Aktivitas menggunting dan menempel membantu anak-anak membangun keterampilan motorik halus, koordinasi mata-tangan, dan koordinasi bilateral. Tugas-tugas fisik ini memperkuat otot-otot kecil di tangan dan mengajarkan anak-anak cara menggunakan kedua tangan untuk pekerjaan yang berbeda secara bersamaan.
Di tengah maraknya penggunaan gadget sebagai sarana hiburan anak, aktivitas sederhana seperti menggunting dan menempel sering kali terlupakan. Padahal, permainan ini bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Menggunting dan menempel merupakan bagian dari aktivitas seni dan kerajinan (arts and crafts) yang memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, terutama pada usia prasekolah.
Saat anak menggunting gambar lalu menempelkannya menjadi sebuah karya, mereka sebenarnya sedang melatih berbagai kemampuan penting, mulai dari motorik halus, koordinasi tangan dan mata, hingga kreativitas. Aktivitas ini juga mengajarkan anak untuk fokus, sabar, dan menyelesaikan tugas hingga tuntas.
Lalu, apa saja manfaat menggunting dan menempel bagi perkembangan anak? Berikut penjelasannya.
Keterlambatan perkembangan global (GDD)
Keterlambatan perkembangan global (GDD) adalah jenis gangguan perkembangan saraf yang menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental. Penelitian di Pediatric Investigation (2024) menunjukkan, di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun, prevalensi GDD sekitar 1%–3%.
Masa kanak-kanak awal merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Tahap ini juga merupakan periode penting untuk membangun fondasi kesehatan fisik yang kuat sepanjang hidup.
Kemampuan motorik dan tingkat kebugaran fisik pada tahap ini dapat memengaruhi kesehatan, kebiasaan, dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan tidak memperoleh keterampilan penting ini dengan kecepatan yang sama seperti teman sebaya mereka yang berkembang secara normal. Akibatnya, mereka berisiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan dan keterlambatan perkembangan sosial, emosional, dan kognitif sepanjang hidup mereka.
Meskipun upaya terus menerus dilakukan dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah GDD selama bertahun-tahun, belum ditemukan obat yang efektif untuk anak-anak dengan GDD. Masalah yang terus berlanjut ini terutama disebabkan oleh patogenesis yang tidak jelas, heterogenitas fenotipe klinis yang kuat, dan etiologi serta gejala yang kompleks yang bervariasi antar pasien.
Latihan Menggunting dan Menempel Penting untuk Keterampilan Fisik dan Motorik
Menggunting dan menempel termasuk aktivitas yang melibatkan banyak aspek perkembangan anak secara bersamaan. Anak harus memegang gunting dengan benar, menggerakkan jari-jari secara terkoordinasi, memperkirakan arah gunting, lalu menempelkan potongan kertas sesuai tempat yang diinginkan.
Semua proses tersebut merangsang perkembangan otak sekaligus melatih kemampuan fisik dan kognitif anak.
Aktivitas ini biasanya mulai diperkenalkan pada usia sekitar 2–3 tahun dalam bentuk yang sangat sederhana, misalnya merobek dan menempel kertas. Sementara penggunaan gunting khusus anak umumnya dapat dikenalkan mulai usia 3–4 tahun dengan pengawasan orang tua.
1. Melatih Motorik Halus
Salah satu manfaat terbesar dari menggunting dan menempel adalah melatih kemampuan motorik halus. Motorik halus melibatkan gerakan otot-otot kecil pada tangan dan jari yang diperlukan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti:
Memegang pensil.
Menulis.
Mengancingkan baju.
Mengikat tali sepatu.
Menggunakan sendok dan garpu.
Saat membuka dan menutup gunting, otot jari, telapak tangan, dan pergelangan tangan bekerja secara bersamaan. Semakin sering berlatih, kekuatan dan koordinasi tangan anak akan semakin baik.
2. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan
Menggunting bukanlah pekerjaan yang mudah bagi anak. Mereka harus memperhatikan garis yang akan dipotong sambil menggerakkan gunting ke arah yang tepat.
Proses ini melatih koordinasi antara apa yang dilihat mata dengan gerakan tangan.
Kemampuan koordinasi mata dan tangan penting untuk berbagai aktivitas lain, seperti menulis, menggambar, mewarnai, bermain bola, hingga menggunakan alat makan.
3. Melatih Konsentrasi dan Fokus
Menggunting mengikuti pola tertentu membutuhkan perhatian penuh. Anak harus tetap fokus agar hasil guntingannya tidak keluar dari garis. Semakin sering anak melakukan aktivitas ini, semakin terlatih pula kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dalam waktu yang lebih lama. Kemampuan fokus yang baik akan sangat membantu ketika anak mulai memasuki jenjang sekolah.
4. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Menempel berbagai bentuk dan warna memberi kesempatan kepada anak untuk berkreasi.
Misalnya, dari beberapa potongan kertas sederhana, anak dapat membuat:
Rumah.
Pohon.
Hewan.
Kendaraan.
Pemandangan.
Tokoh favorit.
Tidak ada hasil yang benar atau salah. Setiap karya mencerminkan imajinasi dan cara berpikir anak yang unik.
5. Mengenalkan Bentuk, Warna, dan Ukuran
Saat menggunting dan menempel, orang tua dapat mengenalkan berbagai konsep dasar, seperti:
Bentuk lingkaran, segitiga, persegi, dan oval.
Warna primer maupun sekunder.
Ukuran besar dan kecil.
Konsep atas, bawah, kanan, dan kiri.
Belajar pun terasa seperti bermain sehingga anak lebih mudah memahami konsep-konsep tersebut.
6. Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah
Dalam proses membuat kerajinan, anak akan menghadapi berbagai tantangan.
Misalnya:
Bagaimana cara memotong agar bentuknya sesuai?
Di mana potongan kertas sebaiknya ditempel?
Bagaimana jika potongannya terlalu besar?
Situasi seperti ini melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi secara mandiri.
7. Melatih Kesabaran dan Ketekunan
Menggunting dan menempel membutuhkan proses. Anak belajar bahwa hasil yang baik memerlukan usaha dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.Jika hasil guntingannya belum rapi, orang tua sebaiknya tidak langsung mengambil alih. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba kembali. Pengalaman ini membantu membangun rasa percaya diri sekaligus ketahanan dalam menghadapi tantangan.
8. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Ketika karya selesai dibuat, anak biasanya merasa bangga menunjukkan hasilnya kepada orang tua.
Apresiasi sederhana seperti: "Wah, guntingannya sudah rapi!" atau "Warna yang kamu pilih cantik sekali." akan membuat anak merasa usahanya dihargai dan semakin percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.
9. Mendukung Persiapan Masuk Sekolah
Kemampuan menggunakan gunting merupakan salah satu keterampilan dasar yang sering digunakan di jenjang PAUD maupun TK.
Anak yang terbiasa menggunting dan menempel biasanya lebih siap mengikuti berbagai kegiatan di sekolah karena sudah memiliki koordinasi tangan yang lebih baik.
10. Menjadi Waktu Berkualitas Bersama Orang Tua
Menggunting dan menempel dapat menjadi aktivitas menyenangkan yang dilakukan bersama keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, orang tua bisa mengajak anak mengobrol, bercerita, atau mengenalkan berbagai kosakata baru. Interaksi sederhana seperti ini membantu perkembangan bahasa sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Tips Mengajarkan Anak Menggunting dengan Aman
Agar aktivitas ini tetap aman dan menyenangkan, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut:
Gunakan gunting khusus anak dengan ujung tumpul.
Dampingi anak selama menggunakan gunting.
Ajarkan cara memegang gunting dengan benar.
Mulailah dari garis lurus sebelum beralih ke bentuk yang lebih rumit.
Berikan kertas yang tidak terlalu tebal agar lebih mudah dipotong.
Simpan gunting di tempat yang aman setelah selesai digunakan.
Ide Aktivitas Menggunting dan Menempel
Agar anak tidak cepat bosan, orang tua dapat mencoba berbagai kegiatan kreatif, seperti:
Membuat kolase dari kertas warna.
Menempel potongan majalah menjadi cerita sederhana.
Membuat wajah menggunakan bentuk-bentuk geometri.
Menyusun huruf dan angka dari potongan kertas.
Membuat kartu ucapan untuk anggota keluarga.
Membuat pohon dengan daun dari sobekan kertas.
Menghias gambar hewan dengan potongan kertas warna-warni.
Sesuaikan tingkat kesulitan dengan usia dan kemampuan anak agar mereka tetap menikmati proses belajar.
Hal yang Perlu Diingat
Dalam aktivitas menggunting dan menempel, proses jauh lebih penting daripada hasil akhirnya. Tidak masalah jika guntingan anak masih miring, lem berantakan, atau bentuknya belum sempurna. Yang terpenting adalah anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan keterampilannya.
Hindari terlalu sering mengoreksi atau memperbaiki hasil karya anak karena hal tersebut dapat mengurangi rasa percaya dirinya.
Menggunting dan menempel merupakan aktivitas sederhana yang memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak. Selain melatih motorik halus dan koordinasi mata-tangan, kegiatan ini juga membantu meningkatkan konsentrasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga rasa percaya diri.
Dengan pendampingan yang tepat, aktivitas ini dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kedekatan antara orang tua dan anak. Jadi, luangkan waktu untuk bermain sambil belajar bersama si kecil. Dari selembar kertas dan sedikit lem, anak dapat mengembangkan banyak keterampilan yang bermanfaat untuk masa depannya.
Referensi:
Pediatric Investigation. 2024. Relationship between fundamental motor skills and physical fitness in children with global developmental delay


