Beberes rumah jadi aktivitas domestik yang hampir setiap hari dilakukan. Namun demikian rumah masih saja berantakan. Kondisi rumah yang berantakan ini bisa disebabkan oleh banyak hal.
Mulai dari penataan yang kurang maksimal, terlalu banyak barang yang memenuhi setiap sudut rumah, maupun kebiasaan para penghuni rumah yang kurang disiplin, meletakkan barang di mana saja, tidak beraturan.
Apa pun penyebab rumah berantakan, saatnya merapihkan dengan efektif dan tuntas. Mungkin yang Mums butuhkan bukan sekadar beberes biasa, melainkan decluttering.
Manfaat Decluttering
Decluttering bukan beberes biasa. Melainkan kegiatan menyortir barang, memilih barang mana yang masih layak pakai dan tidak. Mana barang yang dibutuhkan dan mana yang tidak lagi digunakan. Cara ini terbukti efektif merapikan setiap sudut rumah yang sebelumnya berantakan tidak karuan.
Penelitian terbaru dalam Journal of Psychiatric Research (2025) menyebutkan bahwa decluttering dapat membantu meningkatkan kesehatan mental. Sebuah intervensi psikologis yang membantu seseorang mengurangi penumpukan barang dapat mengurangi tingkat kekacauan di rumah, menurunkan stres psikologis, meningkatkan fungsi sehari-hari, memperbaiki kualitas hidup.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Perubahan paling bertahan terjadi ketika decluttering dilakukan bertahap dan disertai perubahan pola pikir terhadap kepemilikan barang.
Dengan kata lain, decluttering merupakan proses memilih apakah barang yang ada di ruangan tersebut benar-benar dibutuhkan atau sekadar jadi pajangan yang tidak bermanfaat. Sehingga hanya barang yang benar-benar dibutuhkan yang ada di ruangan tersebut.
Cara ini juga dikenal dengan gaya hidup minimalis. Sebab segalanya menjadi lebih ringkas, rapi, dan bersih. Ruangan jadi teras lebih lapang, tidak lagi sesak oleh barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Selain membuat rumah lebih rapi, decluttering memiliki sejumlah manfaat lainnya, seperti :
1. Mengurangi stress
Kamar, meja kerja, rungan, maupun rumah yang berantakan hampir pasti bikin yang melihatnya pusing dan stress, merusak mood, dan merasa tidak nyaman. Decluttering, membuat ruangan lebih rapi dan nyaman dilihat.
2. Menjaga fokus
Ruangan yang rapi membuat pikiran lebih fokus pada pekerjaan, kegiatan belajar, atau sesuatu yang diinginkan. Karena tidak terdistraksi oleh suasana berantakan yang ada.
3. Hidup minimalis
Marie Kondo, ahli organizing asal Jepang mempopulerkan gaya hidup minimalis dengan metode decluttering yang populer di seluruh dunia. Konsultan kerapian ini memperkenalkan teknik merapikan barang sebagai bagian dari gaya hidup minimalis. Nah, decluttering ala Marie Kondo cocok ditiru dan hasilnya sangat efektif.
4. Menjaga kebersihan rumah
Barang yang sedikit mengurangi risiko berantakan dan bikin rumah tetap bersih dan rapi. Karena lebih cepat dan mudah dirapikan.
5. Cegah perilaku konsumtif
Selain itu decluttering juga mencegah sifat konsumtif yang biasanya hobi menumpuk barang. Hanya membeli atau memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan lapar mata karena diskon besar.
Cara Mulai Decluttering
Ingin rumah rapi tapi bingung mulai dari mana? Berikut ini cara memulai decluttering agar hasilnya maksimal dan bikin rumah rapi juga nyaman :
1. Mulai dari yang kecil
Pilih area atau ruangan yang lebih kecil, tidak makan waktu lama. Seperti laci meja kerja, kotak obat, maupun kotak kosmetik. Dengan waktu yang singkat dan langsung rapi, ini jadi motivasi tersendiri untuk melanjutkan ke ruangan yang lebih besar.
2. Gunakan metode 4 kotak
Siapkan 4 kotak untuk menampung barang dengan 4 kategori utama, yaitu : buang, simpan, donasi, dan jual. Beri label setiap kotaknya agar tidak tertukar. Lalu pilihlah barang sesuai kategori. Metode ini terbukti efektif dan cepat.
3. Evaluasi barang secara jujur
Tanyakan pada diri sendiri, apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Jika tidak, segera keluarkan, masukkan ke salah satu kotak yang disiapkan sebelumnya. Barang yang terlalu lama disimpan tanpa digunakan hanya akan sia-sia dan menambah beban ruangan.
4. Singkirkan barang duplikat
Agar simpel, gunakan 1 jenis barang yang sama. Keluarkan barang duplikat yang tidak digunakan. Dengan begitu menghemat ruang dan memaksimalkan fungsi barang yang ada. Selebihnya, bisa didonasikan atau dijual jika memang masih layak pakai.
5. Libatkan seluruh anggota keluarga
Proses decluttering tidak bisa dilakukan sendiri, mesti melibatkan anggota keluarga yang lain, agar mereka punya semangat yang sama. Untuk bersama-sama menciptakan ruangan yang rapi, nyaman, mininalis, fungsional, dan menjaganya setiap saat. Sebab pada akhirnya decluttering adalah soal mindset yang mesti dibangun bersama.
6. Lakukan secara berkala
Tetapkan jadwal decluttering secara berkala, misalnya sekali dalam setahun. Tujuannya agar konsisten membuat ruangan dan rumah rapi tanpa tumpukan barang yang tidak diperlukan.
Mums, itulah cara efektif melakukan decluttering di rumah. Decluttering bukan sekadar membuat rumah terlihat rapi, tetapi juga merupakan cara untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari.
Terbukti, decluttering efektif mengurangi kekacauan dapat menurunkan stres, mengurangi beban kognitif, dan meningkatkan kualitas hidup. Kunci keberhasilannya bukan menyelesaikan semuanya sekaligus, melainkan memulai dari area kecil, membuat keputusan sederhana, dan membangun kebiasaan secara konsisten.
Referensi :
Journal of Psychiatric Research. 2025. Decluttering Minds: Psychological Interventions for Hoarding Disorder – A Systematic Review and Meta-analysis.


