Kasus balita yang meninggal di Sukabumi dengan cacing seberat 1 kg di tubuhnya pasti membuat kita merinding. Bagaimana bisa? Selain persoalan kemiskinan dan kurang gizi, infeksi parasit atau dalam hal ini cacing, memang masih mungkin ditemui pada daerah dengan sanitasi buruk.
Infeksi cacing umumnya ditularkan melalui tanah dan melibatkan berbagai spesies cacing parasit. Infeksi ini ditularkan melalui telur yang terdapat dalam feses manusia, yang mencemari tanah di daerah dengan sanitasi yang buruk. Anak-anak yang terinfeksi mengalami gangguan gizi dan fisik.
Yuk, pelajari lebih dalam tentang infeksi cacing, mulai dari jenis-jenis cacing, cara penularannya, tanda anak cacingan, hingga kapan perlu dibawa ke dokter.
Jenis-jenis Cacing dan Cara Penularannya
Menurut WHO (2023), infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah merupakan salah satu infeksi paling umum di seluruh dunia dengan perkiraan 1,5 miliar orang terinfeksi atau 24% dari populasi dunia.
Infeksi ini merupakan penyakit yang umum dialami anak-anak maupun orang dewasa yang terbelit kemiskinan dengan akses yang buruk terhadap air bersih, sanitasi, dan kebersihan. Wilayah tropis dan subtropis dengan prevalensi tertinggi dilaporkan dari Afrika sub-Sahara, Tiongkok, Amerika Selatan, dan Asia.
Infeksi ini ditularkan melalui telur yang terdapat dalam tinja manusia, yang kemudian mencemari tanah di wilayah dengan sanitasi yang buruk. Lebih dari 260 juta anak usia prasekolah, 654 juta anak usia sekolah, 108 juta remaja putri, dan 138,8 juta ibu hamil dan menyusui tinggal di wilayah dengan penularan parasit ini secara intensif, dan membutuhkan pengobatan serta intervensi pencegahan.
Berikut ini jenis-jenis spesies cacing yang dapat menyebabkan infeksi:
1. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
Spesies ini adalah spesies cacing yang paling sering menginfeksi manusia. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal NCBI (2023) menunjukkan anak yang terinfeksi cacing gelang bisa jadi tidak menunjukkan gejala. Jadi, Mums, jangan salah ya! Cacingan tidak selalu ditandai dengan perut buncit dan badan kurus.
Infeksi askariasis dapat menyebabkan malnutrisi dan keterlambatan pertumbuhan, atau dapat bermanifestasi dengan nyeri perut, mual, muntah, kembung, dan diare.
2. Cacing cambuk (Trichuris trichiura)
Trichuris trichiura juga dikenal sebagai cacing cambuk manusia, adalah cacing gelang yang menyebabkan trikuriasis pada manusia. Cacing ini masuk ke tubuh melalui telur yang tertelan dari tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi tanah kotor.
Gejalanya antara lain nyeri atau kram perut dan diare (kadang bercampur lendir atau darah). Anak mengeluh BAB tidak tuntas. Selain itu nafsu makan anak turun dan anak nampak pucat atau berat badan sulit naik. Pada infeksi berat, bisa terjadi anemia dan gangguan pertumbuhan.
3. Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).
Parasit ini masuk melalui kulit (seringkali telapak kaki) atau tertelan, menyebabkan gatal kulit, batuk, nyeri perut, diare, hingga anemia defisiensi besi berat. Pencegahannya melibatkan penggunaan alas kaki dan sanitasi bersih.
Lalu, bagaimana cara penularannya? Cacing yang ditularkan melalui tanah ditularkan melalui telur yang dikeluarkan melalui feses orang yang terinfeksi. Cacing dewasa hidup di usus tempat mereka menghasilkan ribuan telur setiap hari. Di daerah yang sanitasinya kurang memadai, telur-telur ini mencemari tanah. Hal ini dapat terjadi melalui beberapa cara:
Telur yang menempel pada sayuran tertelan ketika sayuran tidak dimasak, dicuci, atau dikupas dengan hati-hati
Telur tertelan dari sumber air yang terkontaminasi dan tertelan oleh anak-anak yang bermain di tanah yang terkontaminasi lalu memasukkan tangan mereka ke dalam mulut tanpa mencucinya.
Selain itu, telur cacing tambang menetas di dalam tanah, melepaskan larva yang kemudian berkembang biak menjadi bentuk yang dapat secara aktif menembus kulit.
Orang-orang terinfeksi cacing tambang terutama karena berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
Tidak ada penularan langsung dari orang ke orang, atau infeksi dari feses segar, karena telur yang dikeluarkan melalui feses membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk matang di dalam tanah sebelum menjadi infektif.
Tanda Anak Cacingan
Cacing tambang yang ditularkan melalui tanah mengganggu status gizi orang yang terinfeksi dalam berbagai cara, dan berikut ialah beberapa tanda anak terinfeksi cacingan:
1. Anemia
Cacing ini memakan jaringan inang, termasuk darah, yang menyebabkan hilangnya zat besi dan protein. Cacing tambang juga menyebabkan kehilangan darah usus kronis yang dapat mengakibatkan anemia.
2. Malnutrisi kronis
Cacing tambang meningkatkan malabsorpsi nutrisi. Selain itu, cacing gelang mungkin dapat bersaing untuk mendapatkan vitamin A di usus.
3. Nafsu makan turun
Beberapa cacing tambang yang ditularkan melalui tanah juga menyebabkan hilangnya nafsu makan dan, oleh karena itu, penurunan asupan nutrisi dan kebugaran fisik. Secara khusus.
4. Diare dan disentri
Ada juga spesies cacing yang dapat menyebabkan diare dan disentri.
Bahaya Jika Penyakit Cacingan Dibiarkan
Cacingan tidak bisa dianggap sepele karena kerap ditemukan kematian akibat cacingan. Kematian ini umumnya terdapat pada kondisi cacingan yang sangat berat dan banyaknya cacing di tubuh pasien.
Orang dengan infeksi ringan (sedikit cacing) biasanya tidak mengalami infeksi. Infeksi yang lebih berat dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk gejala pada usus seperti diare dan sakit perut, malnutrisi, malaise dan kelemahan umum, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik.
Infeksi dengan intensitas yang sangat tinggi dapat menyebabkan obstruksi usus yang harus ditangani dengan pembedahan, bahkan kematian.
Kapan Harus ke Dokter?
Mums harus menemui dokter jika si Kecil mengalami gejala yang menetap, masih terus ada cacing di tinja, gejala berlangsung lebih dari dua minggu, atau baru-baru ini bepergian ke daerah berisiko tinggi.
Meskipun beberapa infeksi ringan (seperti cacing kremi) dapat diobati dengan berbagai jenis obat cacingan untuk anak yang dijual bebas, saran medis profesional tetap diperlukan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat guna menghindari komplikasi.
Jika kekebalan inang menurun, parasit ini dapat menyebabkan sindrom hiperinfeksi/diseminasi yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati dengan tepat. Jadi, Mums jangan lengah ya, jaga terus kebersihan lingkungan, kebersihan si kecil, hingga tingkatkan imun anak agar kesehatan keluarga dapat terus terjaga.
Referensi
WHO. 2023. Soil-transmitted helminth infections
NCBI. 2023. Ascariasis
NCBI. 2023. Trichuris trichiura Infection


