Tantrum, Cari Perhatian atau Ekspresi Emosi?

Jumat, 23 Januari 2026 17:11 WIB

Anak sedang tantrum
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga punya emosi yang bisa meledak setiap saat. Itulah yang disebut dengan tantrum. Tantrum merupakan ledakan emosi yang umum terjadi pada anak usia 1 hingga 3 tahun, baik pada anak laki-laki maupun perempuan. 


Bentuknya bisa beragam, mulai dari merengek, menangis, berteriak, memukul, menendang, hingga menahan napas. Pada usia ini, anak tantrum adalah bagian normal dari perkembangan. Anak belum memiliki kemampuan bahasa dan pengendalian diri yang matang, sehingga emosi sering kali meledak lewat perilaku.


Tantrum pada anak sering menjadi momen yang melelahkan bagi orang tua. Tangisan keras, teriakan, menendang, hingga berguling di lantai kerap memicu rasa malu, frustrasi, bahkan marah. Namun, alih-alih melihat tantrum sebagai perilaku “nakal” atau manipulatif, para ahli perkembangan anak menyarankan untuk memandangnya sebagai bagian dari proses belajar emosi.


Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, disebutkan bahwa hubungan emosional keluarga, pola komunikasi serta strategi pengasuhan menentukan dua jenis respons orang tua terhadap tantrum, yaitu meredakan frustrasi anak atau justru memperkuat perilaku tantrum.


Selain itu studi di

Kasih Saran, Yuk!