Mums dan Dads, kalau kita ngomongin urusan rumah tangga, pasti nggak jauh-jauh dari topik pembagian tugas. Dari zaman dulu sampai sekarang, peran suami dan istri selalu mengalami perubahan. Ada yang masih nyaman dengan pola tradisional, ada juga yang memilih pola modern yang lebih fleksibel. Mana pun pilihannya, yang penting hubungan tetap harmonis dan saling memahami.
Nah, yuk kita bahas apa sih bedanya peran tradisional vs modern!
Peran Tradisional: Ibu di Rumah, Ayah Mencari Nafkah
Dulu, peran keluarga lebih simpel dan “terkotak”. Ibu identik dengan dapur dan anak, sedangkan ayah fokus bekerja di luar rumah. Pola ini sering disebut sebagai breadwinner–homemaker model, yang sudah lama melekat dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia.
Peran tradisional untuk suami dan istri ini sederhana, di mana ibu bertanggung jawab atas urusan rumah, seperti memasak, membersihkan, dan mengurus anak.Ayah atau suami bertugas mencari nafkah, mengambil keputusan besar, dan memastikan kebutuhan finansial terpenuhi.
Dalam konsep tradisional, pembagian tugas ini jarang berubah, karena dianggap sudah “pakem”. Buat sebagian keluarga, model ini masih nyaman dijalankan, apalagi jika Mums memang memilih menjadi stay-at-home mom. Tapi, penelitian menunjukkan model yang terlalu kaku kadang bikin salah satu pihak lebih mudah kelelahan, terutama Ibu.
Penelitian di Jurnal Litigasi Amsir (2025) menunjukkan bahwa peran suami dan istri dalam keluarga sekarang ini bergeser dari tugas tradisional yang terpisah (pencari nafkah/pengurus rumah tangga) ke tanggung jawab yang lebih terbagi dan egaliter. Pergeseran ini dipengaruhi oleh pendidikan, ekonomi, dan nilai-nilai kesetaraan gender yang berkembang.
Meskipun norma-norma patriarki masih tetap ada; peran sekarang menekankan kerja sama yang seimbang, dukungan timbal balik, dan pengambilan keputusan bersama untuk ketahanan keluarga, yang berdampak pada kepuasan dan dinamika perkawinan.
Peran Modern: Lebih Fleksibel, Lebih Setara
Sekarang, banyak keluarga yang menjalankan pola dual-earner, di mana baik ibu maupun ayah sama-sama bekerja. Dengan kondisi ini, pembagian tugas jadi lebih dinamis. Yang penting siapa yang bisa, ya dia yang kerjakan.
Ciri-ciri peran suami istri yang lebih modern:
Mums dan dads berbagi tugas rumah, bukan berdasarkan gender tetapi berdasarkan waktu dan kemampuan.
Pembagian pengasuhan anak juga lebih seimbang.
Keputusan keluarga diambil bersama, tidak selalu harus fokus pada keputusan Dads sebagai kepala rumah tangga.
Peran suami dalam pengasuhan makin besar, sekarang para ayah sudah mulai bisa dan mau mengganti popok, nemenin tidur anak, sampai urusan jadwal imunisasi,
Menariknya,Journal of Marriage and Family (2016)menunjukkan bahwa keluarga dengan model peran modern cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan lebih tinggi. Membagi pekerjaan rumah secara adil melaporkan hubungan yang lebih bahagia dan lebih stabil.
Ayah Masa Kini: Bukan Hanya Pencari Nafkah, Tapi juga Caregiver
Kalau dulu ayah atau suami lebih banyak terlihat sebagai “kepala keluarga yang serius dan tegas”, sekarang banyak ayah yang tampil lebih hangat dan dekat dengan anak. Dan ini bagus banget, Mums!
Penelitian dalam Child Development (2016) menemukan bahwa kehadiran emosional ayah punya dampak besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan bahasa, kemampuan sosial, dan rasa percaya diri.
Contoh kontribusi ayah modern misalnya ikut menemani anak bermain, mengantar sekolah, mendampingi dan menenangkan saat tantrum, ikut mengatur jadwal anak ke dokter, dan tentu saja membantu tugas Mums di rumah.
Ibu Masa Kini: Bukan Hanya Pengasuh, Tapi Multitasker Super
Mums zaman sekarang sudah luar biasa! Banyak yang bekerja sambil tetap mengurus keluarga, dan tetap menjalankan peran pengasuhan yang besar. Kombinasi ini bikin peran Ibu jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya.
Tantangan yang sering dihadapi Mums adalah mengatur waktu antara pekerjaan dan rumah, neban mental (menta load) dan ekspektasi sosial yang masih menuntut Ibu “sempurna”.
Di sinilah peran Dads sangat penting untuk berbagi tugas agar Mums tidak kelelahan Riset di Journal of Family Psychology (2019) menemukan bahwa dukungan instrumental dan emosional dari pasangan sangat berpengaruh pada kesejahteraan Ibu, terutama ibu bekerja.
Mana yang Lebih Baik: Tradisional atau Modern?
Jawabannya: pilih yang paling cocok untuk keluarga Mums dan Dads! Setiap keluarga itu unik. Tidak ada pola yang benar atau salah. Yang paling penting adalah komunikasi, kesepakatan, keadilan dan saling menghormati. Kalau salah satu merasa terbebani, lelah, atau merasa tidak didukung, di situlah pembagian tugas perlu dievaluasi bersama.
Apapun jenis rumah tangga yang Mums dan Dads terapkan, baik tradisional maupun modern, Mums dan Dads dapat membaca panduan membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis di website Teman Bumil & Parenting.
Tips Membagi Tugas Rumah Tangga yang Sehat
Kalau Mums dan Dads sepakat untuk membagi peran dan tugas rumah tangga adil, seimbang dan fleksibel atau menganut konsep modern, berikut ini hal yang bisa dilakukan:
1. Diskusikan secara terbuka. Ngobrol jujur soal kebutuhan, batas kemampuan, dan kelelahan masing-masing. Karena komunikasi adalah kunci keluarga yang harmonis
2. Buat pembagian fleksibel, Hari ini Mums yang masak, besok Dads yang gantian. Fleksibel itu kunci.
3. Kenali peran masing-masing. Ada pasangan yang lebih jago beberes, ada yang lebih sabar ngurus anak. Manfaatkan kelebihan masing-masing.
4. Stop membandingkan dengan keluarga lain. Setiap rumah punya dinamikanya sendiri.
5. Jangan lupa apresiasi. Ucapan “thank you” atau “kamu hebat hari ini” bisa bikin pasangan makin semangat.
Peran Ibu dan Ayah dalam rumah tangga memang sudah banyak berubah dari zaman tradisional ke zaman modern. Tapi satu hal yang nggak berubah adalah: keluarga butuh kerja sama.
Mums dan Dads, apa pun peran yang kalian pilih—tradisional, modern, atau campuran keduanya—yang terpenting adalah saling mendukung agar rumah tetap penuh cinta, nyaman, dan bahagia.
Referensi:
1. Jurnal Litigasi Amsir (2025). The Transformation of Gender Roles within the Family: A Socio-Legal Study on the Responsibilities of Husbands and Wives
2. Journal of Marriage and Family. 2016. Repartnering After Union Dissolution in Later Life
3. Child Development. 2016. The Development of Selective Copying: Children's Learning From an Expert Versus Their Mother
4. APAPsycNet. 2019. Behind bars but connected to family: Evidence for the benefits of family contact during incarceration.


