 minggu atau memasuki trimester ketiga. Pada periode ini, pola gerakan bayi biasanya sudah lebih teratur. Sementara itu pada kehamilan berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan pemantauan lebih awal.
Selain menghitung gerakan janin, ibu hamil juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya penurunan gerakan janin yang bisa menjadi indikasi adanya berbagai komplikasi kehamilan. Seperti yang terungkap dalam penelitian dari Midwifery (2023) yang menemukan bahwa reduced fetal movement (RFM) atau penurunan gerakan janin berhubungan dengan peningkatan berbagai risiko, seperti gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan, persalinan prematur, intervensi obstetri yang lebih tinggi.
Penelitian terbaru Studi Yale School of Medicine (2024) yang melibatkan ibu hamil dengan keluhan penurunan gerakan janin menunjukkan bahwa evaluasi medis setelah munculnya keluhan tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan kesehatan janin.
Studi ini kembali menegaskan bahwa perubahan pola gerakan janin merupakan salah satu alasan tersering ibu mencari pertolongan medis menjelang persalinan. Memang kick count tidak menggantikan pemeriksaan dokter, tetapi dapat menjadi alarm awal bagi ibu hamil untuk mencari bantuan medis.
Cara Menghitung Gerakan Janin dengan Benar
Mums, berikut ini cara menghitung gerakan janin dengan benar melalui metode "Count to 10" sesuai anjuran dokter:
1. Pilih waktu yang sama
Metode “Count to 10” ini paling sering digunakan karena sederhana dan mudah dilakukan. Pilih waktu yang sama setiap hari. Lakukan saat bayi biasanya aktif, misalnya setelah makan, sore atau malam hari, saat bumil sedang beristirahat. Menghitung pada waktu yang konsisten membantu bumil mengenali pola normal bayi.
2. Cari posisi yang nyaman
Posisi yang disarankan adalah berbaring miring ke kiri atau duduk santai dengan kaki ditopang. Posisi ini membantu aliran darah ke rahim tetap optimal.
3. Fokus pada gerakan bayi
Letakkan tangan di atas perut dan hindari gangguan, seperti televisi atau ponsel. Hitung semua gerakan yang dirasakan, termasuk tendangan, putaran, gulungan, dorongan, atau sentakan. Setiap gerakan dihitung sebagai satu gerakan.
4. Hitung hingga 10 gerakan
Perhatikan waktu sejak mulai menghitung hingga bayi bergerak sebanyak 10 kali. Pada sebagian besar kehamilan, 10 gerakan dalam waktu maksimal 2 jam dianggap sebagai tanda yang meyakinkan bahwa gerakan janin normal.
Setiap bayi memiliki pola yang berbeda. Ada yang mencapai 10 gerakan dalam 10–20 menit, 30 menit, bahkan 1 jam. Jadi, tidak perlu membandingkan dengan ibu hamil lainnya. Fokus saja pada pola normal janin sendiri.
Selain memahami pola normal janin sendiri, pahami pula tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan, dan segera konsultasikan ke dokter jika mengalami salah satu dari kondisi : gerakan janin berkurang dibanding biasanya, bayi tidak bergerak seperti pola normalnya, tidak merasakan gerakan sama sekali. Kick count tidak mencapai 10 gerakan dalam 2 jam dan kondisi tersebut berlanjut. Jangan menunggu hingga keesokan harinya jika merasa ada perubahan yang signifikan.
Sementara itu, jika gerakan janin terasa berkurang, bumil dapat mencoba berbaring miring ke kiri, minum air dingin, mengonsumsi camilan sehat, beristirahat di tempat yang tenang, fokus memperhatikan gerakan bayi selama beberapa saat. Cara-cara ini dapat membantu ibu lebih peka terhadap aktivitas janin.
Mums, itulah beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang gerakan janin dalam kandungan dan cara menghitung gerakan janin dengan benar. Seorang ibu hamil umumnya dianjurkan mulai melakukan kick count sejak usia kehamilan 28 minggu dengan menghitung hingga 10 gerakan dalam waktu maksimal 2 jam.
Jika bumil merasa gerakan bayi berubah, berkurang, atau ada sesuatu yang berbeda dari biasanya, jangan tunda untuk segera konsultasikan dengan dokter. Termasuk deteksi dini keluhan yang umum dirasakan bumil di trimester 3. Deteksi ini dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.
Referensi
Midwifery (2023). Pregnancy, birth and neonatal outcomes associated with reduced fetal movements: A systemic review and meta-analysis of non-randomised atudies.
Study Yale School of Medicine. 2024. Maternal Characteristics and Pregnancy Outcomes Associated with Delivery versus Expectant Managements following Decreased Fetal Movement at Term.


