Praktisi sekaligus edukator dr. Gia Pratama, dokter dan edukator kesehatan, menyampaikan baha bulan Ramadan dapat dimaksimalkan menjadi momen yang tidak hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga kesehatan diri, serta menumbuhkan kembali kehangatan antar anggota keluarga hingga hari Hari Raya.
dr. Gia menyampaikan hal tersebut dalam acara bincang-bincang Ramadan bertajuk 'Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan’ yang diselenggarakan Frisian Flag Indonesia (FFI). Acara ini sekaligus mengajak keluarga Indonesia menjaga kesehatan selama berpuasa dengan asupan bergizi seimbang, sehat, dan aktif raih kehangatan keluarga di bulan suci ini.
Apa yang Terjadi Saat Kita Puasa?
“Selama berpuasa dan melaksanakan aktivitas yang padat di bulan Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat. Karena itu, pemenuhan zat gizi yang seimbang dan berkualitas, serta pengaturan waktu antara aktivitas dan ibadah menjadi semakin penting. Termasuk meluangkan waktu berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang terdekat agar tujuan Ramadan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dapat tercapai,” jelas dr. Gia.
Ia menambahkan, agar puasa dan ibadah lainnya dapat dijalankan secara optimal, asupan saat sahur dan berbuka sangat penting untuk diperhatikan. Konsumsi sumber protein dan zat gizi yang cukup


