Membersihkan telinga anak sering menjadi dilema bagi orang tua. Di satu sisi, telinga terlihat “kotor” karena adanya kotoran berwarna kuning kecokelatan. Di sisi lain, banyak orang tua khawatir salah cara justru bisa melukai telinga anak.
Lalu, apakah telinga anak memang perlu dibersihkan secara rutin? Dan kalau memang perlu dibersihkan secara rutin, bagaimana cara membersihkannya dengan tepat? Simak artikel berikut ini untuk mendapatkan jawabannya ya, Mums!
Mengenal Fungsi Kotoran Telinga (Serumen) dan Jenisnya
Sebelum mengetahui cara membersihkan telinga dengan tepat, penting untuk mengenali jenis-jenis kotoran telinga terlebih dahulu. Kotoran telinga atau serumen adalah zat alami yang diproduksi oleh kelenjar di liang telinga.
Meski tidak banyak yang tahu, serumen ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya ialah:
Pelindung alami dari debu, kotoran, dan serangga
Pelumas agar liang telinga tidak kering
Antibakteri dan antijamur alami
Menurut American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery (AAO-HNS), serumen bukanlah tanda telinga kotor, melainkan bagian dari sistem perlindungan telinga yang normal.
Serumen alias kotoran telinga itu ternyata nggak cuma satu jenis, lho. Secara umum, ada dua jenis utama serumen, plus sedikit variasi kondisi masing-masing serumen:
1. Serumen Basah (Wet Type)
Serumen tipe basah ini bersifat lengket, lembap, warnanya cokelat kekuningan sampai cokelat tua. Meskipun normal, biasanya sedikit lebih berbau menyengat. Serumen basah ini lebih sering ditemukan pada orang Eropa, Afrika, dan sebagian Asia Selatan.
Serumen bersifat basah atau lengket karena lebih banyak mengandung lemak dan protein. Tipe serumen ini cenderung lebih mudah menumpuk dan bikin sumbatan kalau jarang dibersihkan.
2. Serumen Kering (Dry Type)
Sesuai namanya, kotoran telinga ini jenisnya kering, bersisik, dan berwarna abu-abu hingga cokelat muda. Serumen tidak berbau dan banyak dijumpai pada orang Asia Timur, termasuk banyak orang Indonesia. Serumen kering hanya sedikit mengandung lemak. Keuntungan serumen kering biasanya lebih mudah keluar sendiri dari liang telinga
Di luar serumen jenis basah dan kering, serumen juga bisa tampak berbeda karena kondisi tertentu, misalnya:
Serumen keras/menyumbat: akibat penumpukan lama atau kebiasaan mengorek telinga
Serumen cair berlebih: bisa terjadi karena iritasi atau infeksi
Serumen bercampur cairan/nanah: tanda infeksi telinga, dan ini harus segera dicek ke dokter
Apakah Telinga Anak Perlu Dibersihkan Rutin?
Jawabannya: tidak selalu. Sebagian besar anak tidak memerlukan pembersihan telinga bagian dalam secara rutin. Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami, di mana serumen akan bergerak keluar dengan sendirinya saat anak mengunyah atau berbicara.
Pembersihan rutin justru berisiko mendorong kotoran lebih dalam, terutama jika menggunakan cotton bud. Hal ini dapat menyebabkan:
Sumbatan serumen
Iritasi liang telinga
Infeksi telinga luar (otitis eksterna)
Cedera gendang telinga
Hal ini ditegaskan dalam panduan klinis AAO-HNS tentang manajemen serumen atau membersihkan kotoran telinga. Terutama dalam hal membersihkan telinga bayi, orang tua tidak boleh salah langkah. Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membersihkan telinga bayi dikarenakan kulitnya yang masih sensitif dan si Kecil belum bisa memberitahu apabila ia merasakan sakit dan lain sebagainya.
Kapan Telinga Anak Perlu Dibersihkan?
Pembersihan atau pemeriksaan telinga perlu dilakukan jika muncul gejala, seperti:
Anak mengeluh telinga terasa penuh
Pendengaran tampak berkurang
Nyeri telinga
Keluar cairan tidak normal
Anak sering menarik atau menggaruk telinga
Dalam kondisi ini, pembersihan sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan, bukan di rumah. Jadi, apabila anak Mums mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) agar masalah dapat segera teratasi.
Cara Membersihkan Telinga Anak dengan Aman
Apabila telinga tidak menunjukkan gejala seperti yang disebutkan di atas, telinga dapat dibersihkan sendiri di rumah. Namun, tetap saja ada beberapa hal yang perlu Mums perhatikan untuk membersihkan telinga anak dengan aman, seperti:
1. Bersihkan Bagian Luar Saja
Gunakan kain lembut atau handuk kecil yang dibasahi air hangat untuk membersihkan daun telinga dan area luar liang telinga. Jangan memasukkan apa pun ke dalam lubang telinga.
2. Hindari Cotton Bud untuk Liang Telinga
Cotton bud sering dianggap aman, padahal justru meningkatkan risiko serumen terdorong ke dalam. WHO dan berbagai jurnal medis tidak merekomendasikan penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga bagian dalam.
3. Jangan Gunakan Cairan Sembarangan
Penggunaan minyak, alkohol, atau cairan lain tanpa anjuran dokter bisa mengiritasi telinga anak, terutama pada bayi dan balita.
4. Hindari Melakukan Kesalahan Umum
Saat membersihkan telinga, ada beberapa hal yang perlu dihindari. Misalnya seperti, membersihkan telinga anak terlalu sering, memasukkan cotton bud, tusuk rambut, atau tisu ke liang telinga, menganggap serumen sebagai kotoran berbahaya, hingga membersihkan telinga saat anak menangis atau bergerak aktif.
Bagaimana Jika Serumen Menumpuk?
Jika serumen menumpuk dan menimbulkan keluhan, dokter dapat melakukan irigasi telinga dengan teknik medis, ekstraksi manual menggunakan alat khusus, dan pemberian ear drops tertentu bila diperlukan. Tindakan ini aman bila dilakukan oleh profesional kesehatan.
Ingat ya Mums, telinga anak tidak perlu dibersihkan secara rutin, terutama bagian dalamnya. Serumen adalah mekanisme alami tubuh untuk melindungi telinga. Orang tua cukup membersihkan bagian luar telinga dan memperhatikan tanda-tanda gangguan. Jika muncul keluhan, sebaiknya periksakan ke dokter agar pembersihan dilakukan dengan cara yang aman dan tepat.
Referensi
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery (AAO-HNS). Clinical Practice Guideline: Cerumen Impaction.
Guest JF, et al. Impact of earwax removal.
StatPearls. Cerumen Impaction.


