Jika merujuk pada tugas perkembangan, kemampuan bicara dan berbahasa pada balita mestinya sudah terlihat sejak usia tiga tahun. Namun, bila si Kecil belum menunjukkan kemampuan tersebut, bisa jadi ia mengalami speech delay.
Speech delay pada anak memang jadi problem yang banyak dialami saat ini karena berbagai penyebab, salah satunya adalah menonton televisi berlebihan, screen time yang tidak terkendali, dan kurangnya stimulasi yang merangsang kemampuan bicara si Kecil.
Ada banyak cara mengatasi speech delay pada anak, selain tentu saja harus menjalani terapi dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak. Namun, Mums bisa melakukan stimulasi dengan sering mengajak si Kecil bermain. membacakan buku, mengajak bicara lebih sering, dan yang paling penting adalah mengurangi screen time.
Kira-kira upaya apa lagi yang bisa dilakukan? Artikel ini akan membahasnya satu per satu.
Penyebab Umum Speech Delay pada Anak
Speech delay adalah kondisi ketika anak mengalami keterlambatan atau belum mampu berbicara di usia yang seharusnya sudah mampu berbicara. Banyak yang belum tahu bahwa terdapat berbagai jenis speech delay, dan ini dapat berpengaruh pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak jika tidak ditangani sejak dini.
Speech delay (keterlambatan bicara) pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga yang perlu penanganan khusus. Penting untuk memahami penyebabnya agar orang tua bisa menentukan langkah yang tepat.
Berikut penyebab umum speech delay:
1. Kurang stimulasi
Anak kurang diajak berbicara, dibacakan buku, atau berinteraksi dua arah. Orang tua kerap membiarkan anak bermain sendiri, jarang diajak ngobrol atau storytelling. Aktivitas anak kebanyakan menonton televisi atau bermain gadget.
2. Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran tidak selalu tulit total. Kadang gangguan pendengaran sebagian bisa menyebabkan gangguan bicara pada anak. Hal ini karena anak yang tidak mendengar dengan baik akan kesulitan meniru suara dan kata.
Tandanya antara lain anak tidak menoleh saat dipanggil, tidak kaget dengan suara keras. Kerap mengalami infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
3. Gangguan perkembangan
Penyebab yang lebih serius adalah gangguan perkembangan seperti Speech delay bisa jadi bagian dari kondisi tertentu, sepertii Autism Spectrum Disorder (ASD). Biasanya gejalanya lain yang sangat khas seperti minim atau tidak ada kontak mata, tidak merespon interaksi sosial, dan keterlambatan di area lain (motorik, kognitif)
Cara mengatasi speech delay pada anak
Menurut penelitian Science Direct (2023) intervensi dini merupakan langkah paling penting dalam mengatasi speech delay. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan keterlambatan bahasa yang mendapatkan intervensi lebih awal mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan kosa kata, pemahaman bahasa, dan struktur kalimat. Semakin cepat intervensi dilakukan (sebelum usia 3 tahun), semakin besar peluang perkembangan bahasa anak membaik.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi speech delay pada anak :
1. Bermain setiap hari
Bermain adalah cara belajar terbaik dan menyenangkan bagi anak. Ajarkan konsep mengenal warna, benda, nama hewan, bahkan tindakan melalui permainan. Luangkan waktu minimal 30-60 menit setiap hari untuk bermain tanpa gangguan apa pun untuk membantu meningkatkan kemampuannya dalam memberi label pada berbagai mainan dan cara menggunakannya dengan benar.
2. Pilih permainan yang tepat
Pilihlah jenis permainan yang mendorong kemampuan bicara dan interaksi sosial si Kecil. Dalam hal ini, bermain di luar ruangan adalah pilihan tepat. Karena mendorong kreativitas dan imajinasi, dan membuat si Kecil bergerak. Alam mengaktifkan banyak indra. Dengan bermain di luar ruangan, anak dapat melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh apa pun yang ada di sana.
3. Membaca buku
Aktivitas lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi speech delay pada anak adalah membaca buku. Membaca buku dengan banyak gambar berwarna dapat menghibur anak sambil mempelajari konsep-konsep baru. Buku juga dapat melatih keterampilan pemecahan masalah dan kemampuan fokus. Awalnya anak mungkin gelisah, namun seiring waktu ia akan belajar bagaimana tetap tenang selama membaca buku.
4. Mengajarkan perasaan dan emosi
Memahami emosi anak adalah bagian penting dari perkembangan mereka secara keseluruhan. Ajari cara mengatasi emosi dengan tepat. Mengajarkan perasaan itu penting (misalnya, senang, sedih, marah, frustrasi, iri, terkejut, takut) untuk membantu anak menghadapi situasi yang tak diinginkan. Hal ini sangat penting untuk kesehatan mentalnya secara keseluruhan.
5. Kenalkan warna
Pada usia 18-29 bulan, anak-anak mulai belajar warna. Sebaiknya mulai dengan warna dasar terlebih dahulu: kuning, merah, hijau, dan biru. Setelah mereka menguasai warna-warna ini, perkenalkan warna pelangi lainnya dan ulangi. Pengulangan adalah kunci keberhasilan dalam belajar. Ajarkan lewat buku mewarnai, menyanyikan lagu-lagu seperti Lagu Pelangi, bermain balok atau bola berwarna-warni, mengelompokkan benda-benda berwarna sama di rumah.
6. Kurangi screen time
Salah satu pemicu speech delay adalah screen time berlebihan. Karena itu, batasi penggunaannya dengan mencari tahu cara mengurangi screen time pada anak. Sebab paparan layar berlebihan dapat mengurangi interaksi verbal yang penting untuk perkembangan bahasa dan komunikasi si Kecil.
7. Letakkan barang-barang di luar jangkauan
Salah satu teknik yang digunakan terapis wicara untuk mendorong anak menggunakan keterampilan komunikasinya dan mendorongnya mempraktikkan keterampilan komunikasi baru adalah dengan menempatkan mainan, camilan, dan aktivitas yang disukai di tempat yang terlihat tetapi di luar jangkauan. Ini menciptakan peluang bagi anak untuk berkomunikasi dalam meminta barang yang diinginkan ketimbang mengambilnya langsung tanpa perlu meminta.
8. Bernyanyi
Balita suka menari dan bergerak mengikuti musik. Lagu dapat meningkatkan suasana hati mereka secara umum. Ini mendorong kemampuan berbicara karena sifatnya yang ceria dan menyenangkan. Inilah modalitas bagi anak-anak untuk mempelajari lebih banyak konsep dan melatih daya ingatnya.
9. Manfaatkan rutinitas harian
Rutinitas seperti mandi, sarapan, dan mengganti pakaian dapat menjadi kesempatan bagus untuk mengajarkan banyak konsep. Karena dilakukan setiap hari dan berulang. Semakin sering memperkenalkan konsep tersebut, anak semakin menggeneralisasi dan menghasilkan lebih banyak kata.
10. Gunakan Self-Talk
Self-talk adalah teknik yang digunakan dalam seluruh aktivitas terapi bicara. Self-talk hanyalah berbicara tentang apa yang Mums lakukan. bagaimana cara melakuannya?
Misalnya: Mums dan si Kecil sedang bermain dengan bola. Lakukan hal ini:
Jelaskan apa itu (misalnya, Ini adalah bola)
Tindakan yang dilakukan dengan bola (misalnya, saya bisa memantulkan bola)
Apa yang dilihat (misalnya, bentuknya bulat dan berwarna biru)
Bagaimana perasaan Mums (misalnya, Saya suka bermain dengan bola)
Apa yang didengar (misalnya, Ups! Suara bola memantul di tembok).
Bicarakan semua ini. Anak pada akhirnya akan belajar dari mendengar Mums berbicara tentang semua hal itu. Kuncinya adalah menjaga ucapan tetap singkat dan sederhana.
Kapan harus konsultasi ke dokter atau terapis wicara?
Segera konsultasi ke dokter anak atau terapi wicara, jika anak mengalami salah satu atau lebih kondisi berikut ini:
Tidak berbicara sama sekali pada usia 2 tahun
Tidak mampu memahami instruksi sederhana
Kemampuan bahasa terus tertinggal dari teman seusianya
Anak kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dimiliki.
Dokter atau terapis wicara dapat mengidentifikasi masalah bicara atau bahasa apa yang dimiliki seorang anak. Semakin awal diagnosis dan terapi dilakukan, semakin baik hasilnya.
Sebagai metode utama dalam mengatasi speech delay pada anak, terapi wicara dilakukan oleh seorang pakar speech-language pathologist (SLP) yang akan menyusun program sesuai kebutuhan anak.
Mums, walaupun speech delay pada anak merupakan kondisi yang cukup umum namun jangan diabaikan. Sebab jika tidak segera ditangani, speech delay dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional si Kecil.
Dengan deteksi dini, stimulasi, dan terapi yang tepat juga konsisten, banyak problem speech delay pada anak bisa teratasi dengan baik dan hasil yang maksimal. Di sinilah peran orang tua, keluarga dan lingkungan juga intervensi professional sangat penting dalam mengatasi problem speech delay pada anak yang terjadi.
Referensi
Science Direct. 2023. Effects in language development of young children with language delay during early intervention


