Siapa tidak kenal dengan boneka Barbie? Boneka Barbie adalah boneka fashion ikonik yang pertama kali diperkenalkan oleh Mattel pada tahun 1959. Barbie diciptakan oleh Ruth Handler dan menjadi salah satu mainan paling populer di dunia.
Barbie dikenal sebagai boneka yang memiliki beragam profesi, mulai dari dokter, guru, astronot, atlet, hingga presiden. Melalui berbagai tema dan karakter, Barbie dirancang untuk menginspirasi anak-anak agar berani bermimpi dan mengeksplorasi berbagai minat serta cita-cita.
Sayangnya, banyak orang tua pernah mendengar bahwa Barbie mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis. Bahkan, Barbie sangat kurus sehingga jika seorang wanita sungguhan memiliki proporsi seperti itu, ia hanya akan memiliki ruang di pinggangnya untuk setengah hati dan beberapa inci usus saja!
Tetapi apakah benar-benar ada bahaya membiarkan anak Mums bermain dengan Barbie? Penjelasannya di artikel berikut!
Berbagai Penelitian tentang Barbie untuk Anak
Penelitian yang dipublikasikan di American Psychological Associations (2006), menunjukkan bahwa hanya melihat gambar Barbie saja sudah berdampak negatif pada citra tubuh. Dalam sebuah studi, anak perempuan berusia 5 hingga 8 tahun diperlihatkan gambar boneka Barbie, kemudian gambar objek yang tidak berhubungan dengan boneka atau orang.
Anak perempuan tersebut menunjukkan penurunan kepercayaan diri terhadap tubuh dan peningkatan keinginan untuk menjadi kurus setelah melihat gambar Barbie dibandingkan setelah melihat objek netral atau boneka Emme.
Efeknya sebenarnya lebih besar pada anak perempuan yang lebih muda (5,5 hingga 7,5 tahun) daripada anak perempuan yang lebih tua (7,5 hingga 8,5 tahun). Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih muda mungkin lebih rentan terhadap pengaruh ini karena mereka belum menginternalisasi pandangan mereka sendiri tentang citra tubuh dan kekurusan.
Studi lain di jurnal Body Image (2021) menemukan bahwa ketika anak perempuan berusia 5 hingga 9 tahun bermain dengan boneka yang sangat kurus, mereka lebih cenderung menunjukkan bahwa ukuran tubuh yang lebih kurus adalah tubuh yang ideal.
Bahkan setelah mereka bermain dengan boneka yang lebih realistis setelah bermain dengan boneka yang sangat kurus, tidak memengaruhi ukuran tubuh ideal mereka, menunjukkan bahwa anak-anak mungkin telah menyerap imajinasi tentang bentuk tubuh Barbie dengan sangat dalam.
Mattel selaku produsen Barbie baru-baru ini memulai lini baru boneka Barbie dengan boneka "berlekuk". Namun, sebuah studi yang juga dipublikasikan di Jurnal Body Image (2019) menemukan bahwa anak perempuan berusia 3 hingga 10 tahun menunjukkan bahwa boneka "berlekuk" adalah boneka yang paling tidak ingin mereka mainkan (dibandingkan dengan boneka "asli", "tinggi", dan "mungil".
Mereka juga menunjukkan sikap yang lebih negatif terhadap boneka "berlekuk". Hal ini terutama berlaku untuk anak perempuan yang lebih tidak bahagia dengan tubuh mereka sendiri.
Penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun Mums akhirnya memberi putri Mums boneka yang lebih realistis, namun anak-anak mungkin tidak ingin bermain dengannya karena pesan kuat di masyarakat kita bahwa tubuh kurus adalah ideal.
Manfaat Bermain Barbie untuk Anak
Jika digunakan dengan tepat, Barbie dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
1. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas
Anak dapat menciptakan berbagai cerita, karakter, dan situasi saat bermain. Aktivitas ini membantu melatih kemampuan berpikir kreatif serta pemecahan masalah.
2. Melatih kemampuan sosial dan emosional
Saat bermain peran, anak belajar memahami berbagai emosi, berempati, serta mencoba berbagai bentuk interaksi sosial.
3. Mengenalkan berbagai cita-cita
Kini Barbie hadir dengan beragam profesi, mulai dari dokter, ilmuwan, atlet, hingga astronot. Hal ini dapat memperluas wawasan anak tentang pilihan karier dan mendorong mereka bermimpi lebih besar.
Apa yang Menjadi Kekhawatiran?
Beberapa penelitian dan ahli perkembangan anak menyoroti beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Standar kecantikan yang tidak realistis
Barbie klasik memiliki proporsi tubuh yang sangat sulit dicapai manusia. Jika anak hanya terpapar satu gambaran kecantikan, mereka dapat mulai menganggap tubuh langsing, tinggi, dan berwajah tertentu sebagai satu-satunya standar cantik.
2. Risiko memengaruhi citra tubuh
Pada sebagian anak, terutama yang mulai memasuki usia sekolah, paparan terhadap standar tubuh yang sempit dapat memengaruhi rasa percaya diri atau kepuasan terhadap tubuhnya. Namun, pengaruh ini biasanya dipengaruhi juga oleh lingkungan, media sosial, teman sebaya, dan pola asuh.
3. Stereotip gender
Versi Barbie masa lalu lebih banyak menonjolkan penampilan. Meski kini koleksinya jauh lebih beragam, orang tua tetap perlu mengajak anak melihat bahwa nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh penampilan.
Jadi, Boleh atau Tidak?
Boleh. Barbie bukanlah mainan yang harus dihindari. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua mendampingi anak saat bermain. Orang tua dapat:
Mengajak anak membuat cerita yang beragam, bukan hanya soal berdandan.
Memilih koleksi boneka dengan variasi profesi, warna kulit, bentuk tubuh, atau kemampuan yang berbeda.
Mengajarkan bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh, warna kulit, dan penampilan yang unik.
Menyeimbangkan permainan Barbie dengan aktivitas lain seperti membaca, bermain di luar ruangan, seni, olahraga, atau permainan konstruksi.
Boneka Barbie tidak secara otomatis buruk bagi perkembangan anak. Mainan ini dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan untuk melatih kreativitas, kemampuan sosial, dan imajinasi. Namun, orang tua tetap perlu mendampingi anak agar mereka memahami bahwa kecantikan, keberhasilan, dan nilai diri tidak ditentukan oleh penampilan fisik semata.
Pada akhirnya, bukan bonekanya yang menentukan dampaknya, melainkan cara anak bermain dan bagaimana orang tua membantu mereka memaknai apa yang mereka lihat.
Referensi:
1. American Psychological Associations. 2006. Does Barbie make girls want to be thin? The effect of experimental exposure to images of dolls on the body image of 5- to 8-year-old girls.
2. Journal urnal Body Image (2021). Can realistic dolls protect body satisfaction in young girls?
3. Journal Body Image (2019). You can buy a child a curvy Barbie doll, but you can't make her like it: Young girls' beliefs about Barbie dolls with diverse shapes and sizes


