Nutrisi dan Makanan yang Diperlukan Anak Usia 1 Hingga 3 Tahun

Dipublish: Selasa, 10 Februari 2026 15:35 WIB

Diperbarui: Rabu, 25 Februari 2026 15:11 WIB

Seorang anak sedang makan

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Di usia 1 hingga 3 tahun, tidak hanya tinggi badan dan berat badan yang bertambah cepat, tetapi juga perkembangan otak, sistem imun, energi, kemampuan bergerak, serta kebiasaan makan mulai terbentuk di fase ini. Karena itulah, kebutuhan gizi dan nutrisi yang tepat sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang si Kecil, kini dan nanti. 


Selain puncak pertumbuhan, di usia ini pula terjadi transisi dari makanan dan minuman berbasis susu menjadi makanan keluarga yang lebih padat teksturnya dan beragam jenis maupun rasanya. 


Hal ini sejalan dengan tujuan utama nutrisi di usia batita sebagai sumber energi yang cukup, gizi seimbang dan menanamkan kebiasaan makan yang sehat, sampai usia sekolah hingga dewasa kelak. 


Kebutuhan nutrisi dan porsi makan


Anak usia 1-3 tahun cenderung aktif dan tidak bisa diam. Karenanya ia butuh banyak asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. 


1. Kalori 

Untuk kebutuhan energi harian anak usia 2-3 tahun, menurut penelitian dari NCBI (2023) menyebutkan bahwa kebutuhan energinya sekitar 1000–1400 kkal per hari, tergantung tingkat aktivitas fisik anak. Hal ini menunjukkan bahwa anak usia prasekolah memerlukan jumlah energi yang relatif tinggi untuk menopang pertumbuhan dan aktivitas fisik mereka. 


Kebutuhan kalori hari ini, bila dipecah dalam porsi makan, biasanya porsi makan anak kecil sekitar ¼ orang dewasa. Praktisnya, berikan 1 sendok makan untuk setiap tahun usia anak. Misalnya anak 2 tahun dapat 2 sendok makan nasi/sayur per jenis makanan. 


2. Karbohidrat 

Selain kalori, kebutuhan makronutrien lain seperti karbohidrat juga dibutuhkan dalam makanan anak usia 1-3 tahun. Sebagai sumber energi utama, kebutuhan karbohidrat anak 1-3 tahun didapat dari nasi merah, roti gandum, kentang, dan buah. Bukan dari gula maupun makanan olahan. 


3. Protein

Protein penting untuk pertumbuhan otot, jaringan, serta produksi enzim dan hormon di tubuh anak. Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (2023) protein pada usia ini sekitar  5%–20% dari total energi harian pada usia 1–3 tahun.


4. Lemak

Sebagai sumber energi padat, lemak sangat penting untuk perkembangan otak dan fungsi saraf anak usia 1–3 tahun. Jumlahnya sekitar 30%–40% dari total kalori harian. Sumber lemak sehat termasuk minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, ikan, dan produk susu mentega. 


Ingat ya Mums, hindari lemak trans dan makanan tinggi gula karena berkaitan dengan risiko obesitas dan masalah kesehatan lain di masa depan.



5. Kalsium

Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi. Sumber terbaiknya adalah susu dan produk olahannya, juga sayuran hijau. Anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg kalsium per hari. 


6. Vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Anak usia ini membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D setiap hari. Selain dari makanan, vitamin D juga bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi. 


7. Zat besi

Untuk perkembangan otak dan mencegah anemia, dibutuhkan zat besi sebagai mikronutrien penting bagi si Kecil. Anak usia 1–3 tahun dianjurkan mendapatkan sekitar 7 mg zat besi per hari yang bersumber dari daging merah tanpa lemak, hati ayam, kacang-kacangan, dan sereal yang difortifikasi. 


8. Vitamin A, C, dan lainnya

Vitamin A penting untuk penglihatan dan imunitas. Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan mendukung sistem kekebalan. Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, mangga, dan sayuran warna-warni adalah sumber yang baik. 


Tips membentuk kebiasaan makan sehat


Mums, menerapkan kebiasaan makan sehat pada si Kecil memang tidak mudah. Butuh disiplin dan konsistensi yang tinggi apalagi saat ini ketika camilan atau jajanan tidak sehat di luar sana semakin banyak dan bervariasi dengan harga terjangkau. 


Karena itu, perlu strategi khusus dalam menerapkan pola makan sehat sejak dini, dan berikut tips praktis yang bisa Mums terapkan di rumah: 


1. Variasikan menu

Kenalkan dan berikan berbagai jenis makanan sehat dari semua kelompok nutrisi agar anak suka dengan makanan sehat sejak kecil. Sesekali menolak, wajar. Coba berikan lagi sampai anak benar-benar suka. 


2. Makan bersama keluarga

Momen makan bersama bisa menjadi ajang mengenalkan anak pada makanan sehat secara alami sekaligus anak belajar dari kebiasaan orang tua dalam soal makan. 


3. Jangan dipaksa 

Apa pun kondisinya jangan pernah memaksa anak. Biarkan anak mencoba berbagai makanan tanpa paksaan. Kenalkan dengan lembut dan sabar,  tekanan berlebihan justru membuat anak menolak makan. 


4. Batasi camilan 

Jangan menggunakan camilan sebagai makanan utama. Batasi konsumsi camilan apalagi yang manis dan berlemak tinggi sehingga anak tidak kenyang hanya dari camilan dan menolak makan utama. Berikan camilan di waktu yang tepat, jangan mendekati jam makan utama. 


Mums, makanan untuk anak usia 1–3 tahun bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian, melainkan tentang membangun dasar kesehatan jangka panjang melalui pola makan sehat dan seimbang dari berbagai kelompok zat gizi. Nutrisi ini dapat mendukung pertumbuhan fisik, kognitif, sistem imun, dan kebiasaan hidup sehat sepanjang hidupnya. 

Selain informasi nutrisi dan makanan yang dibutuhkan anak, Mums juga dapat membaca informasi lengkap parenting anak usia 1 hingga 5 tahun di website Teman Bumil & Parenting, loh!

Referensi : 

  1. NCBI.2023. Nutrition and Hydration Requirements In Children and Adults

  2. American Academy of Pediatrics. 2023 . The Clinician’s Guide to Pediatric Nutrition

Kasih Saran, Yuk!